- daerahKlarifikasi Dugaan Pungli, SMAN 3 Painan Tegaskan Dana Orang Tua Merupakan Sumbangan Berdasarkan Kesepakatan Bersama
- HeadlineKetum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas
- Top NewsWali Kota Lubuk Linggau Ambil Rapor Anak, Dukung Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah
- Top NewsSekda Buka Sosialisasi Manfaat Program BPJS ketenagakerjaan Bagi Koperasi Merah Putih
- Top NewsStaf Ahli I Hadiri Haflatut Tasyakur Wal Ikhtitam Ponpes Ittihadul Ulum Kota Lubuk Linggau

Pengamat : Perlu Dibentuk Team Investigasi Independent untuk Usut Tuntas Insiden Boyolali
NasionalPos.com, Yogyakarta- Situasi menjelang pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang, nampaknya bukan hanya diwarnai semakin menghangatnya konstestasi para pasangan calon presiden-cawapres, melalui berbagai media baik media sosial maupun media kampanye lain, akan tetapi kondisi persaingan antar Team sukses beserta para pendukung capres-cawapres peserta pilpres yang semakin memanas tersebut,
Tiba-tiba saja, Masyarakat dikejutkan dengan adanya peristiwa tindak kekerasan yang diduga melibatkan Sejumlah oknum TNI ditengarai melakukan penganiayaan terhadap relawan pendukung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres dan Cawapres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu 30/12/2023 kemaren.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dua orang relawan Ganjar-Mahfud yang diduga mengalami penganiayaan berupa tindak kekerasan saat dalam perjalanan pulang dari acara di Boyolali.
Sontak saja, informasi mengenai dugaan tindak kekerasan itu langsung menyebar ke berbagai kalangan Masyarakat, kemudian insiden itu juga disoroti oleh Agus Yohanes pengamat sosial kemasyarakatan.
Kepada wartawan yang menghubunginya, Agus mendesak agar tindak kekerasan yang dialami relawan pasangan calon (paslon) nomor urut 3 itu harus di usut tuntas, bahkan ia menyebut tindak kekerasan tersebut merupakan tindakan yang terindikasi berimplikasi menciderai nilai-nilai netralitas TNI dalam pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang, dan juga dapat berimplikasi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap anggota TNI sebagai aparat negara yang memiliki tugas dan tanggungjawab menjaga keamanan dalam pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang.
“ Apapun alasannya, entah itu tindakan itu dilakukan spontanitas atau tidak, tindakan penganiayaan dengan keroyokan itu, tidak dapat di tolerir, bayangkan saja 7 orang harus menghadapi 15 orang yang langsung datang melakukan penyerangan, sehingga akibatnya lima orang menjalani rawat jalan dan dua lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit daerah Pandan Arang, Boyolali.”Tukas Agus Yohanes kepada wartawan, Senin, 1/1/2024 di Yogyakarta.
Menurut Agus, dirinya sangat menyesalkan kejadian tersebut, sehingga ia berpendapat kalau alasan penganiayaan itu disebabkan oleh adanya kebisingan knalpot motor yang di kendarai oleh para relawan pasalon capres cawapres nomor tiga yang baru pulang dari suatu acara yang kemudian melintas Asrama Kompi Senapan B Yonif 408/Sbh, alasan kebisingan tidak bisa menjadi alibi untuk melakukan penganiayaan dengan pengeroyokan oleh 15 orang oknum anggota TNI tersebut, karena kalau mereka merasa bising oleh knalpot motor yang di kendarai para korban, sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara persuasif, santun, elegan dan kemudian menyerahkannya ke pihak kepolisian, karena memang ranahnya kepolisian dalam urusan ketertiban dalam berlalu lintas, dan bukan ranah TNI.
“ Insiden itu, bukan hanya menunjukkan sikap arogansi dari seorang anggota TNI, melainkan juga sudah ditengarai melanggar atau mengabaikan norma-norma kewenangan, norma susila dan tentunya tindak kekerasan itu merupakan tindak pidana, ya, diharapkan hukumannya bukan hanya sekedar dipecat dari kedinasan saja, tapi juga ada hukuman pidananya.” tandas Agus Yohanes yang juga mantan anggota LSM Kontras.
Selain itu, lanjut Agus Yohanes, pengusutan kasus itu tidak dapat hanya di lihat dari hukum militer saja, tapi juga harus di usut dari sisi hukum positif sipil, dan modus operandi pelaku tindak kekerasaan itu pun tidak bisa hanya di lihat dari satu sisi saja, melainkan harus di cermati secara komprehensif, termasuk adanya indikasi modus politis, mengapa demikian?
Karena insiden itu terjadi di masa kampanye pilpres 2024, dan korbannya adalah relawan salah satu pasalon peserta pilpres, yakni relawan pasangan capres-cawapres nomor 3 (Ganjar-Mahfud MD), ya, kalau insidennya terjadi bukan pada masa kampanye pilpres dan korbannya bukan relawan pasangan capres-cawapres, mungkin unsur politisnya bisa di abaikan.
“Suka atau tidak suka, dan tidak bisa dipungkiri, masyarakat akan menilai dan bahkan akan mencurigai kejadian tersebut ada sinyalemen terkait dengan modus politisnya, ya, harapannya untuk memenuhi rasa keadilan publik, serta untuk mencegah agar tidak terulanginya insiden serupa, saya usulkan agar negara perlu membentuk Team Investigasi Independent untuk melakukan pengusutan insiden tersebut secara tuntas, transparan, obyektif dan tidak ada dusta, nah, kalau ditahapan masa pilpres 2024, peristiwa seperti itu masih terulang lagi, maka kita dan juga masyarakat bakal menyatakan bahwa pelaksanaan pilpres 2024 tidak legitimate..karena pilpres ditengarai berlangsung dengan diwarnai indikasi kecurangan dan berbagai intimidasi yang di duga dilakukan secara struktur dan sistematis, ”pungkas Agus Yohanes.
dito
19 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta. Pada kegiatan ini, Letjen …
dito
15 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya. Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …
dito
14 Jun 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat. Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …
Dhio Justice Law
12 Jun 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …
Dhio Justice Law
11 Jun 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …
Primadoni,SH
10 Jun 2026
Pesisir Selatan, Naainalpos.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Dedie Tri Hariyadi, didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Sumatera Barat, Seftie Dedie, melaksanakan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan pada Rabu (10/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kajati Sumbar turut didampingi Asisten Pembinaan, Asisten Tindak Pidana Khusus, Kepala Bagian Tata Usaha serta rombongan dari Kejaksaan Tinggi …
21 Nov 2024 1.970 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.565 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.411 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.358 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.324 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.286 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.179 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.