Home » Ekonomi » FAKTA Jakarta : Mempertanyakan Penelitian BPS Soal Kemiskinan Ekstrem di Jakarta.

FAKTA Jakarta : Mempertanyakan Penelitian BPS Soal Kemiskinan Ekstrem di Jakarta.

dito 18 Feb 2023 174

NasionalPos.com, Jakarta– Diperoleh informasi menyebutkan bahwa sampai hari ini masyarakat masih terus mempertanyakan akurasi data kemiskinan ekstrem yang dihasilkan oleh BPS Jakarta, bahkan hingga saat ini, sikap masyarakat itu,  belum juga disikapi oleh BPS Jakarta untuk dilakukan penelitian ulang perbaikan akurasi datanya.  Seharusnya data yang dihasilkan oleh BPS ini dikonfirmasi ulang sebelum dipublikasi dan menjadi hasil akhir agar akurat.  Masyarakat mempertanyakan data adanya kemiskinan ekstrem di kawasan Kampung Apung, Jakarta Barat dan kawasan Nelayan di Cilincing, Jakarta Utara, demikian disampaikan Azas Tigor Nainggolan. Ketua FAKTA Jakarta kepada nasionalpos.com, Sabtu, 18/2/2023 di Jakarta.

“Dari hasil penelitian di kedua wilayah tersebut, BPS Jakarta mendapatkan adanya warga dalam kondisi kemiskinan ekstrim dengan penghasilan Rp 11 ribu per hari atau di bawah Rp 500 ribu per bulan. Masyarakat mempertanyakan cara atau mekanisme penelitian BPS Jakarta tersebut”ungkap Azas Tigor Nainggolan.

Menurut Azas Tigor Nainggolan, d Jakarta ini, secara kasat mata sering ditemukan banyak masyarakat miskin yang merokok dan juga  mengkonsumsi minuman kopi manis dalam kemasan sehari-hari, Adapun harga satu gelas kopi manis kemasan yang sudah diseduh air panas setidaknya harganya Rp 4.000. Sementara harga rokok sekarang ini setidaknya  Rp 20.000. Jika si peneliti melihat langsung dan mencermati fakta lapangan ini tentu mengetahui bahwa  pendapatan masyarakat miskin Jakarta masih lebih dari Rp 11.000. Berdasarkan hitungan pengeluaran tersebut  berarti mereka pendapatannya bisa jadi di atas Rp 24.000 karena mereka juga memiliki pengeluaran untuk makan.  Sulit dibayangkan jika masyarakat hanya hidup dari minum kopi manis saset dan sebungkus rokok setiap hari.

Baca Juga :  Soal Merapat ke Prabowo Subianto, PKB: Kami Masih Fokus di MK

“Sebagaimana saya ungkapkan sebelumnya, penelitian yang dilakukan BPS Jakarta ini rawan tidak akurat datanya. Petugas pengumpul data yang digunakan. BPS Jakarta hanya menyalin data lama dari ketua RT setempat. Pengumpul data tidak melihat dan tidak mengetahui kondisi atau pola hidup si masyarakat yang menjadi sasaran penelitian  secara benar.  Akibatnya adalah penelitian yang dilakukan oleh BPS Jakarta tersebut patut dipertanyakan karena  menghasilkan data yang tidak akurat” ucap Azas Tigor Nainggolan

Baca Juga :  Program Kemitraan Tingkatkan Produktivitas, 114 Sapi Bunting & 4 Pedet Lahir

Sedangkan, lanjut  Azas Tigor Nainggolan, dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia terkait penanggulangan kemiskinan ekstrem 0% pada tahun 2024, maka diperlukan adanya data yang akurat agar  sasaran dari program penanggulangan kemiskinan ekstrem bisa sesuai dan tepat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat miskin.

Sayangnya, imbuh Azas Tigor, situasi data yang tidak akurat seperti hasil penelitian BPS Jakarta ini masih menjadi momok dalam mengurangi angka kemiskinan. Untuk itu seharusnya BPS Jakarta mencabut hasil penelitian terdahulu dan melakukan lagi penelitian baru yang benar dan akurat.

“Penelitian yang menghasilkan data akurat  diperlukan untuk memastikan ketepatan sasaran dari program penanggulangan kemiskinan baik penurunan beban pengeluaran maupun peningkatan pendapatan harus menyasar pada lokus dan komunitas masyarakat yang telah ditentukan secara tepat, kalau datanya saja diduga tidak akurat, maka hal tersebut akan mempengaruhi kebijakan terhadap upaya penanganan kemiskinan ekstrem di Jakarta”pungkas Azas Tigor Nainggolan (*dit)

 

 

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Rochendi Terpilih Ketua KAHMI Rayon Unas Periode 2026-2030

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Rochendi Suryadinata terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Korps Alummni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rayon Universitas Nasional (Unas) periode 2026-2030 menggantikan Hamka, S.IP, M.si yang menjabat periode 2022-2026. Musyawarah KAHMI Rayon Unas yang digelar di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026) kali ini bertema Merajut Silaturahim, Meneguhkan Kiprah Menyongsong Kepemimpinan Baru …

x
x