Home / HanKam / Headline / Hukum / Nasional / Top News

Kamis, 17 November 2022 - 12:18 WIB

41 Saksi Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut Diperiksa Bareskrim Polri

NasionalPos.com, Jakarta- Penyidik Bareskrim Polri memeriksa 41 saksi terkait penyidikan kasus Gagal Ginjal Akut pada anak yang diduga akibat obat sirop tercemar Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) melebihi ambang batas oleh perusahaan farmasi.

“Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap 41 orang, terdiri atas 31 orang saksi dan 10 orang saksi ahli,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan, di Jakarta, Kamis 17/11/2022.

Ramadhan menjelaskan, penyidik Polri terus melakukan pendalaman terhadap supplier atau pemasok penyedia bahan baku obat Propilen Glikol (PG) yang mengandung bahan tambahan EG dan DEG kepada PT Afi Farma (AF), produsen obat Parachetamol.

Baca Juga  Komandan Seskoal Mengikuti Wisuda Perwira dan Bintara Lulusan STTAL Tahun 2022 Secara Virtual

“Karena PT. AF diduga tidak hanya mendapat bahan baku dari satu perusahaan, namun diduga berasal dari beberapa perusahaan. Hal inilah yang sekarang terus didalami oleh penyidik,” ucapnya. Untuk penetapan tersangka, lanjut Ramadhan, akan dilakukan melalui proses gelar perkara yang akan dilaksanakan secepatnya oleh penyidik.

Terpisah, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Pipit Rismanto menyebutkan, pihaknya telah selesai melaksanakan gelar perkara pada Rabu 16/11/2022. Dari hasil gelar perkara penyidik telah mengantongi calon tersangka dalam kasus gagal ginjal akut yang menewaskan lebih 100 anak di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga  Walkot Jaksel Mujirin Resmikan Pusat Perbelanjaan Aeon Mall di Bilangan Tanjungbarat, Pasar Minggu

Menurut Pipit, pihaknya sesegera mungkin mengumumkan tersangka dalam kasus tersebut setelah mendapat petunjuk dari pimpinan Polri. “Sudah selesai gelar perkara hari kemarin, segera diumumkan,” ungkap Pipit.

Pipit menambahkan, penyidikan dilakukan bertahap, mulai dari perusahaan farmasi terlebih dahulu, dan terus didalami kepada siapa saja yang bertanggungjawab hingga obat-obatan tersebut sampai ke masyarakat.(*dit)

 

Share :

Baca Juga

IMG 20220530 WA0308 copy 396x264

HanKam

Kasad Hadiri Peresmian Smart Campus Sekolah Tinggi Intelijen Negara
tenda krendang

Megapolitan

Andre Ravnic, Lurah Krendang Harus Dicopot
uskup membuka pesparani edit

Headline

Kardinal Suharyo, Pesparani II Usung Semangat Sumpah Pemuda
Warga Rohingnya

Headline

Meski Ditentang, Bangladesh Tetap Kirim Warga Rohingya ke Pulau Terpencil
Jokowi Not Fund

Headline

Kabareskrim Persilahkan Masyarakat Komplain Jika Ada Polisi Bungkam Kritik
Romi di KPK 696x465

Hukum

Eks Ketum PPP, Romi Kembali Digarap KPK Terkait kasus DAK TA 2008
luhut binsar

Headline

Luhut Minta Media Tak Muat Berita Tak Benar
Anies dan Surya Paloh

Headline

NasDem : Tiga Nama Gubernur Menonjol Dalam Penanganan Covid-19