Home » Ekonomi » Voice x AI Hadirkan Tren Baru dalam Dunia Bisnis

Voice x AI Hadirkan Tren Baru dalam Dunia Bisnis

Dewi Apriatin 06 Nov 2024 112

NasionalPos.com, Jakarta – Seiring dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), cara menjalankan bisnis mulai mengalami transformasi yang signifikan. Jika sebelumnya data untuk melatih AI umumnya berupa teks atau gambar, kini perhatian beralih ke suara atau voice sebagai sumber data potensial yang dapat dimanfaatkan secara efektif. Artikel ini akan membahas potensi suara sebagai data serta cara penggunaannya dalam dunia bisnis di era AI.

Mengapa “Voice x AI” Menarik Perhatian Saat Ini?

Kemunculan Generative AI menandai gelombang keempat dari perkembangan AI yang disebut sebagai revolusi baru. Bukan hanya tren sementara, revolusi ini diperkirakan akan bertahan lama, layaknya internet atau smartphone.

Dibandingkan dengan data teks atau gambar, penggunaan dan manfaat suara dalam AI belum begitu dikenal. Namun, ada berbagai teknologi canggih seperti pengubahan voice-to-text otomatis, peringkasan percakapan, dan analisis emosi dari isi percakapan. Dengan memanfaatkan teknologi ini, kita bisa meningkatkan produktivitas dan mengubah percakapan menjadi aset big data untuk analisis AI.

Ketika teknologi pengenalan suara semakin meluas, perubahan pun dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, saat ini kita umumnya mengoperasikan komputer dengan keyboard dan mouse atau menggunakan ponsel dengan layar sentuh. Namun, dengan semakin tingginya akurasi pengenalan suara, kebutuhan akan antarmuka berbasis suara (Voice User Interface atau VUI) seperti smart speaker juga meningkat. VUI memungkinkan input suara yang lebih cepat dan efisien, serta waktu operasional yang lebih singkat.

Selain itu, diperkirakan penggunaan suara dalam menyampaikan informasi akan semakin meningkat. Saat ini, informasi yang dihasilkan oleh AI biasanya disajikan dalam bentuk teks atau grafik, yang mudah dipahami namun memerlukan fokus visual. Sebaliknya, dengan menggunakan suara, kita dapat mendengarkan informasi secara multitasking atau sambil melakukan aktivitas lain. Meski otak harus tetap memproses isi informasi tersebut, indra penglihatan, tangan, dan kaki tetap bebas, sehingga meningkatkan efisiensi waktu dan diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan produktivitas.

Potensi Data Suara di Era AI

Selama ini, data bisnis lebih sering berbentuk teks atau gambar, misalnya dalam bentuk email atau dokumen. Namun, penelitian menunjukkan bahwa setiap harinya, orang menghabiskan sekitar 6 jam untuk berbicara, termasuk dalam pertemuan bisnis.

Percakapan antara pelanggan dan tim terkait sering kali mengandung informasi penting yang mendukung proses negosiasi atau keputusan bisnis. Namun, mencatat percakapan ini dengan lengkap dapat memakan waktu dan sulit dilakukan tanpa adanya bias.

Dengan merekam percakapan dan menganalisisnya menggunakan AI, kita dapat mengubah percakapan tersebut menjadi catatan yang otomatis terstruktur. AI mampu memisahkan percakapan berdasarkan topik dan menunjukkan perubahan emosi, sehingga informasi dapat disampaikan secara akurat dan efisien.

Selain itu, teknologi ini bisa menganalisis dan memvisualisasikan cara bicara seseorang. Misalnya, kita bisa melihat bagaimana reaksi orang lain terhadap topik yang dibicarakan tanpa harus repot merangkum atau menganalisis sendiri. Dengan bantuan data suara dan AI, komunikasi bisa menjadi lebih baik.

Dengan menggunakan AI untuk menganalisis percakapan, kita bisa mengatasi masalah di mana tidak jelas apa yang dibicarakan antara pelanggan dan agent. Dalam jangka panjang, data suara yang terkumpul juga bisa diolah menjadi big data.

Namun, penting untuk diingat bahwa hanya merekam suara saja tidak cukup untuk menggunakan AI. Di call center, meskipun merekam percakapan pelanggan sudah menjadi hal biasa, data rekaman itu harus diubah menjadi bentuk yang bisa dipahami oleh AI.

Dengan menggunakan mesin pengenalan suara, kita bisa mengubah percakapan menjadi teks. Kemudian, informasi ini bisa dihubungkan dengan analisis gaya bicara dan emosi serta data dari sistem lain.

Baca Juga :  H-6 Lalu Lintas Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Terpantau Meningkat Menjelang Natal 2025

Dengan cara ini, kita bisa memecahkan masalah “black box” di mana informasi lengkap seperti “siapa yang berbicara, kapan, dalam konteks industri apa, dengan siapa, tentang apa, cara bicaranya seperti apa, dan hasilnya,” yang semuanya bisa diubah menjadi data terstruktur yang siap digunakan oleh AI.

Contoh Penggunaan Voice x AI dalam Dunia Bisnis

Suara dan AI memiliki potensi yang besar untuk memperkuat penjualan, pemasaran, serta pelatihan karyawan.

Manfaat Voice x AI untuk Sales

Dengan merekam percakapan saat negosiasi bisnis dan layanan pelanggan, kita bisa menggunakan AI untuk menganalisis berbagai aspek dari percakapan tersebut. Misalnya, kita dapat melihat seberapa cepat orang berbicara, seberapa sering mereka berbicara dibandingkan dengan lawan bicara, intonasi suara, jumlah keheningan, dan lain-lain. Dengan informasi ini, kita bisa meningkatkan skrip pelatihan dan teknik negosiasi berdasarkan gaya berbicara dari para sales dengan performa tinggi. Ini akan membantu meningkatkan keterampilan seluruh tim sales.

Selain itu, dengan mengumpulkan dan menganalisis data suara, kita bisa menemukan pola yang berguna. Misalnya, kita bisa mengetahui bahwa “di industri ini, lebih mudah untuk mendapatkan perhatian pelanggan jika kita menelepon pada waktu tertentu di hari tertentu.” Dengan informasi ini, kita bisa mengatur waktu yang lebih efektif untuk berkomunikasi.

Namun, agar data suara ini bisa digunakan secara maksimal dalam aktivitas sales, penting untuk menunjukkan manfaatnya kepada tim. Jika staf merasa bahwa penggunaan pengenalan suara dapat menghemat waktu dalam membuat notulen dan laporan, mereka akan lebih termotivasi untuk menggunakannya. Dengan memperkenalkan sistem yang memungkinkan mereka merasakan manfaat dari data suara, kita bisa mendorong penggunaan suara dalam aktivitas penjualan secara lebih efektif.

Manfaat Voice x AI untuk Product Development dan Marketing

Sebelumnya, untuk mendengarkan langsung suara pelanggan, perusahaan B2B biasanya harus menghadiri pertemuan bisnis, sedangkan perusahaan B2C sering menggunakan metode seperti wawancara kelompok atau tes pasar. Metode-metode ini memerlukan banyak usaha dan biaya.

Sejak internet menjadi umum untuk aktivitas belanja, pengumpulan suara pelanggan melalui survei atau wawancara telah menjadi lebih mudah, tetapi masih ada tantangan. Banyak dari metode ini hanya menghasilkan data dalam bentuk teks, sehingga sulit untuk benar-benar menangkap “perasaan sebenarnya” atau “nuansa” dari apa yang diinginkan pelanggan.

Dengan menyimpan suara pelanggan sebagai “data suara,” perusahaan dapat mengumpulkan informasi yang lebih kaya, seperti kepribadian, nuansa, urgensi, dan emosi pelanggan, tanpa memerlukan banyak usaha. Data ini dapat diolah secara otomatis dan real-time, menjadikannya sebagai big data yang bisa digunakan untuk pengembangan produk dan strategi pemasaran yang lebih efektif.

Beberapa bank besar sekarang sudah mulai mengumpulkan semua percakapan di call center mereka sebagai big data. Mereka memanfaatkan informasi ini untuk menawarkan layanan yang lebih sesuai dan menyusun strategi pemasaran yang lebih baik. Dulu, call center sering dianggap sebagai “cost centers,” tetapi dengan memanfaatkan suara pelanggan sebagai data dan menggunakan AI, call center bisa berfungsi sebagai “sales centers” atau “marketing centers,” menjadi titik interaksi penting dengan pelanggan yang dapat menghasilkan keuntungan.

Manfaat Voice x AI untuk Human Resources Development & Management

Dalam pengembangan sumber daya manusia atau karyawan, terdapat dua tantangan utama: perbedaan dalam keterampilan pengajaran dan kesulitan dalam memberikan umpan balik yang konkret. Data suara bisa sangat membantu dalam mengatasi kedua masalah ini.

Baca Juga :  40.210 UMKM Binaan Telah Terapkan Transaksi Pembayaran QRIS

Perbedaan dalam keterampilan pengajaran: Kita bisa menggunakan AI untuk menganalisis percakapan dari karyawan yang memiliki kemampuan mengajar yang baik. Misalnya, seorang atasan yang disukai anak buahnya cenderung “mendengarkan sampai selesai tanpa memotong pembicaraan” dan “berbicara dengan kecepatan yang sama dengan lawan bicara.” Dengan analisis ini, kita bisa memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan keterampilan mengajar. Informasi ini bisa dibagikan dan disimpan sebagai pengetahuan, sehingga seluruh perusahaan dapat meningkatkan kemampuan pengajaran mereka.

Kesulitan dalam memberikan umpan balik yang konkret: Sebelumnya, feedback yang diberikan sering kali bersifat umum, seperti “bicara lebih pelan” atau “dengarkan baik-baik.” Namun, dengan menggunakan AI suara, kita bisa memberikan instruksi yang lebih spesifik, seperti “berapa banyak kata yang harus diucapkan per detik” atau “berapa lama sebaiknya mendengarkan pembicaraan.” Ini memungkinkan pelatihan yang lebih terukur dan konkret.

Selain itu, analisis cara berbicara juga memungkinkan karyawan untuk melihat data mereka sendiri, membandingkannya dengan karyawan yang berkinerja tinggi, dan menemukan area yang perlu diperbaiki. Ini mendorong proses “pelatihan diri” atau self-coaching. Dengan meningkatnya efisiensi dalam pengembangan sumber daya manusia dan adanya pelatihan diri, beban pengembangan di kalangan manajemen menjadi lebih ringan. Mereka bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk meningkatkan manajemen organisasi secara keseluruhan atau meningkatkan keterampilan pribadi mereka. Semua upaya ini akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Dalam masyarakat yang semakin bergantung pada AI, perusahaan perlu memahami pentingnya mengumpulkan dan menganalisis data suara sebagai aset berharga. Dengan melakukan ini, perusahaan bisa membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan data, yang dikenal sebagai pengelolaan berbasis data (data-driven management).

Dulu, perusahaan lebih fokus pada aset fisik seperti uang dan properti. Namun, di era AI ini, aset yang tidak terlihat seperti data dari gambar, teks, dan suara menjadi sangat penting. Data ini bisa menentukan daya saing perusahaan di pasar.

Perusahaan perlu menyadari bahwa komunikasi sehari-hari memiliki nilai yang signifikan. Dengan menganggap komunikasi sebagai aset dan membangun budaya pengumpulan data, perusahaan akan mampu meningkatkan daya saing mereka di pasar. Hal ini sejalan dengan tren di dunia bisnis, di mana memanfaatkan data secara efektif bisa membantu meningkatkan kinerja dan produktivitas tim, termasuk dalam konteks layanan pelanggan atau customer service dan penjualan.

MiiTel: AI Analytics for Voice Communication

Kami memperkenalkan MiiTel, inovasi teknologi AI Analytics yang mampu menganalisis performa komunikasi telepon dan meeting Anda secara otomatis. Dengan MiiTel, miliki recording, transkripsi, notulen, dan analisis performa komunikasi secara otomatis.

Klaim demo gratis MiiTel sekarang dengan klik di sini.

Tentang RevComm

Berangkat dari visi “Reinventing communication to create a society where people think of others,” RevComm adalah perusahaan yang mengoptimalkan teknologi Voice dan AI untuk mengatasi masalah komunikasi dalam bisnis. Melalui produk seperti “MiiTel Phone” untuk analisis percakapan telepon, “MiiTel Meetings” untuk analisis online meeting, dan “MiiTel RecPod” untuk analisis percakapan tatap muka, kami mewujudkan big data dari setiap komunikasi suara.

RevComm menjadi salah satu perusahaan teknologi Jepang dengan pertumbuhan tercepat. Dalam lima tahun, RevComm menjadi unicorn dan meraih berbagai penghargaan: Forbes Japan’s Startup of the Year, Google for Startups, AWS Summit, Mizuho Innovation Award, Japan Venture Awards, dan menjadi satu-satunya perusahaan Asia dalam daftar Forbes AI 50 2023.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Mujawar dan Warung Kejujuran di Sudut Jakarta

Dhio Justice Law

05 Jul 2026

NasionalPos. Com, Jakarta – Di sebuah sudut permukiman padat di Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, berdiri sebuah Warung Madura yang tak pernah sepi dari warga sekitar. Warung sederhana itu bukan sekadar tempat membeli beras, gula, kopi, atau mi instan. Di sana, kepercayaan menjadi barang dagangan yang paling berharga.   Di balik etalase warung itu, …

Ketua DPN Bapermen Ajak Masyarakat Gunakan Jasa Syar’i Tour dan Travel untuk Umrah serta Haji Plus

Primadoni,SH

01 Jul 2026

Padang , Nasionalpos.com – Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Badan Advokasi Perlindungan Konsumen (BAPERMEN), Romi Yufhendra, S.H., CPM., CCPS., mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih biro perjalanan ibadah umrah dan haji plus. Ia merekomendasikan masyarakat menggunakan jasa Syar’i Tour dan Travel yang dinilai memiliki komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para calon jamaah. Menurut …

Dollar Naik, Rezim Runtuh?

Dhio Justice Law

17 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.Com, Jakarta – Setiap kali dolar naik dan rupiah melemah, yang bergetar bukan hanya pasar keuangan. Politik pun ikut berguncang. Di Indonesia, nilai tukar bukan sekadar angka ekonomi. Ia adalah indikator psikologis kekuasaan. Ketika rupiah melemah terlalu dalam, publik mulai mempertanyakan satu hal paling mendasar: apakah …

Industri Tekstil Indonesia dan India Siap Kerjasama Menghadapi Kenaikan Biaya Energi Dunia dan Disrupsi Rantai Pasok Tekstil Garmen

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Di tengah kekhawatiran akan kenaikan harga energi dunia dan dinamika konflik geopolitik yang memengaruhi rantai pasok tekstil garmen dunia, Indonesia dan India bekerjasama untuk mewujudkan pertumbuhan utama industri tekstil dan garmen dunia. Gejolak perang Iran dengan US dan Israel telah mengakibatkan melambungnya harga bahan bakar dunia, termasuk meningkatkan harga bahan baku …

27 Warga Jakarta Utara Gagal berangkat Umroh, Jemaah gruduk rumah sekaligus kantor travel PT. Travel Arrasyid Amanah

dito

12 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Perwakilan dari 27 calon jamaah umroh yang gagal berangkat ke tanah suci , dengan di Damping Kuasa Hukum dari LBH Madani Berkeadilan kembali mendatangi kediaman Rodianah selaku Pemilik PT. Arrasyid Amanah Travel  yang beralamat di Jl. H. Taimin No. 14 Kelurahan Tugu Selatan Kecamatan Koja Jakarta Utara, untuk menuntut hak-haknya yang sampai …

Polres Karawang Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadhan, Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok

Iyut Ermawati - Karawang

24 Feb 2026

nasionalpos .com -Karawang – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Polres Karawang bersama pemerintah daerah menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Program ini akan berlangsung di Lapangan Karang Pawitan, Kabupaten Karawang, pada Selasa (24/02/2026) mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Komitmen Bersama Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolda Jawa …

x
x