Home » Nasional » Surat Terbuka untuk Gubernur Melki Laka Lena: Jangan Biarkan Pena Mereka Patah Lagi

Surat Terbuka untuk Gubernur Melki Laka Lena: Jangan Biarkan Pena Mereka Patah Lagi

dito 07 Feb 2026 141

Di tulis oleh: R. Priya Husada Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia 

Bung Melki yang baik,

Apa kabar, Bung? Saya harap surat ini sampai ke tanganmu di tengah hiruk-pikuk tugas negara yang tak ada habisnya. Menyimak rekaman pidato dan pernyataanmu yang emosional soal tragedi di Ngada—soal anak kita YBR yang harus pulang ke haribaan Tuhan hanya karena urusan buku dan pena—saya merasa seperti sedang mendengar kembali suara lantangmu di forum-forum PMKRI dulu. Ada kemarahan yang suci, ada kegelisahan seorang kader yang dididik untuk peka terhadap kaum pauperum, mereka yang terpinggirkan.

Sebagai sesama anak kandung pergerakan yang pernah bernaung di “rumah” yang sama, saya tahu persis apa yang Bung rasakan. Kita dulu diajarkan tentang Christianitas dan Fraternitas, tapi yang paling menghunjam adalah Populus. Rakyat.

Dan hari ini, saat Bung memegang tongkat kepemimpinan tertinggi di NTT, rakyat itu mati justru karena kemiskinan di depan mata kita semua. Isi pidato itu bukan sekadar rangkaian kata; itu adalah pengakuan dosa kolektif kita sebagai sebuah sistem.

Bung Melki, mari kita bicara jujur. NTT ini bukan sekadar peta koordinat, ia adalah rajutan modal sosial yang luar biasa kuat. Kita punya Gereja yang jemaatnya sampai ke pelosok gunung, kita punya struktur adat yang disegani, dan kita punya perangkat desa yang secara teori adalah ujung tombak.

Namun, mengapa YBR bisa luput? Mengapa sistem peringatan dini kita “mati suri” saat seorang anak bergulat dengan rasa malu karena tak mampu membeli alat tulis?

Baca Juga :  Pembangunan Ruang Kelas Baru SMPN 3 Tanjung Bintang, Diduga Gunakan Material Besi Tidak Spesifikasi Dan Abaikan K3

Masalahnya bukan sekadar anggaran, Bung. Masalahnya adalah budaya malu yang salah arah. Di kampung-kampung kita, orang lebih malu jika kemiskinannya diketahui publik ketimbang kelaparan dalam diam. Perangkat desa pun terkadang lebih malu melaporkan warganya yang menderita karena takut dianggap tidak becus bekerja oleh atasan. Inilah tembok mentalitas yang harus kita hancurkan bersama.

Melalui surat terbuka ini, saya ingin menawarkan sebuah gagasan sistemik yang barangkali bisa Bung eksekusi dengan gaya kepemimpinanmu yang taktis. Kita perlu memulai sebuah gerakan semesta: Gerakan Sapa-Peduli-Bantu.

Bayangkan jika setiap hari Minggu di Gereja atau hari Jumat di Masjid, para pemuka agama tidak hanya bicara soal teologi, tapi bicara soal “siapa tetanggamu yang anaknya hari ini tidak sekolah karena tidak punya buku?”. Kita harus mengaktivasi kapital sosial keagamaan ini menjadi “intelijen kemanusiaan”.

Mereka adalah yang paling tahu kondisi dapur jemaatnya. Jika Gereja, Masjid, NGO, dan pemerintah bersatu dalam satu frekuensi komunikasi, tak akan ada lagi anak yang “hilang” dari radar.

Bung, gunakan wewenangmu untuk menginstruksikan setiap Kepala Desa agar tidak lagi menutup-nutupi data kemiskinan ekstrem demi citra.

Kita harus membalik logikanya: Kepala Desa yang hebat bukanlah yang desanya terlihat tanpa orang miskin di atas kertas, tapi yang paling cepat melaporkan warga yang butuh bantuan.

Kita butuh pesan komunikasi yang masif di radio-radio lokal dan pasar-pasar dengan narasi baru: “Melaporkan kesulitan bukanlah aib, tapi cara kita saling menjaga sebagai sesama saudara di Bumi Flobamora.”

Gerakan Sapa-Peduli-Bantu ini harus menjadi napas baru birokrasi NTT:

Baca Juga :  Lomba Mewarnai PAUD-SD di Banyuwangi Panitia Sebut Siswa Wajib Ikut, Begini Penjelasan Dinas Pendidikan

Sapa: Perangkat RT/RW wajib menyapa setiap pintu secara berkala. Bukan untuk urusan administratif, tapi untuk memastikan nyawa manusia terjaga.

Peduli: Mencatat kebutuhan-kebutuhan “kecil” yang mematikan, seperti buku, pena, atau seragam, yang seringkali luput dari program bantuan besar pemerintah.

Bantu: Menciptakan kanal respons cepat. Jika birokrasi di tingkat lokal macet—seperti yang Bung sesalkan dalam pidato kemarin soal lambatnya respons pejabat di Ngada—maka rakyat harus punya akses langsung untuk mengadu.

Bung Melki, dalam pidato tersebut Bung menyebutkan dengan jujur bahwa “Lembaga sosial kita gagal, pemerintah gagal, agama gagal, sistem budaya gagal.” Itu adalah kritik diri yang sangat berani dari seorang pemimpin.

Namun, sebagai sahabat yang pernah ditempa di kawah candradimuka yang sama, saya tahu Bung tidak hanya ingin mengutuk kegelapan. Bung ingin menyalakan lilin.

Mari kita jadikan tragedi YBR ini sebagai garis start untuk merombak total cara kita bertetangga dan bernegara di NTT. Jangan biarkan birokrasi membunuh empati. Jadikan “Sapa-Peduli-Bantu” sebagai kontrak sosial baru antara Gubernur dan rakyatnya. Kita tidak butuh laporan yang indah di meja kerja; kita butuh kepastian bahwa tidak ada lagi anak NTT yang menangis karena sebatang pena.

Kita pernah berjanji untuk menjadi suara bagi mereka yang tak bersuara. Sekarang, Bung adalah suara itu. Gunakanlah dengan lantang untuk membongkar sekat-sekat budaya malu yang mematikan itu.

Semangat berjuang, Bung. NTT menaruh harapan besar pada ketulusan hatimu.

Hormat saya,

Sahabat seperhimpunan dan seperjuanganmu dalam kemanusiaan.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sambut Hari Kejaksaan Nasional, Advokat Andi Darwin R Ranreng, SH, MH Soroti Pentingnya Reformasi Kejaksaan demi Kembalikan Kepercayaan Publik

dito

02 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Menyambut peringatan Hari Kejaksaan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 September, Advokat senior sekaligus pengamat hukum Andi Darwin R Ranreng, S.H., M.H kepada wartawan, Rabu, 2 September 2026 di Jakarta, ia menyampaikan pandangan kritis namun konstruktif mengenai perjalanan dan tantangan Kejaksaan Republik Indonesia di usianya yang ke-81 tahun.   Tokoh hukum yang juga …

RUU Perampasan Aset Di Sorot Praktisi Hukum, Tekankan Kejelasan Kewenangan dan Pencegahan Penyalahgunaan

dito

01 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Tindak Pidana kembali menjadi perhatian publik.   Kali ini, masalah tersebut di respon Praktisi hukum publik Andi Darwin R. Ranreng, yang kemudian kepada wartawan, ia mengatakan bahwa regulasi tersebut perlu dirumuskan secara komprehensif agar benar-benar menjadi instrumen efektif dalam pemberantasan kejahatan, khususnya korupsi, tanpa membuka ruang penyalahgunaan kewenangan. …

Hasil Musyawarah AHWA Pilih KH Abdul Hakim Mahfud (Gus Kikin) sebagai Ketum PBNU masa khidmat 2026-2031, Muktamar NU Di Tutup Presiden Prabowo Subianto

dito

31 Agu 2026

NasionalPos.com, Jombang- Sidang Pleno Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan lima calon kandidat ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).   Kelima kandidat akan diajukan ke Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar untuk mendapatkan izin tertulis dan selanjutnya diputuskan ke Ahlul Halli Wal Aqdi, Senin (31/8/2026).   Kelima nama tersebut sesuai dengan …

Investasi Masa Depan Jadi Lebih Mudah, Aman, dan Terjangkau, BRI Dorong Nasabah Manfaatkan Fitur Emas di Qita.

- Banyuwangi

30 Agu 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Melalui aplikasi super (super apps) Qita, BRI dengan aplikasinya Qita mempermudah nasabah dalam mengelola keuangan serta investasi jangka panjang, salah satunya dengan cara layanan investasi emas digital yang praktis, mudah, aman, dan terjangkau. …

Harapan Warga Nahdliyyin, Muktamar ke-35 NU dan Kesiapan NU Songsong Indonesia Emas 2045

dito

29 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- NU adalah organisasi yg didirikan oleh Para Ulama kharismatik diantara Muassis yg waro adalah Hadrotusy Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, setiap diadakan Muktamar pasti banyak manfaat yg dihasilkan, disamping mengevaluasi masa khidmat 5 th terakhir, membuat Program strategis 5 th kedepan, dan Rekomendasi unt semua yg terkait dengan keumatan,   Sedangkan manfaat utama Muktamar …

Ratusan Buruh FPE KSBSI Gelar Aksi Unras di Kantor Pusat PT. NNI, Tolak PHK Sepihak dan Union Busting

dito

28 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ratusan orang Massa pekerja/buruh dari Federasi Pertambangan Dan Energi filiasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI), menggelar aksi demo di Kantor PT. Nadesico Nickel Industry (NNI), di Gedung Noble House, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat , 28/8/2026.   Aksi demo tersebut dilatar belakangi, kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sepihak, yang dilakukan …

x
x