Home » Headline » Tauziah Ramadhan: Filosofi Timun Suri Sebagai Maskot di Bulan Puasa

Tauziah Ramadhan: Filosofi Timun Suri Sebagai Maskot di Bulan Puasa

dito 02 Apr 2023 209

NasionalPos.com, Jakarta– Ada satu buah yang sangat lekat sekali citranya dengan bulan Ramadhan. Kalau saja diadakan pemilihan maskot sebagai simbol bulan puasa, niscaya buah tersebut yang terpilih. Itulah dia buah yang bernama timun suri, demikian disampaikan H. Lukman Rais, SH Pemerhati Tanaman kepada awak media, Sabtu, 1 April 2023 di Jakarta.

“Buah yang satu ini tidak hanya lezat untuk disantap ketika berbuka puasa, namun memiliki filosofi yang patut kita jadikan pelajaran. Inilah beberapa nilai luhur yang terkandung di dalamnya.” ungkap H. Lukman Rais.

Menurut H.Lukman Rais, makna yang dapat menjadi pelajaran dari buah Timun Suri, sebagai berikut :

Pertama, Timun Suri adalah buah yang fleksibel. Ia bisa disajikan bersama teman-temannya seperti cincau, kolang-kaling, agar-agar dan sebagainya hingga menjadi satu kesatuan yang disebut es campur. Meski demikian, ia juga tetap segar jika disajikan sendirian saja cukup dengan air gula yang dingin.

Ini menunjukkan, lanjut H. Lukman, bahwa Timun Suri pandai menempatkan diri. Ia bisa bekerja sama secara berkelompok, dan ia bisa pula bekerja secara sendirian.

Baca Juga :  Munarman Ikuti Ikrar Setia NKRI di Lapas Salemba

“Keduanya sama-sama dilakukan secara efektif dan penuh dedikasi, nah ini makna pertama dari filosofis Timun Suri.”terang H. Lukman Rais.

Selanjutnya, imbuh H. Lukman, Kedua, Timun Suri adalah buah yang jujur dan memberikan kemudahan bagi orang lain. Untuk memilih mana buah yang sudah matang, cukup lihat saja yang sudah retak atau sedikit terbelah tipis.

“Insya Allah pilihan kita pasti tepat, bandingkan dengan buah semangka, tentu tidak semua orang bisa memilih mana yang matang. Saya sendiri sering terkecoh memilih semangka yang dikira matang, ternyata belum.”tutur H. Lukman Rais.

Kemudian ia juga menuturkan, bahwa makna Ketiga, Timun Suri adalah buah yang selalu ingat dari mana dia berasal. Hal ini terbukti bahwa ia tidak malu diberi nama dengan nama klan keluarganya, yaitu mentimun. Tidak semua buah yang masih kerabat dengan mentimun mau disematkan nama timun. Contohnya blewah, melon, dan lainnya.

Baca Juga :  Ada Martabat Manusia Yang harus di Hormati di balik Aplikasi itu

“Hal tersebut juga dapat di cermati dalam kehidupan sehari-hari, yakni berapa banyak orang yang merantau hingga sukses, namun setelah itu ia melupakan orang tuanya sendiri. Sungguh orang-orang seperti ini harus belajar dari timun suri.” Tukas H. Lukman Rais.

H.Lukman Rais juga mengingatkan namun dari semua nilai baik yang terkandung dalam timun suri, ada pula sisi yang tidak patut dicontoh, yaitu buah ini hanya muncul ketika bulan Ramadhan saja. Begitu bulan puasa menghilang, maka hilang pula timun suri dari peredaran.

“Mirip seperti semangat kita yang hanya muncul begitu datang bulan Ramadhan, namun begitu bulan puasa menghilang, maka hilang pula semangat kita dalam beribadah. Hati-hati, jangan seperti ini, meskipun Bulan Ramadhan sudah pergi, kualitas maupun kuantitas ibadah dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT harus semakin ditingkatkan, serta silahturahim kita kepada sesama harus tetap terjaga dengan baik, Syahrul Mubarak.”pungkas H. Lukman Rais.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

  NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Hampir Setahun Jalan di Tempat, Laporan Dhofir di Banyuwangi Disorot Publik

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI,  NASIONALPOS.COM – Mandeknya Penegakkan hukum kembali mencuat. Kali ini datang dari penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ancaman melalui media sosial yang dilaporkan oleh Dhofir, pemilik akun TikTok Pasopati Jatim. Hampir satu tahun berjalan, laporan tersebut disebut tak kunjung bergerak signifikan. Dalam keterangannya kepada awak media, Dhofir secara blak-blakan menilai kinerja penyidik Subdit …

x
x