Kementan Kembali Serap Telur dari Peternak Rakyat

- Editor

Jumat, 18 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NasionalPos.com,Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah terus berupaya mendorong peningkatan konsumsi telur untuk membantu menyerap produksi di tingkat peternak. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah di Kantor Pusat Kementerian Pertanian di Jakarta, Jumat (18/02/2022).

Nasrullah menyebutkan, produksi telur pada bulan Februari 2022 saat ini surplus apabila dibandingkan dengan kebutuhan. Oleh karena itu, Ia mengajak semua pihak meningkatkan konsumsi telur untuk membantu menyerap telur di tingkat peternak. “Saat ini kami dorong seluruh pegawai Ditjen PKH, termasuk pegawai di Unit Pelaksana Teknis (UPT) kami untuk membeli telur secara langsung dari peternak minimal 2-4 kg per orang per bulan”, ungkap Nasrullah. “Selain untuk membantu peternak, pembelian telur ini juga bagus untuk para pegawai memenuhi kebutuhan protein hewani, dan untuk meningkatkan imunitas tubuh pada masa pandemi Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga :   Indonesia Dukung Transisi Ekonomi Hijau ASEAN Melalui Draf Resolusi Promosi 'Green Jobs'

Nasrullah menyebutkan, saat ini pegawai Ditjen PKH (Pusat dan 23 UPT) telah menyerap telur sebanyak 14 ton per bulan yang dibeli langsung dari petenak rakyat oleh pegawai-pegawai kita,” ungkap Nasrullah. “Jika ini bisa diikuti oleh pegawai kementerian atau lembaga pemerintah lainnya, tentu ini akan sangat membantu,”, imbuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Nasrullah, upaya penyerapan telur dari peternak mandiri akan dilakukan terus oleh Kementan hingga harga di tingkat peternak membaik. “Kepedulian kita semua sangat dibutuhkan saat ini sebagai solusi terbaik bagi persoalan dinamika perunggasan, jangan sampai peternak merugi,” tutur Nasrullah.

Ia katakan, saat ini Kementan terus berupaya untuk memecahkan permasalahan peternak, diantaranya: (1). Menerbitkan Surat Edaran terkait Larangan Penjualan Telur Tetas Ayam atau Hatching Egg (HE) untuk konsumsi kepada perusahaan pembibit dan pelaku usaha perunggasan; (2). Melakukan himbauan kepada para pelaku usaha perunggasan besar untuk bersama-sama berupaya membantu meningkatkan harga telur di peternak.

Baca Juga :   Rico Sia Minta Kementerian ESDM Beri Perhatian Tambang Ilegal di Papua Barat

Nasrullah menegaskan, Kementan saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan langkah nyata membantu peternak. Ia sebutkan bahwa telah dilakukan rapat koordinasi yang dihadiri perwakilan Kemenko Perekonomian, Kemenko PMK, Kementan, Kemendag, Kemensos dan BUMN klaster Pangan. Dimana dalam rapat tersebut menyepakati antara lain: (1). melaksanakan penyerapan telur dari peternak secara sukarela oleh Kementerian/Lembaga terkait; (2). meminta percepatan realisasi pemasukan komoditas telur dalam Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan pelaksanaannya dilakukan setiap bulan; (3). meminta BUMN klaster pangan untuk melakukan penyerapan dan pendistribusian telur ke luar Jawa.

“Harapan kami upaya-upaya yang kita lakukan ini dapat terealisasi karena semua unsur dapat bersinergi dengan baik membangun eksosistem pangan nasional untuk menjaga stabilitas perunggasan, sehingga dapat meminimalisir dampak kerugian peternak yang mungkin terjadi”, pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Bedas Festival Durian, Bupati Dadang Supriatna: Membuka Cakrawala Bisnis Durian Mancanegara
Pada BEDAS Festival Durian, Masyarakat Bisa Makan Durian Sepuasnya Cukup Bayar Rp 100 Ribu
Satgas Pangan Polri Awasi Distribusi Beras ke Ritel Oleh Pemerintah
Ketua Presidium FoSSEI Periode 2017-2018, Ainul Fatha Isman Raih Gelar Doktor
PT JIP Fokus Kembangkan Menara Telekomunikasi di Wilayah DKI Jakarta
Kasus Korupsi di Perumda PDAT Akhirnya Berhasil Dilimpahkan Polisi ke Kejaksaan
Pj. Gubernur Heru Ajak Swasta Bersinergi untuk Perluas Jangkauan Sembako Murah
Guna Kejar Laba Tumbuh 20,5 persen, HUMI siapkan capex Rp802,5 milliar
Berita ini 258 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 12:52 WIB

Bedas Festival Durian, Bupati Dadang Supriatna: Membuka Cakrawala Bisnis Durian Mancanegara

Jumat, 23 Februari 2024 - 11:44 WIB

Pada BEDAS Festival Durian, Masyarakat Bisa Makan Durian Sepuasnya Cukup Bayar Rp 100 Ribu

Senin, 19 Februari 2024 - 20:49 WIB

Satgas Pangan Polri Awasi Distribusi Beras ke Ritel Oleh Pemerintah

Kamis, 8 Februari 2024 - 18:22 WIB

Ketua Presidium FoSSEI Periode 2017-2018, Ainul Fatha Isman Raih Gelar Doktor

Jumat, 2 Februari 2024 - 20:31 WIB

PT JIP Fokus Kembangkan Menara Telekomunikasi di Wilayah DKI Jakarta

Jumat, 2 Februari 2024 - 16:58 WIB

Kasus Korupsi di Perumda PDAT Akhirnya Berhasil Dilimpahkan Polisi ke Kejaksaan

Selasa, 16 Januari 2024 - 19:30 WIB

Pj. Gubernur Heru Ajak Swasta Bersinergi untuk Perluas Jangkauan Sembako Murah

Selasa, 16 Januari 2024 - 11:04 WIB

Guna Kejar Laba Tumbuh 20,5 persen, HUMI siapkan capex Rp802,5 milliar

Berita Terbaru

Headline

Ragam Acara Perayaan Nyepi di Pura Aditya Jaya

Sabtu, 24 Feb 2024 - 18:51 WIB