Home / Headline / Internasional / Politik

Selasa, 26 Juli 2022 - 09:29 WIB

Soal Klaim Laut China Selatan, Wang-Yi Sebut Bukan Medan Perebutan Kekuatan Besar

Nasionalpos.com, Beijing- Laut China Selatan (LCS) bukan “taman safari” bagi negara-negara di luar kawasan atau “area pertarungan” bagi negara-negara besar, demikian disampaikan Wang-Yi  Menteri Luar Negeri China dalam seminar daring memperingati 20 tahun kode perilaku di LCS atau Conduct of Parties in the South China Sea, Ahad 24/7/2022 kemaren lusa, seperti dilansir dari  Reuters.

Dalam pidato pembukaannya Wang mengatakan isu LCS harus diserahkan pada negara-negara di kawasan, padahal Dua pekan yang lalu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menegaskan kembali komitmen Washington pada Laut China Selatan (LCS) yang bebas dan terbuka sesuai hukum internasional yang diatur Konvensi Tentang Hukum Laut 1982, ia juga memastikan AS menegakkan putusan pengadilan arbitrase mengenai LCS enam tahun yang lalu.

Baca Juga  Mantan Kapolda Metro Jaya Jabat Wakapolri

“Enam tahun yang lalu, Pengadilan Arbitrase yang dibentuk berdasarkan Konvensi Tentang Hukum Laut 1982 mengeluarkan putusan bulat, yang bersifat final dan mengikat bagi Filipina dan RRC (Republik Rakyat China),” kata Blinken dalam siaran pers yang dirilis Kementerian Luar Negeri AS, Rabu, 13/7/2022.

“Dalam putusannya, klaim maritim ekspansif RRC atas Laut Cina Selatan ditolak tegas oleh pengadilan, karena tidak berlandaskan hukum internasional. Pengadilan juga menyatakan RRC tidak memiliki klaim berlandaskan hukum atas area-area yang ditetapkan Pengadilan Arbitrase sebagai bagian dari zona ekonomi eksklusif dan landas kontinen Filipina,” tambahnya.

Baca Juga  Dalam Perang Lawan Ukraina, AS Desak Cina Tidak Dukung Rusia

Dalam pernyataan tersebut Departemen Luar Negeri AS mengatakan tahun ini mereka mengeluarkan Batas-Batas di Laut No. 150. Serangkaian studi terbaru tentang klaim maritim negara-negara pantai dan kesesuaiannya pada hukum internasional.

Kajian ini meneliti klaim maritim RRC atas Laut China Selatan yang mereka olah kembali setelah putusan pengadilan. Studi ini menyimpulkan klaim-klaim maritim baru China tetap tidak mematuhi hukum internasional. (red/ Reuters)

 

 

Share :

Baca Juga

Koordinator KontraS Yati Andriyani

Headline

KontraS Nilai Jokowi Abaikan Kasus Pelanggaran HAM, Hanya Pikirkan Investasi
kpk1

Headline

Koalisi Desak Jokowi Instruksikan Kapolri dan Jaksa Agung Dalami TWK
Marzuki Alie

Headline

Usai Dipecat, Marzuki Alie Cs Akan Gugat Demokrat ke PTUN
penyerahan senjata rakitan

HanKam

Penyerahan Senjata Api Rakitan jenis Lantak Kepada Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/GTY
Jokowi didampingi Menteri PUPR saat meninjau salah proyek infrastuktur

Ekonomi

Menkeu Sebut Proyek Infrastuktur Kerap Ditolak Pemda Karena Tak Sesuai Kebutuhan
Slamet

Megapolitan

Slamet Abadi CPA: KPU Melayani Bukan Hanya Sekedar Tagline
prabowo

Headline

Prabowo Akhirnya Bicara Soal Drone Diduga Milik China di Perairan Indonesia
koalisi 212

Politik

Koalisi 212 Akan Menang di Pemilu 2019