Home » Headline » Pengamat : Perlu Dibentuk Team Investigasi Independent untuk Usut Tuntas Insiden Boyolali

Pengamat : Perlu Dibentuk Team Investigasi Independent untuk Usut Tuntas Insiden Boyolali

dito 01 Jan 2024 143

NasionalPos.com, Yogyakarta- Situasi menjelang pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang, nampaknya bukan hanya diwarnai semakin menghangatnya konstestasi para pasangan calon presiden-cawapres, melalui berbagai media baik media sosial maupun media kampanye lain, akan tetapi kondisi persaingan antar Team sukses beserta para pendukung capres-cawapres peserta pilpres yang semakin memanas tersebut,

Tiba-tiba saja, Masyarakat dikejutkan dengan adanya peristiwa tindak kekerasan yang diduga melibatkan Sejumlah oknum TNI ditengarai melakukan penganiayaan terhadap relawan pendukung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres dan Cawapres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu 30/12/2023 kemaren.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dua orang relawan Ganjar-Mahfud yang diduga mengalami penganiayaan berupa tindak kekerasan saat dalam perjalanan pulang dari acara di Boyolali.

Sontak saja, informasi mengenai dugaan tindak kekerasan itu langsung menyebar ke berbagai kalangan Masyarakat, kemudian insiden itu juga disoroti oleh Agus Yohanes pengamat sosial kemasyarakatan.

Kepada wartawan yang menghubunginya, Agus mendesak agar  tindak kekerasan yang dialami relawan pasangan calon (paslon) nomor urut 3 itu harus di usut tuntas,  bahkan ia menyebut tindak kekerasan tersebut merupakan tindakan yang  terindikasi berimplikasi menciderai nilai-nilai netralitas TNI dalam pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang, dan juga dapat berimplikasi menurunkan kepercayaan masyarakat  terhadap anggota TNI sebagai aparat negara yang memiliki tugas dan tanggungjawab menjaga keamanan dalam pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang.

“ Apapun alasannya, entah itu tindakan itu dilakukan spontanitas atau tidak, tindakan penganiayaan dengan keroyokan itu, tidak dapat di tolerir, bayangkan saja 7 orang harus menghadapi 15 orang yang langsung datang melakukan penyerangan, sehingga akibatnya lima orang menjalani rawat jalan dan dua lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit daerah Pandan Arang, Boyolali.”Tukas Agus Yohanes kepada wartawan, Senin, 1/1/2024 di Yogyakarta.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Tambahan Lokasi Relokasi Bagi Warga Terdampak Gempa Cianjur

Menurut Agus, dirinya sangat menyesalkan kejadian tersebut, sehingga ia berpendapat kalau alasan penganiayaan itu disebabkan oleh adanya kebisingan knalpot motor yang di kendarai oleh para relawan pasalon capres cawapres nomor tiga yang baru pulang dari suatu acara yang kemudian melintas Asrama Kompi Senapan B Yonif 408/Sbh, alasan kebisingan tidak bisa menjadi alibi untuk melakukan penganiayaan dengan pengeroyokan oleh 15 orang oknum anggota TNI tersebut, karena kalau mereka merasa bising oleh knalpot motor yang di kendarai para korban, sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara persuasif, santun, elegan dan kemudian menyerahkannya  ke pihak kepolisian, karena memang ranahnya kepolisian dalam urusan ketertiban dalam berlalu lintas, dan bukan ranah TNI.

“ Insiden itu, bukan hanya menunjukkan sikap arogansi dari seorang anggota TNI, melainkan juga sudah ditengarai melanggar atau mengabaikan norma-norma kewenangan, norma susila dan tentunya tindak kekerasan itu merupakan tindak pidana, ya, diharapkan hukumannya bukan hanya sekedar dipecat dari kedinasan saja, tapi juga ada hukuman pidananya.” tandas Agus Yohanes yang juga mantan anggota LSM Kontras.

Baca Juga :  Kodim 1016 Palangka Raya Terima Alkom HT Hybrid EP 821 PRO dari Mabes TNI AD

Selain itu, lanjut Agus Yohanes, pengusutan kasus itu tidak dapat hanya di lihat dari hukum militer saja, tapi juga harus di usut dari sisi hukum positif sipil, dan modus operandi pelaku tindak kekerasaan itu pun tidak bisa hanya di lihat dari satu sisi saja, melainkan harus di cermati secara komprehensif, termasuk adanya indikasi modus politis, mengapa demikian?

Karena insiden itu terjadi di masa kampanye pilpres 2024, dan korbannya adalah relawan salah satu pasalon peserta pilpres, yakni relawan pasangan capres-cawapres nomor 3 (Ganjar-Mahfud MD), ya, kalau insidennya terjadi bukan pada masa kampanye pilpres dan korbannya bukan relawan pasangan capres-cawapres, mungkin unsur politisnya bisa di abaikan.

“Suka atau tidak suka, dan tidak bisa dipungkiri,  masyarakat akan menilai dan bahkan akan mencurigai kejadian tersebut ada sinyalemen terkait dengan modus politisnya, ya, harapannya untuk memenuhi rasa keadilan publik, serta untuk mencegah agar tidak terulanginya insiden serupa,  saya usulkan agar negara perlu membentuk Team Investigasi Independent untuk melakukan pengusutan insiden tersebut secara tuntas, transparan, obyektif dan tidak ada dusta, nah, kalau  ditahapan masa pilpres 2024, peristiwa seperti itu masih terulang lagi, maka kita dan juga masyarakat bakal menyatakan bahwa pelaksanaan pilpres 2024 tidak legitimate..karena pilpres ditengarai berlangsung dengan diwarnai indikasi kecurangan dan berbagai intimidasi yang di duga dilakukan secara struktur dan sistematis, ”pungkas Agus Yohanes.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta.   Pada kegiatan ini, Letjen …

PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Kajati Sumbar Kunjungi Kejari Pesisir Selatan, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Penguatan Sinergi

Primadoni,SH

10 Jun 2026

Pesisir Selatan, Naainalpos.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Dedie Tri Hariyadi, didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Sumatera Barat, Seftie Dedie, melaksanakan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan pada Rabu (10/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kajati Sumbar turut didampingi Asisten Pembinaan, Asisten Tindak Pidana Khusus, Kepala Bagian Tata Usaha serta rombongan dari Kejaksaan Tinggi …

x
x