Home » Headline » Lewat Baznas Bazis,Pemprov DKI Ajak Warga Tunaikan ZIS

Lewat Baznas Bazis,Pemprov DKI Ajak Warga Tunaikan ZIS

dito 30 Mar 2023 81

NasionalPos.com, Jakarta– Provinsi DKI Jakarta bertekad dan berkomitmen mewujudkan pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) yang amanah, profesional, berdaya guna, serta dapat membantu meringankan taraf hidup para mustahik. Maka itu, Pemprov DKI Jakarta menyerukan masyarakat Jakarta yang berkecukupan atau berusaha di Jakarta untuk menunaikan ZIS serta amal sosial.

Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, momentum Ramadan 1444 Hijriah, Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta mempersiapkan sarana berkumpulnya para muzaki (pembayar zakat) dan penunaian zakat secara mudah melalui Pengelola Zakat yaitu Baznas Bazis dan mustahik (penerima zakat) sebagai wujud kepekaan dan kepedulian sosial terhadap nasib sesama.

Widyastuti menyampaikan, hikmah lain dari momen seperti ini adalah untuk menciptakan rasa kasih sayang dan tolong menolong antara muzakki dan mustahik.

“Sehingga kita berkomitmen secara kolektif untuk menjadikan dana ZIS serta amal sosial sebagai solusi dalam upaya peningkatan kualitas umat baik sektor pendidikan, kesehatan, kesejahteraan maupun perekonomian,” ujar Widyastuti, saat acara Penunaian Zakat di Lingkungan Provinsi DKI Jakarta, serta BUMD dan Perusahaan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (30/3).

Widyastuti berharap, zakat dapat menjadi solusi pengentasan kemiskinan di DKI Jakarta karena pengentasan kemiskinan melalui APBD itu sudah biasa. Namun, jika dana zakat yang digunakan untuk pengentasan kemiskinan itu hal yang luar biasa.

Baca Juga :  Susilo: FSAB dapat dijadikan role model untuk mewujudkan Rekonsiliasi

“Dan saya harap Baznas Bazis dapat menjadi contoh,” ucap Widyastuti.

Widyastuti menyampaikan, potensi ZIS di Jakarta sangat besar dan apabila tergali secara optimal akan menjadi sumber dana potensial dan bahkan sumber daya yang luar biasa yang sangat berguna untuk mengatasi kompleksitas permasalahan sosial ekonomi masyarakat.

“Untuk itu seyogyanya dana ZIS yang terkumpul tidak didistribusikan secara konsumtif seluruhnya, namun diupayakan juga pendayagunaan ZIS secara produktif sehingga dapat menimbulkan dampak sosial ekonomi yang positif,” kata Widyastuti.

Widyastuti menilai, dana ZIS harus dikembangkan ke arah rancangan jaminan peningkatan kesejahteraan sosial dengan memprioritaskan program peningkatan kualitas SDM, pembukaan lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi duafa. Selanjutnya, dana ZIS yang dikumpulkan dari masyarakat kepada Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta akan didayagunakan seluruhnya kepada mustahik di DKI Jakarta pula melalui prosedur dan mekanisme yang benar.

“Sehingga tidak terjadi penumpukkan penerimaan dana ZIS pada satu orang mustahik atau ketidakmerataan penyaluran dana ZIS,” ucap Widyastuti.

Pada kesempatan itu, Widyastuti menyampaikan apresiasi kepada pengusaha dan pejabat yang telah merespons Seruan Gubernur Nomor 02 Tahun 2023 dan Instruksi Sekretaris Daerah Nomor e-0010 Tahun 2023. Hal ini terbukti dengan meningkatnya hasil pengumpulan ZIS pada Baznas Bazis DKI Jakarta yang dari tahun ke tahun mengalami tren kenaikan. Pada tahun 2021 terkumpul sebesar Rp 187 miliar dan pada tahun 2022 terkumpul sebesar Rp 216 miliar.

Baca Juga :  Kepala BNPB Tinjau Progres Pembangunan Rumah Tahan Gempa di Cianjur

Pemprov DKI Jakarta juga mengapresiasi para Petugas Operasional ZIS di semua unit baik di PTSP Kelurahan, Kecamatan, Wali Kota dan SKPD serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Bazis di sekolah-sekolah dan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, rumah sakit serta ritel-ritel di Jakarta yang telah membantu dalam menjadi unit pengumpul zakat dan ikut memberikan kemudahan bagi Muzakki dan masyarakat dalam menunaikan ZIS-nya.

Widyastuti juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pengelola BUMD yang senantiasa selalu menunaikan zakatnya melalui Baznas Bazis.

“Karena ZIS dan amal sosial yang baru saja Saudara tunaikan merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap nasib sesama dan merupakan manifestasi serta wujud kepedulian BUMD dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandas Widyastuti. (*dit)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

x
x