- daerahSiaga Banjir! Satgas Gabungan Mulai Bersihkan dan Keruk Sungai Way Awi serta Way Balau
- daerahStop Bullying !! SDN 09 Koto Pulai Gelar Rapat Bersama Komite dan Orang Tua Murid, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Pembentukan Karakter
- Top NewsJamin Ketahanan Energi Maritim, Manajer Kalianget Pastikan Pasokan BBM Kapal dan Kepulauan Aman
- Top NewsResmikan “1001 Puisi” di SMPN 1 Kalianget, Bupati Achmad Fauzi Ajak Siswa Budayakan Literasi
- daerahDPW BARA Sumbar Dikukuhkan, Siap Himpun Generasi Muda Progresif dan Berdampak bagi Masyarakat

Surat Terbuka untuk Gubernur Melki Laka Lena: Jangan Biarkan Pena Mereka Patah Lagi
Di tulis oleh: R. Priya Husada Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia
Bung Melki yang baik,
Apa kabar, Bung? Saya harap surat ini sampai ke tanganmu di tengah hiruk-pikuk tugas negara yang tak ada habisnya. Menyimak rekaman pidato dan pernyataanmu yang emosional soal tragedi di Ngada—soal anak kita YBR yang harus pulang ke haribaan Tuhan hanya karena urusan buku dan pena—saya merasa seperti sedang mendengar kembali suara lantangmu di forum-forum PMKRI dulu. Ada kemarahan yang suci, ada kegelisahan seorang kader yang dididik untuk peka terhadap kaum pauperum, mereka yang terpinggirkan.
Sebagai sesama anak kandung pergerakan yang pernah bernaung di “rumah” yang sama, saya tahu persis apa yang Bung rasakan. Kita dulu diajarkan tentang Christianitas dan Fraternitas, tapi yang paling menghunjam adalah Populus. Rakyat.
Dan hari ini, saat Bung memegang tongkat kepemimpinan tertinggi di NTT, rakyat itu mati justru karena kemiskinan di depan mata kita semua. Isi pidato itu bukan sekadar rangkaian kata; itu adalah pengakuan dosa kolektif kita sebagai sebuah sistem.
Bung Melki, mari kita bicara jujur. NTT ini bukan sekadar peta koordinat, ia adalah rajutan modal sosial yang luar biasa kuat. Kita punya Gereja yang jemaatnya sampai ke pelosok gunung, kita punya struktur adat yang disegani, dan kita punya perangkat desa yang secara teori adalah ujung tombak.
Namun, mengapa YBR bisa luput? Mengapa sistem peringatan dini kita “mati suri” saat seorang anak bergulat dengan rasa malu karena tak mampu membeli alat tulis?
Masalahnya bukan sekadar anggaran, Bung. Masalahnya adalah budaya malu yang salah arah. Di kampung-kampung kita, orang lebih malu jika kemiskinannya diketahui publik ketimbang kelaparan dalam diam. Perangkat desa pun terkadang lebih malu melaporkan warganya yang menderita karena takut dianggap tidak becus bekerja oleh atasan. Inilah tembok mentalitas yang harus kita hancurkan bersama.
Melalui surat terbuka ini, saya ingin menawarkan sebuah gagasan sistemik yang barangkali bisa Bung eksekusi dengan gaya kepemimpinanmu yang taktis. Kita perlu memulai sebuah gerakan semesta: Gerakan Sapa-Peduli-Bantu.
Bayangkan jika setiap hari Minggu di Gereja atau hari Jumat di Masjid, para pemuka agama tidak hanya bicara soal teologi, tapi bicara soal “siapa tetanggamu yang anaknya hari ini tidak sekolah karena tidak punya buku?”. Kita harus mengaktivasi kapital sosial keagamaan ini menjadi “intelijen kemanusiaan”.
Mereka adalah yang paling tahu kondisi dapur jemaatnya. Jika Gereja, Masjid, NGO, dan pemerintah bersatu dalam satu frekuensi komunikasi, tak akan ada lagi anak yang “hilang” dari radar.
Bung, gunakan wewenangmu untuk menginstruksikan setiap Kepala Desa agar tidak lagi menutup-nutupi data kemiskinan ekstrem demi citra.
Kita harus membalik logikanya: Kepala Desa yang hebat bukanlah yang desanya terlihat tanpa orang miskin di atas kertas, tapi yang paling cepat melaporkan warga yang butuh bantuan.
Kita butuh pesan komunikasi yang masif di radio-radio lokal dan pasar-pasar dengan narasi baru: “Melaporkan kesulitan bukanlah aib, tapi cara kita saling menjaga sebagai sesama saudara di Bumi Flobamora.”
Gerakan Sapa-Peduli-Bantu ini harus menjadi napas baru birokrasi NTT:
Sapa: Perangkat RT/RW wajib menyapa setiap pintu secara berkala. Bukan untuk urusan administratif, tapi untuk memastikan nyawa manusia terjaga.
Peduli: Mencatat kebutuhan-kebutuhan “kecil” yang mematikan, seperti buku, pena, atau seragam, yang seringkali luput dari program bantuan besar pemerintah.
Bantu: Menciptakan kanal respons cepat. Jika birokrasi di tingkat lokal macet—seperti yang Bung sesalkan dalam pidato kemarin soal lambatnya respons pejabat di Ngada—maka rakyat harus punya akses langsung untuk mengadu.
Bung Melki, dalam pidato tersebut Bung menyebutkan dengan jujur bahwa “Lembaga sosial kita gagal, pemerintah gagal, agama gagal, sistem budaya gagal.” Itu adalah kritik diri yang sangat berani dari seorang pemimpin.
Namun, sebagai sahabat yang pernah ditempa di kawah candradimuka yang sama, saya tahu Bung tidak hanya ingin mengutuk kegelapan. Bung ingin menyalakan lilin.
Mari kita jadikan tragedi YBR ini sebagai garis start untuk merombak total cara kita bertetangga dan bernegara di NTT. Jangan biarkan birokrasi membunuh empati. Jadikan “Sapa-Peduli-Bantu” sebagai kontrak sosial baru antara Gubernur dan rakyatnya. Kita tidak butuh laporan yang indah di meja kerja; kita butuh kepastian bahwa tidak ada lagi anak NTT yang menangis karena sebatang pena.
Kita pernah berjanji untuk menjadi suara bagi mereka yang tak bersuara. Sekarang, Bung adalah suara itu. Gunakanlah dengan lantang untuk membongkar sekat-sekat budaya malu yang mematikan itu.
Semangat berjuang, Bung. NTT menaruh harapan besar pada ketulusan hatimu.
Hormat saya,
Sahabat seperhimpunan dan seperjuanganmu dalam kemanusiaan.
dito
28 Okt 2026
NasionalPos.com, Jakarta- 98 tahun yang lalu para pemuda Indonesia mengikrarkan janji yang menyatukan perbedaan, menguatkan perjuangan, dan melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa. Semangat tersebut dinilai harus tetap hidup dan mewujud dalam pembangunan manusia, begitu pula yang di sampaikan Oleh Dr KH Yusuf Aman MA Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Propinsi DKI …
dito
28 Okt 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Revitalisasi gedung SDN Baru 05 Pagi di Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang kondisi gedungnya sangat memprihatinkan itu, ditargetkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di mulai September 2026 ini, setelah proses perencanaannya berjalan sejak 2023, Akan tetapi hingga saat ini, revitalisasi yang sudah di siapkan dananya Rp 101 Milyar tersebut, belumlah berjalan pembangunan …
dito
27 Okt 2026
NasionalPos.com, Binjai- Tim Taekwondo Tiger Sumatra Binjai meraih juara umum Kejuaraan Taekwondo Piala Dansat Siber TNI yang ditutup Ketua Umum Pemuda Panca Marga (PPM), Berto Izak Deko, di Gedung Olahraga (GOR) Kota Binjai, Jalan Jambi, Minggu (25 Oktober 2026). Kejuaraan perdana yang digelar Tiger Sumatra Binjai itu diikuti atlet, pelatih, dan penonton dengan antusias. …
dito
27 Okt 2026
NasionalPos. com, Jakarta- Tekad Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono, untuk membersihkan di kalangan Pemprov DKI Jakarta dari tindak pidana korupsi, ternyata masih terganjal dengan adanya temuan dua kasus yang hingga saat ini belum ada penetapan tersangka nya, yakni Dua proyek pengadaan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang di temukan oleh BPK. …
dito
21 Okt 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri. Terkait dengan situasi …
dito
21 Okt 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta. Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum. …
21 Nov 2024 2.555 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.962 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
28 Jul 2025 1.703 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
17 Mei 2022 1.692 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
23 Jul 2025 1.601 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.548 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.351 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.