- daerahMuslim M Yatim Ajak Masyarakat Rawat Persatuan dalam Keberagaman
- HukumKeluarga Fujiyanto/Yanto/Petak nyatakan Komitmen Untuk Restorative Justice/RJ terkait kasus Sholeh, melalui Kuasa Hukumnya Adv. Sukindar, S.H.*
- HukumTIM HUKUM SUKINDAR LAW FIRM DAMPINGI PERKARA PERKELAHIAN DI DEPAN SWALAYAN BENANG RAJA SALATIGA
- Headline40 Perusahaan China Jangan Ditutupi Pergantian Menteri
- HeadlineAkademisi dan Aktivis Ajak Bersatu Lawan Impunitas Di Acara Aksi Kamisan ke 925

Tragedi Boyolali Bisa Memicu Gerakan Rakyat Menggugat Netralitas TNI
NasionalPos.com, Jakarta- Dari informasi yang diperoleh menyebutkan perkembangan kasus dugaan penganiayaan terhadap relawan Ganjar Pranowo oleh oknum anggota TNI di Boyolali, Jawa Tengah telah naik status ke penyidikan, bahkan Kemudian, Pomdam IV Diponegoro telah menetapkan enam tersangka setingkat prajurit dua (Prada) dalam kasus ini, mulai Prada Y hingga Prada M.
Sementara itu, dari hasil pemeriksaan berdasarkan alat bukti yang diperoleh dan keterangan para terperiksa, saat ini penyidik Denpom IV/4 Surakarta telah mengerucutkan 6 orang pelaku, masing-masing Prada Y, Prada P, Prada A, Prada J, Prada F dan Prada M.
Sontak saja respon gerak cepat dari Pomdam IV Diponegoro untuk melakukan pemeriksaan dan kemudian menetapkan pelaku sebagai tersangka tersebut, tentu saja mendapatkan perhatian dari berbagai pihak di kalangan Masyarakat, termasuk diantaranya direspon oleh Agus Yohanes Pemerhati Sosial.
Kepada wartawan yang menghubunginya, Agus Yohanes menyampaikan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi Pomdam IV Diponegoro secara cepat melakukan tindakan hukum terhadap pelaku penganiyaan tersebut, akan tetapi dirinya berharap proses hukum tersebut harus dilakukan secara transparan, obyektif serta tidak ada intervensi dari pihak manapun..
“Ya, sudah sepatutnya pelaku diperiksa dengan mekanisme proses hukum pidana di militer, yang tentunya kami harapkan berlangsung dengan transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi,serta harus bisa mengungkap modus sesungguhnya yang melatarbelakangi terjadinya tindak kekerasaan penganiayaan tersebut, ya, jangan terburu-buru menyebutkan modusnya kesalahpahaman, gitu donk.”tukas Agus Yohanes kepada wartawan, Rabu, 3/1/2024 di Jakarta.
Menurut Agus Yohanes, sebelum proses hukum selesai, dirinya meminta kepada semua pihak terutama dari pihak Komando Distrik Militer 0724/Boyolali, agar tidak terburu-buru menyimpulkan modus dari tindak kekerasaan penganiyaan oleh 15 orang oknum anggota TNI-AD terhadap relawan pasalon presiden-wapres nomor 3 tersebut adalah kesalahpahaman semata, pasalnya dari alat bukti berupa rekaman video yang tersebar di media sosial, jika dicermati dengan seksama dan teliti, unsur kesalahpahaman itu tidak nampak dan tidak ada tindakan menegur pelaku terhadap korban,
Bahkan terkesan dan patut di duga peristiwa itu terjadi karena ada dugaan unsur yang sudah di persiapkan, artinya ada dugaan yang dipersiapkan oleh pelaku, ketika korban lewat langsung saja diserang kemudian dipukuli, baik di jalanan depan Markas Kompi Senapan B Batalyon Infanteri 408/Suhbrastha di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah maupun ada yang dibawa dan dipukuli di pos penjagaan Markas Kompi Senapan B Batalyon Infanteri 408/Suhbrastha tersebut.
Kalau alasannya merasa terganggu, mengapa pelaku tidak membawa relawan pasalon presiden-wapres nomor 3 tersebut ke kepolisian, sebab masalah lalu lintas itu ranahnya institusi Polri, bukan ranahnya TNI, kalau alasannya emosional karena merasa terganggu akibat kebisingan knalpot motor brong yang dikendarai korban, mengapa tidak ditegur baik-baik, kemudian serahkan saja pengendara motor itu ke pihak kepolisian.
“Itu Semua harus dibuka, pihak TNI harus berhati-hati menyampaikan kesimpulan modus dari peristiwa tindak kekerasaan penganiayaan tersebut, jangan berspekulasi melainkan harus cermat, detail, tegas dan mengacu pada fakta, apakah ada unsur yang menyuruh atau tidak? Apakah ada unsur politis atau tidak? Ini semua harus di jawab secara komprehensif .”tandas Agus Yohanes.
Karena lanjut Agus Yohanes, kejadian tersebut terjadi pada momentum persiapan pilpres 2024, yang suka atau tidak suka, dan tidak dapat dipungkiri, tentunya pandangan masyarakat terhadap kasus tersebut tidak terlepas pada perspektif politis, sehingga dengan demikian sudah sewajarnya proses hukum terhadap pelaku itu harus juga dikawal oleh Masyarakat, tentunya di harapkan komponen Masyarakat seperti KontraS, LBH, PBHI, serta Lembaga negara seperti Komnas HAM, harus serius ikut mengawal proses hukum kasus ini.
“ Nah, yang harus diperhatikan apabila proses hukum kasus tindak kekerasaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI tersebut, tidak memenuhi rasa keadilan Masyarakat, maka tragedi Boyolali tersebut dapat Memicu Gerakan Rakyat Menggugat Netralitas TNI dalam penyelenggaraan Pilpres 2024.”pungkas Agus Yohanes.
Indri Kalteng
19 Sep 2026
Salatiga, Sabtu 19 September 2026 – Menindaklanjuti perkara perkelahian yang terjadi di Parkiran Swalayan Benang Raja, Jl. Taman Pahlawan No. 62, Kutowinangun Kidul, Tingkir, Kota Salatiga pada Jumat Malam, 12 September 2026 yang viral di media onlinea dan media sosial, Pihak Keluarga Fujiyanto/Yanto/Petak melalui Kuasa Hukumnya SUKINDAR & REKAN LAW FIRM pada Sabtu, …
Indri Kalteng
19 Sep 2026
Salatiga, 19 September 2026 – Telah terjadi perkelahian antara sesama rekan media yang diduga dipicu karena pengaruh minuman terjadi di area parkir Toko Benang Raja, Jl. Taman Pahlawan No. 62, Kelurahan Kutowinangun Kidul, Kec. Tingkir, Kota Salatiga. KRONOLOGIS KEJADIAN: 1. Waktu & Tempat: Kejadian pada Jumat Malam, 12 September 2026 terekam jelas di CCTV Parkiran …
Dhio Justice Law
19 Sep 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – isu 40 perusahaan asal China diduga tidak mematuhii kewajiban pajak tidak boleh berakhir sebagai pernyataan pejabat yang kemudian tenggelam dalam pergantian kekuasaan.Pemerintah tidak boleh diam. Jika dugaan tersebut memiliki dasar pemeriksaan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, maka pemerintah wajib menjelaskan kepada publik. Bukan …
dito
18 Sep 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Pada aksi massa kamisan ke 925 , di depan istana Negara Jakarta, Kamis, 17 September 2026 kemarin. Selain di hadiri oleh ratusan orang dari kalangan aktivis Hak Azasi Manusia, mahasiswa, akademisi, para pencari keadilan Hak Azasi Manusia, hadir juga seorang dosen senior Paulus Januar, yang menyampaikan kuliah jalanan. Dalam orasinya, Paulus Januar menyampaikan …
Dhio Justice Law
15 Sep 2026
NasionalPos.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk terbuka soal status hukum Jaksa Syahrul dalam perkara korupsi yang menjerat Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid. “Kami baru saja menyerahkan surat perihal Permintaan Klarifikasi dan Tindak Lanjut Hukum dalam Putusan Nomor 17/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Bjm. Surat ini juga kami tembuskan kepada Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda …
- Banyuwangi
15 Sep 2026
Banyuwangi, Nasionalpos.com – Dugaan adanya Dana Gotong Royong Infak Anak-Anak sebesar Rp 950 ribu per tahun di SMP Negeri 3 Genteng, Banyuwangi, menuai sorotan keras. Persoalan ini bukan semata soal nominal, tetapi menyangkut status Pembayaran, Dasar penetapan, Mekanisme pengumpulan, serta Transparansi penggunaan dana yang dibebankan kepada Wali murid, Selasa (15/09/2026) Informasi tersebut mencuat dari kartu …
21 Nov 2024 2.368 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.812 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.591 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.584 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.497 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.464 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.291 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.