Home » Headline » Pj Gubernur Heru Sidak Ke Sekolah, Imbau Siswa Tingkatkan Budaya Literasi dan Tangkal Hoaks

Pj Gubernur Heru Sidak Ke Sekolah, Imbau Siswa Tingkatkan Budaya Literasi dan Tangkal Hoaks

dito 20 Feb 2023 85

NasionalPos.com, Jakarta- Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menjadi pembina upacara di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 71, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin 20/2/2023.

Kedatangan Pj Gubernur Heru ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan keliling ke sejumlah sekolah di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau para siswa terus meningkatkan budaya literasi dan tidak menyebarluaskan berita atau informasi hoaks.

“Saya hadir di sini dalam rangka sidak termasuk juga nanti ke berbagai SMA, SMP dan SD. Hari ini, SMAN 71 adalah yang pertama. Artinya, saya ingin memberi semangat kepada para siswa agar selalu meningkatkan prestasinya. Untuk SMAN 71 saat ini prestasinya se-DKI adalah peringkat ke-18. Bisa naik atau tidaknya peringkat itu adalah hasil kerja keras bersama-sama Bapak/Ibu guru, kepala sekolah dan para siswa,” ungkap Pj Gubernur Heru kepada awak media, Senin 20/2/2023 di Jakarta.

Baca Juga :  Jelang HUT Kemerdekaan RI, Pedagang Bendera Musiman Sepi Pembeli

Lebih lanjut, Pj Gubernur Heru mengingatkan, kemudahan dalam mengakses informasi dan berita harus disikapi dengan bijak. Ke depan, tantangan yang dihadapi para siswa akan lebih banyak, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang membuat berita atau informasi hoaks dapat mudah diakses. Karena itu, ia mengajak para siswa untuk memikirkan terlebih dahulu kebenaran, dampak dan manfaat, sebelum menyebarluaskan informasi atau berita tersebut.

Pj Gubernur Heru turut mengimbau agar para siswa dapat menggunakan waktu luang dengan membaca banyak buku, berorganisasi di sekolah, dan aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Dengan budaya literasi seperti membaca, prestasi akan meningkat. Dengan rajin membaca, ilmu pengetahuan bertambah, sehingga bisa menangkal hoaks. Selain itu, Pj Gubernur Heru berpesan agar para siswa memperkuat rasa tenggang rasa kepada sesama.

“Semakin gampang akses, artinya semakin kita harus waspada. Jika ada waktu luang, tolong bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang positif. Akses untuk menambah ilmu itu sudah mudah, sehari satu jam saja belajar ilmu-ilmu yang di luar dari yang diajarkan oleh guru-guru. Kemudian, saya minta juga siswa-siswi terus menjaga tata krama, menjaga aturan sekolah, hormati guru, tenggang rasa harus ada di tiap hati kita,” terang Pj Gubernur Heru.

Baca Juga :  Kejagung Diminta Segera Periksa Menpora Dito Ariotedjo

Pj Gubernur Heru berpesan kepada para guru untuk tetap semangat memberikan ilmu, nasihat dan pandangan yang terbaik kepada para peserta didik.

“Selamat belajar dan berprestasi,” tutup Pj Gubernur Heru.

Usai kegiatan upacara, Pj Gubernur Heru melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, yang tepat berada di depan SMAN 71.

Dalam sidak tersebut, Pj Gubernur Heru didampingi Camat Duren Sawit, Musa Syafrudin; Kepala Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Surnesi Handayani, dan Kepala SMAN 71, Acep Mahmudin.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Koruptor Diringkus, Uangnya Lolos

Dhio Justice Law

04 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Penangkapan koruptor kerap dipamerkan sebagai bukti negara bekerja. Namun pertanyaan mendasarnya jarang dituntaskan: ke mana larinya uang hasil kejahatan itu? Vonis dijatuhkan, pelaku diumumkan, tetapi aliran dana justru lenyap dalam labirin transaksi yang sulit disentuh hukum. Negara tampak menang di permukaan, tetapi kalah …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

x
x