Home / Ekonomi

Rabu, 20 April 2022 - 20:09 WIB

Pasokan dan Harga 12 Pangan Pokok di Aceh Aman Hingga Lebaran

NasionalPos.com,Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Dinas Tanaman Pangan Provinsi Daerah Istimewa Aceh melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap stabilitas pasokan dan harga bahan pokok selama bulan puasa dan menghadapi Idul Fitri 2022. Upaya ini untuk memastikan bahan pokok tersedia di masyarakat dengan harga yang terjangkau.

“Jadi pemantauan terhadap 12 bahan pangan pokok ini merupakan komitmen dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk memastikan seluruh pasokan tersedia dengan harga yang relatif terjangkau,” kata Direktur Alat Mesin Pertanian Direktorat Sarana dan Prasarana Pertanian Kementan Andi Nur Alam Syah saat mengunjungi dan berdialog dengan para pedagang di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (20/04/2022).

Andi menjelaskan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) telah menginstruksikan kepada para pejabat Eselon I dan II untuk turun langsung ke 34 Provinsi untuk melakukan pemantauan terhadap stabilitas 12 bahan pokok. Diantaranya beras, cabe, bawang merah, bawang putih, gula pasir, daging, telur, minyak goreng dan lainnya. Hasil pemantauannya untuk provinsi Serambi Mekah ini, pasokan dan harga bahan pokok terpantau aman.

Baca Juga  Para Ekonom Kritik Pajak Pulsa dan Token Listrik

“Data yang kita terima dari Dinas Pertanian dan data di lapangan sama dengan kondisi yang disampaikan para pedagang,” ujarnya.

Dia pun yakin stabilitas harga yang sudah baik ini akan tetap terjaga sehingga masyarakat utamanya di Aceh bisa menikmati lebaran bersama keluarga tanpa terbebani dengan kondisi pangan.

“Kalau pun naik-naik sedikit, wajarlah. Yang penting pasokan tetap tersedia. Tapi saya melihat distribusi bahan pokok sejauh ini cukup lancar, dari daerah sentra ke pasar. Tidak ada masalah,” tambah Andi.

Sementara itu, Adnan Hamzah, pemilik kios sembako UD Syukur Nikmat mengatakan sejauh ini pasokan untuk bahan pokok ke kios miliknya tetap lancar. Bahan pokok mulai dari minyak goreng, bawang merah, beras, cabe merah hingga gula pasir terpantau stabil. “Pasokan selalu ada dan tidak ada kenaikan harga,” katanya.

Dia menjelaskan, kenaikan harga untuk bahan pokok hanya terjadi pada awal bulan puasa lalu. Namun kenaikan ini bukan karena persoalan pasokan tapi karena memang permintaan sedang tinggi. Namun saat ini harga sudah turun.

Baca Juga  KPK Periksa Mantan Anggota DPR Terkait Aset Bupati nonaktif Proboinggo

“Gula pasir normal, minyak goreng juga. Memang ada kenaikan harga untuk telur tapi pasokan aman,” jelasnya.

Hal senada dilontarkan Fadel, pemilik toko ‘Mudahna’ ini memastikan untuk beras tidak ada kendala. Harga beas premium di toko miliknya sebesar Rp 175 ribu per 15 kilogram. “Itu stabil sepanjang Ramadan,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Prov. Aceh Nurhayati optimis pasokan dan harga 12 bahan pokok di Aceh stabil hingga Lebaran. Pihaknya sudah jauh hari melakukan antisipasi setiap potensi kenaikan bahan pokok ini melalui berbagai kegiatan Pasar Murah untuk stabilitas harga.

“Sehingga daerah yang terpencil sekalipun seperti Sabang bahan pangan pokok tetap tersedia dengan harga terjangkau. Jadi disini nggak ada yang namanya antri minyak goreng,” tuturnya.(*)

Share :

Baca Juga

tempe

Ekonomi

Masyarakat Diminta Maklum, Harga Tahu Tempe Masih Akan Naik
UKM

Ekonomi

Kementan, Kemenkop-UKM, dan IPB Sepakati Pengembangan Pertanian Berbasis Korporasi
pak Mustajab latip edit

Ekonomi

Tak Perlu Dikhawatirkan Perekonomian Indonesia Tangguh Siap hadapi Ancaman Resesi Ekonomi Dampak Krisis Global
Direktur Lippo John Riady

Ekonomi

Bos Lippo Group Siap Realisasikan Program DP Rumah 0 Persen
srimulyani

Ekonomi

Sri Mulyani Klaim Dana Pemda di Bank Menyusut Pertanda Kinerja Baik
gubernur anies lepas eksport beras edit

Headline

Pemprov DKI Jakarta Melalui BUMD PT Food Station Gelar Eksport Perdana Beras Ke Saudi Arabia
PLN

Ekonomi

YLKI Desak PLN Buka Pengaduan Soal Lonjakan Tagihan Listrik Konsumen
sri mulyaji1

Ekonomi

Defisit APBN Bengkak Hingga Rp135,8 Triliun PDB