Home » Headline » TB.Massa Djafar: Ada Resiko Konflik Dibalik Jalan Soft Prabowo

TB.Massa Djafar: Ada Resiko Konflik Dibalik Jalan Soft Prabowo

Dhio Justice Law 04 Okt 2026 25

NasionalPos. com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto telah melakukan reshuffle kabinet dengan pendekatan politik lunak (soft approach). Langkah penataan ulang konfigurasi kekuasaan itu merupakan upaya menghindari konfrontasi terbuka menghadapi dinamika politik yang melibatkan figur-figur yang diasosiasikan dengan lingkaran mantan Presiden Joko Widodo atau dikenal dengan sebutan “Geng Solo”.

Pengamat politik yang juga Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas), Assoc. Prof. TB. Massa Djafar, Ph.D., menilai langkah Prabowo adalah bentuk kehati-hatian dalam mengelola kekuasaan.

“Prabowo menempuh jalan soft, tidak frontal. Wantimpres tidak punya kewenangan, bukan eksekutor. Tapi mereka tidak lagi di eksekutif,” ujar TB. Massa saat dihubungi NasionalPos. com, Minggu (4/10/2026)

Pergeseran posisi sejumlah figur menjadi salah satu indikasi pendekatan tersebut. Listyo Sigit Prabowo, yang sebelumnya menjabat Kapolri, kini dipercaya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Sementara Pratikno, mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), kini menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Baca Juga :  Lapas Kelas IIB Lumajang Selangkah Lagi Raih Predikat WBK : Verifikasi Lapangan dari Tim Penilai Internal Kemenkumham.

Keduanya dikenal publik sebagai figur yang diasosiasikan dengan Geng Solo. Namun, alih-alih melakukan pemutusan hubungan secara frontal, Prabowo memilih menempatkan mereka pada posisi baru dengan karakter dan kewenangan berbeda.

Menurut TB. Massa, persoalan yang dihadapi Prabowo jauh lebih kompleks daripada sekadar mengatur ulang posisi elite politik. Perubahan politik yang tidak terkendali justru berpotensi membuka ruang konflik terbuka, terutama ketika kondisi sosial ekonomi nasional masih rapuh, sementara tekanan geopolitik global terus meningkat.

“Perubahan politik yang tidak terkendali berpotensi membuka ruang konflik terbuka di tengah kondisi fundamental sosial ekonomi yang rapuh, kerentanan konflik geopolitik, dan masih kuatnya sumber daya oligarki sebagai entitas ekonomi politik yang sangat terusik kepentingannya,” ungkapnya.

TB. Massa mengingatkan bahwa persoalan yang diwariskan dari pemerintahan sebelumnya membuat situasi politik dan ekonomi dalam kondisi tidak normal. Dalam situasi ini, kebijakan pemerintah, termasuk terobosan yang sebenarnya ditujukan untuk kepentingan publik, berpotensi memicu resistensi.

“Di tengah situasi abnormal buah peninggalan rezim lama, apa saja kebijakan Prabowo sangat mudah memicu resistensi,” jelasnya.

Baca Juga :  Dandim Tutup Kegiatan Pelatihan dan Praktek Pembuatan Ekstrak Albumin Ikan Gabus

Menurutnya, tantangan pemerintahan Prabowo tidak cukup dijawab dengan manuver politik atau strategi konsolidasi kekuasaan. Penguatan penegakan hukum dan peningkatan kapasitas pemerintahan justru menjadi kebutuhan mendesak untuk mengembalikan kepercayaan publik.

“Dalam kondisi abnormal, law enforcement masih kedodoran, harus diperkuat. Kapasitas dan kinerja pemerintah Prabowo harus ditingkatkan dan dioptimalkan,” tandasnya.

TB. Massa menilai, strategi politik yang baik sekalipun tidak otomatis mendapatkan apresiasi masyarakat apabila tidak diikuti hasil nyata. Sebab, publik menilai pemerintah berdasarkan pengalaman sehari-hari, bukan semata-mata dari kalkulasi politik di balik sebuah kebijakan.

“Jika tidak, apa yang dianggap baik akan terbaca dan dinilai buruk oleh publik. Tidak semua kelompok masyarakat bisa membaca apa strategi jitu di balik sebuah terobosan. Kalau faktanya apa yang dilihat dan dirasakan rakyat tidak benar, apalagi tidak memenuhi rasa keadilan, tetap saja kredibilitas pemerintah Prabowo dinilai buruk,” pungkasya. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Poros Rawamangun siap Mengawal Tugas Amanah Kapolri Baru, Polri Bersama Rakyat

dito

05 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Keberlanjutan kepemimpinan di Korps Bhayangkara resmi bergulir usai Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026) lalu, menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang telah menjabat sejak 2021. Momen pergantian pucuk pimpinan ini disambut oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk …

Nasabah Klaim Dirugikan dalam Kredit BPR Arto Moro, Ketua KANNI Semarang Soroti Dugaan Ketidakberesan, Nasabah NS Mengaku Berjuang Mencari Keadilan

Indri Kalteng

05 Okt 2026

    SEMARANG, JAWA TENGAH — http://Nasionalpos.com// Persoalan kredit antara seorang nasabah berinisial NS, perempuan berusia 62 tahun, dengan BPR Arto Moro Semarang mendapat sorotan dari Ketua Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) Kota Semarang, Johanes Krisnantoro (JK). NS, warga Perumahan Wanamukti, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, mengaku mengalami persoalan berkepanjangan terkait fasilitas kredit yang diperolehnya …

UU Pengaturan Reforma Agraria: Dibuat Instan, Lahir Sumir, Rentan di Uji Materiil ke MK

dito

05 Okt 2026

NasionalPos. com, Jakarta- Di sela-sela aktivitasnya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, advokat Andi Darwin R. Ranreng, S.E., S.H. dari Kantor Hukum DRR Associate menyampaikan catatan kritis atas Undang-Undang tentang Pengaturan Reforma Agraria yang baru saja di sahkan DPR RI tanggal 24/9/2026.   Dalam kesempatan ini, Ia menyampaikan dukungannya terhadap reforma agraria, akan tetapi ia menilai …

Jelang Akhir Anggaran Tahun 2026 DKI Jakarta, Poros Rawamangun Desak Aparat Hukum Usut Tuntas 5 Kasus Dugaan Korupsi di Jakarta

dito

04 Okt 2026

Nasional pos.com, Jakarta- Tahun anggaran 2026 belum berakhir, tapi catatan hitam dugaan korupsi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta sudah menggunung, dari hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan mengungkap 5 kasus dugaan korupsi dengan total nilai fantastis mencapai lebih dari setengah triliun rupiah, demikian di sampaikan Rudy Darmawanto SH Ketua Umum Poros Rawamangun, Minggu, 4/10/2026 di Jakarta. …

Permasalahan Dokter dan Dokter Gigi Asing Berpraktik Di Indonesia

dito

04 Okt 2026

Nasional pos.com, Jakarta- Presiden Prabowo pada pidato di Rapat Paripurna DPR dalam rangka HUT Kemerdekaan ke 81, mengemukakan mengenai kemungkinan mengundang dokter dari negara lain untuk praktik di Indonesia untuk waktu yang terbatas.   Hal ini untuk mengatasi kekurangan yang menurutnya, Indonesia kini membutuhkan setidaknya 84.781 dokter umum, 127.580 dokter gigi, dan 55.712 dokter spesialis. …

Wujudkan Seleksi Anggota KND Partisipatif, Menteri Sosial Harus Batalkan Kepmensos 130/2026, Pokja Lapor ke Ombudsman RI

dito

04 Okt 2026

Nasional pos.com, Jakarta – Koalisi Nasional Pokja Implementasi UU Penyandang Disabilitas menyatakan menolak terbentuknya panitia seleksi anggota Komisi Nasional Disabilitas yang dibentuk melalui Keputusan Menteri Sosial Nomor 130/HUK/2026 tentang Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Periode 2026-2031 (Kepmensos 130/2026), yang di sahkan oleh kementerian Sosial, 4 Agustus 2026 lalu, demikian yang di …

x
x