Home » Headline » Menurut Konstitusi Negara, Semua Capres adalah Petugas Partai

Menurut Konstitusi Negara, Semua Capres adalah Petugas Partai

dito 02 Mei 2023 204

NasionalPos.com, Jakarta– Merespon pernyataan Noel mantan aktivis 98 yang ditayangkan di video, yang nampak memunculkan kesan negative terhadap Pencapresan Ganjar Pranowo oleh DPP PDI-Perjuangan, Yulianto Widirahardjo kepada wartawan yang menghubunginya, ia mengatakan bahwa Jelas menurut konstitusi UUD pasal 6a, menyatakan  bahwa Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat. Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan Pemilihan Umum.

“Sehingga perlu dipahami semua pihak, Proses pencalonan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan melalui kesepakatan tertulis Partai Politik atau Gabungan Partai Politik dalam pengusulan Pasangan Calon yang memiliki nuansa terwujudnya koalisi permanen guna mendukung terciptanya efektifitas pemerintahan.”ucap Yulianto Widirahardjo yang juga Sekjen KNPP-GP (Komite Nasional Pemenangan Presiden Ganjar Pranowo KNPP-GP) kepada pers, Selasa, 2/5/2023 di Jakarta.

Baca Juga :  120 Hasil Karya Seniman Se- Indonesia Di Tampilkan Pada HUT Dekarnas Ke - 43

Untuk itu secara politis, lanjut Yulianto, partai politik atau gabungan partai politik akan memilih kader partai politik yang dinilai memenuhi kualifikasi menjadi calon presiden dan calon wakil presiden yang kemudian akan diumumkan oleh Ketua Umum partai politik kepada rakyat Indonesia untuk dipilih pada pemilu presiden. Sebelum diumumkan, secara administrasi partai politik akan memberi Surat Keputusan yang ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP Partai tentang penugasan atau penunjukkan atau apapun namanya kepada kader yang bersangkutan untuk menjadi calon presiden.

“Mekanisme itu berlaku di Semua partai tidak ada kecuali, —walaupun calon presiden itu ketua umumnya dari partai tersebut — tetap saja secara administrasi politik harus mengeluarkan surat keputusan tersebut. “tukas Yulianto.

Artinya, sambung Yulianto, siapapun juga yang akan menjadi capres/wapres pasti menjadi “petugas” partai untuk menjalankan visi dan misi yang telah ditetapkan oleh partai.

Baca Juga :  Sudah Saatnya PJ Gubernur Segera Lakukan Evaluasi & Pembenahan BUMD Secara TSM

Yulianto juga menyayangkan semangat Noel untuk mendegradisir Ganjar tanpa pengetahuan dan pemahaman yang paripurna tentang UUD 1945 dan UU No. 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, sebenarnya juga mendegradasi calon presiden Prabowo yang dia gadang gadang.

“Dia menyamakan Ganjar sebagai security berarti dia menyamakan Prabowo juga. Lha karena sama sama menerima “tugas” dari partainya, nah Kalau Noel punya rasa malu, begitu diketawain Denny Indrayana harusnya Noel langsung cabut pergi dari forum online tersebut, tapi ya, begitulah. inikan seperti pepatah menepuk air didulang terpercik muka sendiri“pungkas Yulianto Widirahardjo yang juga inisiator Front Kebangsaan.

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Aspirasi Warga Banyuwangi Akan Disuarakan di Ibu Kota, Komunitas IWB Siapkan Massa

- Banyuwangi

20 Apr 2026

Banyuwangi ,Nasionalpos.com – Aspirasi warga Banyuwangi dipastikan akan bermuara ke ibu kota. Komunitas Info Warga Banyuwangi (IWB) menegaskan rencana aksi pada 26 April 2026 di Jakarta bukan sekadar wacana, melainkan langkah terukur yang telah melalui prosedur resmi. Pihak IWB menyebutkan, surat pemberitahuan aksi telah dilayangkan dan diterima oleh aparat, termasuk Polres Jakarta Selatan dan Polda …

Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

  NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …

Muscab PKB Kota Bandung 2026 Lancar, Target 10 Kursi DPRD 2029

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung yang di gelar pada Minggu (12/4/2026) berlangsung mulus tanpa gejolak. Forum konsolidasi internal partai ini tak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memunculkan arah baru PKB Kota Bandung menghadapi kontestasi politik 2029. Ketua DPC PKB Kota Bandung, Erwin, menegaskan seluruh rangkaian Muscab …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

x
x