Home / Nasional

Senin, 9 Mei 2022 - 18:52 WIB

Menyoal Hepatitis Akut, Emil Minta Warga Tak Panik

NasionalPos.com,Jawa Barat – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memantau beberapa ruangan termasuk laboratorium Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung guna mengantisipasi fenomena hepatitis akut yang saat ini belum ditemukan di Jabar.

“Saya laporkan di Jawa Barat belum ada (hepatitis akut), dan mudah-mudahan tidak ada.  Masyarakat diimbau yang pertama jangan panik. Seperti biasa kita sudah mengalami jatuh bangun dari pandemi COVID-19. Jaga kebersihan dari mulai diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Tenang saja, negara sudah siap untuk mengatasi jika ada (kasus),” kata Ridwan Kamil di RSHS Bandung, Senin (9/5/2022).

Usai meninjau beberapa ruangan di RSHS, Ridwan Kamil mengungkapkan, pihaknya membentuk tim ahli dari kesehatan untuk mempersiapkan skenario terjitu apabila hepatitis akut sudah terbukti yang orisinal.

Baca Juga  Update Data Corona (25/8/2021) Jumlah Pasien Positif 4.026.837 Orang dan Meninggal 129.293 Orang

“Di Jawa Barat tim ahli sudah dibentuk bersama RSHS. Laboratorium disiapkan untuk mengecek apakah ini kategori hepatitis akut dan lain sebagainya. Saya cek sudah siap, bahkan teknologi molekuler terbaru sudah dimiliki,” imbuh Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Pemda Provinsi Jabar pun telah menyiapkan ruangan-ruangan di RSHS apabila ada yang suspek hepatitis akut. Penyakit ini menyasar bayi hingga remaja umur 16 tahun.

“Ruangan sudah disiapkan, jaga-jaga kalau ada di Jawa Barat. Dari catatan memang (hepatitis akut) terjadinya di usia bayi sampai 16 tahun. Namun kita belum mengetahui alasan sasaran  di usia tersebut, tapi statisik menunjukkan itu,” sebutnya.

“Untuk pencegahan hepatitis yang menular, kuncinya hidup sehat. Kalau penularan lewat pernapasan pakai masker, jaga jarak, kurangi kerumunan, dan jangan saling tukar alat makan. Kalau ada keluarga yang sakit jangan terlalu banyak berinteraksi,” tambah Kang Emil.

Baca Juga  TNI AL Berhasil Tangani Insiden Serangan Siber

Selain menyiapkan strategi penanganan hepatitis akut, Kang Emil memastikan pula, bahwa penanganan COVID-19 di Jabar terkendali. Tingkat keterisian rumah sakit 0,8 persen.

“Saya datang ke RSHS juga memastikan kondisi COVID-19. Keterisian rumah sakit di Jabar untuk COVID-19 hanya 0,8 persen. Kasus aktif tersisa 1.500 dari puncaknya ratusan ribu, dan rata-rata sudah banyak yang sembuh. Terbukti seperti di RSHS hanya tiga anak yang diawat akibat COVID-19, dan empat orang dewasa. Jadi minim,” tegasnya.(*)

Share :

Baca Juga

Ramadhan 2022

Nasional

Pemerintah Putuskan 1 Ramadhan 1443 H Jatuh Pada Minggu, 3 April 2022
peta corona

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Minggu (19/7/2020)
andi pengacara KAI

Hukum

Para Advokat Gelar Kongres Nasional Luar Biasa KAI Sarinah & KAI Juanda Untuk Kembalikan Marwah Kejuangan KAI
pasien corona

Headline

Update Data Corona (7/10/2021) Jumlah Pasien Positif 4.224.487 Orang dan Meninggal 142.494 Orang
APD corona

Headline

Update Data Corona (24/12/2020) Jumlah Pasien Positif 692.838 Orang dan Meninggal 20.589 Orang
virus corona 2

Headline

Update Data Corona (8/9/2021) Jumlah Pasien Positif 4.147.365 Orang dan Meninggal 137.782 Orang

Ekonomi

Kemenhub Batasi Proyek Kereta Api
Yuri jubir pemerintah untuk corona

Headline

Update Data Corona (11/7/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 74.018 Orang dan Meninggal 3.535 Orang