Home » Headline » Di Usia ke 77, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat & Lebih Mewaspadai hadapi Kepentingan Global Demi Jaga Kedaulatan

Di Usia ke 77, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat & Lebih Mewaspadai hadapi Kepentingan Global Demi Jaga Kedaulatan

dito 21 Agu 2022 274

Nasionalpos.com, Jakarta- Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 di Tahun 2022 ini, meskipun sudah berlalu, namun masih terasa suasananya dan bahkan masih menjadi perbincangan refleksi di masyarakat, diantaranya masalah Tema Peringatan HUT Kemerdekaan RI, yaitu Pulih lebih cepat. Pulih lebih kuat menggambarkan tekad optimistik bangsa Indonesia dalam menghadapi dan mengatasi tantangan, hambatan, gangguan dan ancaman pada kelangsungan hidupnya. Pandemi Covid-19 wabah penyakit yang melanda negara-negara di dunia berdampak negatif pada kondisi perekonomian global dan berimbas pula pada ekonomi Indonesia. Oleh sebab itu upaya memantapkan pemulihan ekonomi Indonesia merupakan prioritas, di tengah ancaman kelangkaan energi dan pangan serta dampak keniscayaan perubahan iklim, demikian disampaikan Nurrachman Oerip, Pemerhati Masalah  Budaya, Sosial dan Politik Kebangsaan, saat dihubungi wartawan, Minggu, 21 Agustus 2022 di Jakarta.

“Selain itu, dinamika fluktuatif dalam perjalanan sejarah Indonesia kaya dengan pembelajaran sejarah sehingga perlu menjadi bahan refleksi kebangsaan tidak hanya pada saat hari ulang tahun proklamasi kemerdekaan bangsa Inonesia, tanggal 17 Agustus 1945, tetapi juga memahami makna eksistensi NKRI sejak tanggal 18 Agustus 1945 saat Panitia Persiapan Kemerdekan Indonesia (PPKI) menetapkan UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara Bangsa Indonesia”ungkap Nurrachman Oerip

Menurutnya, hasil pergerakan perjuangan kemedekaan Indonesia. Oleh sebab itu, berdasarkan Keputusan Presiden RI (Keppres. RI) Nomor 18 Tanggal 10 September 2008 maka tanggal 18 Agustus ditetapkan sebagai Hari Konstitusi. Dengan demikian, kedua peristiwa tersebut merupakan satu kesatuan, bersifat manunggal sehingga tidak bisa dipisahkan oleh siapapun dan kapanpun. Itulah tonggak sejarah Indonesia menjadi negara bangsa merdeka dan berdaulat. Kedua peristiwa penting itu hendaknya tidak dipisahkan dan dibedakan. Peringatan Hari Konstitusi perlu utamakan makna inspiratif dan aspiratif UUD 1945 guna memperkokoh dan meneguhkan kesadaran maupun komitmen penyelenggara negara dan pemerintahan mengaktualisasikan semangat substantif UUD 1945 cq Pancasila secara utuh dan menyeluruh; utamanya untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam konteks dimaksud, terletak relevansi makna tema HUT Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia Ke-77.

Baca Juga :  Di Xinjiang China Kembali Muncul Kasus Omicron

Sementara itu, saat ditanya mengenai langkah solusi bagi bangsa Indonesia menghadapi tantangan, hambatan, beliau pun menyampaikan bahwa dari sudut pandang internal, kemajemukan demografis Indonesia luar biasa terdiri dari beraneka ragam latar belakang berbeda suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Disatu pihak, hal itu merupakan keunikan yakni kekayaan sosiokultural bangsa. Namun, dilain pihak mengandung kerawanan tersendiri jika semangat untuk hidup bersama sebagai satu bangsa memudar. Oleh sebab itu maka kohesi sosial sebagai atribut persatuan-kebangsaan Indonesia merupakan kondisi prasyarat (conditio sine qua non) yang wajib dilestarikan dengan memantapkan dan meningkatkan aktualisasi semangat substantif Bhinneka Tungal Ika dan Pancasila.

“Kesadaran kolektif dan komitmen pada kepentingan bangsa adalah sarana mengatasi penetrasi nilai-nilai negatif transnasional dari pihak luar manapun pada bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, hal inilah yang harus diperkuat”tukas Nurrachman Oerip Dubes RI untuk Kerajaan Kamboja (tahun 2004 – 2007)

Dalam konteks eksternal, Lanjut Nurrachman Oerip, bangsa Indonesia harus mampu berhubungan dan bekerja sama secara setara maupun sanggup bersaing dengan kapasitas kinerja prima dengan berbagai bangsa dan negara. Hal itu merupakan kondisi prasyarat supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, tetap terjamin seperti tercantum pada Alinea 3 Pembukaan UUD 1945. Hubungan internasional hakekatnya adalah “rebutan rezeki” ditandai monopoli, dominasi dan hegemoni sehingga Indonesia yang memiliki berbagai sumber daya hidup bagi manusia dan bangsa-bangsa di dunia wajib waspada, Negara adikuasa dan negara-negara adidaya yang memiliki kepentingan politik global berusaha menjadikan Indonesia sebagai target agar masuk dalam ruang lingkup pengaruh politik mereka dengan segala siasat dan muslihat masing-masing.

Baca Juga :  Festival UMKM dan Ekraf Kadin Didukung Pemkot Jakarta Pusat

“Karena itu patut dicatat, bahwa Indonesia pernah mengalami peristiwa atau bahkan masa-masa kelam, yang itu terjadi tidak terlepas dari adanya peran intervensi kekuatan luar yang berakibat pula terciptanya bom waktu berupa residu masalah yang hingga saat ini belum selesai secara tuntas. Oleh sebab itu, perlu memahami makna pesan Bung Karno, yaitu JAS MERAH yang tetap valid karena Indonesia berada dalam pusaran pertarungan kepentingan politik global, hal inilah diperlukan sikap kewaspadaan dalam menjaga kedaulatan NKRI “tegas Nurrachaman Oerip.

Di akhir perbincangan dengan awak media, Nurrachaman Oerip juga menyampaikan harapannya, khususnya bagi generasi Milineal, agar Temu-kenali dan pahami kepentingan bangsa dan negara sendiri maupun kepentingan subjektif bangsa dan negara lain terhadap Indonesia, utamanya negara adikuasa dan negara-negara adidaya yang memiliki kepentingan politik global. Hubungan internasional juga bersifat dualistis dan opsional, yaitu antara kerja sama dan persaingan, persahabatan dan permusuhan serta perang dan damai yang datang silih berganti. Pendapat bahwa tidak ada kawan atau lawan abadi kecuali kepentingan sendiri bangsa adalah kata kunci untuk menjamin kelangsungan hidup Indonesia. Manusia, bangsa dan negara adalah ibarat mahluk organisme sosial yang lahir, hidup, tumbuh berkembang dan mati.

“Sirnanya kerajaan Sriwidjaja dan Madjapahit di masa lampau maupun tumbangnya negara Soviet Uni dan hilangnya Yugoslavia dari peta bumi pada masa sejarah modern perlu menjadi pembelajaran bersama pada refleksi kebangsaan pasca 77 tahun eksistensi Indonesia. Kita wajib berdoa dan berkarya terus agar bangsa dan NKRI hidup sejahtera sepanjang masa, sampai dunia kiamat. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.”pungkas Nurrachman Oerip yang juga Pendiri Pusat Budaya Indonesia (PUSBUDI) di KBRI Phnom Penh, Kerajaan Kamboja, tahun 2007.

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

x
x