- NasionalJajaran Pemkot Lubuk Linggau Hadiri dan Ikuti Acara Mendengarkan Pidato Kenegaraan
- daerahBawaslu Pesisir Selatan Hadirkan Akademisi UNP Reno Fernandes, Siswa SMAN 1 Koto XI Tarusan Antusias Ikuti Kelas Pemilu
- HukumAnggaran Operasional Disporaparekraf Pesibar Tembus Rp1,5 Miliar, Rakyat Dapat Apa?
- HeadlinePerkumpulan Konsumen Transportasi online, Usulkan Status Hybrid bagi Ojol dan pembentukan BLU bid Transportasi Online Berbasis Koperasi
- daerahLagi-Lagi Kabupaten Pesisir Selatan Raih Nilai Terbaik, JDIH Diganjar Predikat AA Istimewa

Pengamat : Perlu Dibentuk Team Investigasi Independent untuk Usut Tuntas Insiden Boyolali
NasionalPos.com, Yogyakarta- Situasi menjelang pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang, nampaknya bukan hanya diwarnai semakin menghangatnya konstestasi para pasangan calon presiden-cawapres, melalui berbagai media baik media sosial maupun media kampanye lain, akan tetapi kondisi persaingan antar Team sukses beserta para pendukung capres-cawapres peserta pilpres yang semakin memanas tersebut,
Tiba-tiba saja, Masyarakat dikejutkan dengan adanya peristiwa tindak kekerasan yang diduga melibatkan Sejumlah oknum TNI ditengarai melakukan penganiayaan terhadap relawan pendukung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres dan Cawapres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu 30/12/2023 kemaren.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dua orang relawan Ganjar-Mahfud yang diduga mengalami penganiayaan berupa tindak kekerasan saat dalam perjalanan pulang dari acara di Boyolali.
Sontak saja, informasi mengenai dugaan tindak kekerasan itu langsung menyebar ke berbagai kalangan Masyarakat, kemudian insiden itu juga disoroti oleh Agus Yohanes pengamat sosial kemasyarakatan.
Kepada wartawan yang menghubunginya, Agus mendesak agar tindak kekerasan yang dialami relawan pasangan calon (paslon) nomor urut 3 itu harus di usut tuntas, bahkan ia menyebut tindak kekerasan tersebut merupakan tindakan yang terindikasi berimplikasi menciderai nilai-nilai netralitas TNI dalam pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang, dan juga dapat berimplikasi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap anggota TNI sebagai aparat negara yang memiliki tugas dan tanggungjawab menjaga keamanan dalam pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang.
“ Apapun alasannya, entah itu tindakan itu dilakukan spontanitas atau tidak, tindakan penganiayaan dengan keroyokan itu, tidak dapat di tolerir, bayangkan saja 7 orang harus menghadapi 15 orang yang langsung datang melakukan penyerangan, sehingga akibatnya lima orang menjalani rawat jalan dan dua lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit daerah Pandan Arang, Boyolali.”Tukas Agus Yohanes kepada wartawan, Senin, 1/1/2024 di Yogyakarta.
Menurut Agus, dirinya sangat menyesalkan kejadian tersebut, sehingga ia berpendapat kalau alasan penganiayaan itu disebabkan oleh adanya kebisingan knalpot motor yang di kendarai oleh para relawan pasalon capres cawapres nomor tiga yang baru pulang dari suatu acara yang kemudian melintas Asrama Kompi Senapan B Yonif 408/Sbh, alasan kebisingan tidak bisa menjadi alibi untuk melakukan penganiayaan dengan pengeroyokan oleh 15 orang oknum anggota TNI tersebut, karena kalau mereka merasa bising oleh knalpot motor yang di kendarai para korban, sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara persuasif, santun, elegan dan kemudian menyerahkannya ke pihak kepolisian, karena memang ranahnya kepolisian dalam urusan ketertiban dalam berlalu lintas, dan bukan ranah TNI.
“ Insiden itu, bukan hanya menunjukkan sikap arogansi dari seorang anggota TNI, melainkan juga sudah ditengarai melanggar atau mengabaikan norma-norma kewenangan, norma susila dan tentunya tindak kekerasan itu merupakan tindak pidana, ya, diharapkan hukumannya bukan hanya sekedar dipecat dari kedinasan saja, tapi juga ada hukuman pidananya.” tandas Agus Yohanes yang juga mantan anggota LSM Kontras.
Selain itu, lanjut Agus Yohanes, pengusutan kasus itu tidak dapat hanya di lihat dari hukum militer saja, tapi juga harus di usut dari sisi hukum positif sipil, dan modus operandi pelaku tindak kekerasaan itu pun tidak bisa hanya di lihat dari satu sisi saja, melainkan harus di cermati secara komprehensif, termasuk adanya indikasi modus politis, mengapa demikian?
Karena insiden itu terjadi di masa kampanye pilpres 2024, dan korbannya adalah relawan salah satu pasalon peserta pilpres, yakni relawan pasangan capres-cawapres nomor 3 (Ganjar-Mahfud MD), ya, kalau insidennya terjadi bukan pada masa kampanye pilpres dan korbannya bukan relawan pasangan capres-cawapres, mungkin unsur politisnya bisa di abaikan.
“Suka atau tidak suka, dan tidak bisa dipungkiri, masyarakat akan menilai dan bahkan akan mencurigai kejadian tersebut ada sinyalemen terkait dengan modus politisnya, ya, harapannya untuk memenuhi rasa keadilan publik, serta untuk mencegah agar tidak terulanginya insiden serupa, saya usulkan agar negara perlu membentuk Team Investigasi Independent untuk melakukan pengusutan insiden tersebut secara tuntas, transparan, obyektif dan tidak ada dusta, nah, kalau ditahapan masa pilpres 2024, peristiwa seperti itu masih terulang lagi, maka kita dan juga masyarakat bakal menyatakan bahwa pelaksanaan pilpres 2024 tidak legitimate..karena pilpres ditengarai berlangsung dengan diwarnai indikasi kecurangan dan berbagai intimidasi yang di duga dilakukan secara struktur dan sistematis, ”pungkas Agus Yohanes.
Iyut Ermawati - Karawang
13 Agu 2026
NASIONALPOS.com Pesisir Barat, 13 Agustus 2026 || Di tengah kebutuhan pembangunan pariwisata, kepemudaan, olahraga, dan ekonomi kreatif yang masih menanti sentuhan nyata, rencana belanja operasional Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kabupaten Pesisir Barat Tahun Anggaran 2026 justru menjadi sorotan. Berdasarkan penelusuran data pengadaan pada Rabu, 12 Agustus 2026, anggaran operasional pada sejumlah …
dito
12 Agu 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Menanggapi usulan pemerintah agar ojol Berstatus sebagai pelaku UMKM, kepada wartawan, Ign Wibowo ketua umum Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Rabu, 12/8/2026 di Jakarta, ia mengatakan bahwa pihaknya sangat tidak setuju jika ojol di masukkan sebagai pelaku UMKM, pasalnya ojol bukan pelaku usaha mandiri seperti pelaku UMKM yang lain, karena tergantung pada penyedia layanan …
dito
12 Agu 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Gojek Grab Bikers Comunity (GGBC) Jabotabek menolak status ojek daring atau ojek online (ojol) menjadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rencana peraturan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang segera disahkan Pemerintah, demikian di sampaikan Aping Ketua Umum GGBC Jabotabek kepada wartawan, Rabu, 12/8/2026 di …
dito
11 Agu 2026
NasionalPos.com, Jakarta – Berangkat dari persoalan PHK sepihak tanpa pemberitahuan dan tanpa pesangon, yang di duga dilakukan oleh pihak Universitas Trisakti dan di dukung oleh Yayasan Trisakti pimpinan Ainun Na’im terhadap seorang dosen senior berinisial NIS, dengan alibi tidak dibayarkannya hak tersebut di karenakan yang bersangkutan masih dikategorikan sebagai calon dosen tetap selama 2015-2025, Serta …
Dhio Justice Law
07 Agu 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Setiap pemimpin memiliki momentum untuk menentukan arah sejarahnya. Bagi Presiden Prabowo Subianto, momentum saat ini adalah reshuffle kabinet. Reshuffle bukan sekadar mengganti orang di kursi menteri, tapi sebuah pernyataan politik tentang standar kepemimpinan yang ingin dibangun seorang presiden. Saat itulah publik akan menilai, apakah …
dito
06 Agu 2026
NasionalPos.com, Makassar- Perkembangan sengketa tanah di kawasan Tallo, Makassar, yang kini digunakan sebagai Asrama Polisi (Aspol) Polda Sulsel, nampak menemukan titik terang benderang untuk membuktikan kebenaran dan keabsahan kliennya sebagai pemilik lahan tersebut, yang tidak di pindah tangan kan ke pihak manapun,demikian di sampaikan Andi Darwin R. Ranreng, Pimpinan DRR Associates Legal Consultants yang bertindak …
21 Nov 2024 2.209 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.698 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.507 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.480 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.405 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.367 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.243 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.