Home » Headline » Catatan Kecil Hardiknas 2023, Pendidikan Yang Memerdekakan & Mencerdaskan Memajukan Bangsa

Catatan Kecil Hardiknas 2023, Pendidikan Yang Memerdekakan & Mencerdaskan Memajukan Bangsa

dito 02 Mei 2023 158

NasionalPos.com, Jakarta- Bicara Substansi Pendidikan tidak terlepas dari pemikiran Paulo Freire Dalam Bukunya “Pendidikan Kaum Tertindas?” atau “Pedagogy of the Oppressed”, pendidikan harus berfungsi sebagai sarana pembebasan bagi kaum tertindas. Freire berpendapat bahwa sistem pendidikan yang ada cenderung menindas dan mengontrol kaum tertindas untuk mempertahankan ketimpangan sosial dan ekonomi, demikian disampaikan Benny Pilliang Pemerhati Pendidikan saat dihubungi pers, Selasa, 2 Mei 2023.

“Freire mengusulkan pendidikan yang bersifat kritis dan partisipatif, di mana para siswa dan guru bekerja bersama-sama untuk memahami realitas sosial dan menemukan cara-cara untuk mengubahnya. “ungkap Benny Pilliang.

Menurut Benny, Freire menekankan pentingnya dialog dan kerjasama dalam proses pendidikan, sehingga para siswa tidak hanya menjadi pasif penerima informasi, tetapi juga menjadi aktor yang aktif dalam menciptakan perubahan sosial, ia  juga menolak model pendidikan yang hanya mengajarkan keterampilan teknis dan mengabaikan dimensi sosial dan politik. Menurutnya, pendidikan harus membantu siswa untuk memahami realitas sosial mereka dan menjadi bagian dari gerakan pembebasan untuk mengatasi ketidakadilan sosial.

“Dalam pandangan Freire, pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, bertindak dalam menghadapi realitas sosial, dan bekerja bersama-sama untuk menciptakan perubahan sosial yang positif, nah bagaimana dengan Subtansi Pendidikan diterapkan di Indonesia.”ujar Benny.

Baca Juga :  Dinas LH Tambah Sembilan Stasiun Pemantau Kualitas Udara

Benny menjelaskan bahwa sejarah dimulainya Gerakan Pendidikan di tanah jajahan yang semula bernama indobelanda ini, bermula dari seorang Ki Hajar Dewantoro, pendiri Taman Siswa, memiliki pandangan yang unik tentang pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantoro, tujuan utama dari pendidikan adalah membentuk manusia yang utuh secara rohani, intelektual, dan fisik, atau yang sering disebut sebagai “jiwa kemandirian” atau “kebulatan manusia”.

“Dalam pandangan Ki Hajar Dewantoro, pendidikan harus memberikan kesempatan bagi setiap siswa untuk mengembangkan potensi dan bakat mereka, sesuai dengan kebutuhan dan minat masing-masing. “jelas Benny.

Ki Hajar Dewantoro, lanjut Benny,  juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk memperkuat identitas budaya dan nasional, pendekatan yang digunakan oleh Ki Hajar Dewantoro dalam pendidikan adalah pendekatan “Belajar dari dan untuk kehidupan”, yang menekankan bahwa pendidikan harus relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga siswa dapat mengaitkan dan mengaplikasikan pengetahuan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari mereka.

“Selain itu, Ki Hajar Dewantoro juga menekankan pentingnya pendidikan untuk membangun kesadaran sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya, ucap Benny.

Hal ini dilakukan, sambung Benny, dengan mengintegrasikan pendidikan dengan kegiatan sosial dan keterampilan hidup, sehingga siswa dapat belajar bagaimana menjadi warga yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, secara keseluruhan, Ki Hajar Dewantoro menekankan bahwa pendidikan harus berorientasi pada pembentukan manusia yang utuh dan berkualitas, serta relevan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat di sekitar.

Baca Juga :  Di Momentum Hari Sumpah Pemuda ke 97, FSAB Mengajak Pemuda Agar lebih Berperan Di Era Digital

Selanjutnya Benny mengungkapkan Pendekatan “Belajar dari dan untuk kehidupan” dan integrasi antara pendidikan dengan kegiatan sosial dan keterampilan hidup menjadi kunci dalam pendidikan menurut pandangan Ki Hajar Dewantoro, dengan demikian jadi sesungguhnya ada kesamaan antara substansi Pendidikan KH Dewantoro dengan substansi Pendidikan Paulo Freire, yakni sama-sama membentuk pribadi manusia yang tidak terlepas dari kodratnya sebagai mahkluk sosial, yang merdeka dan mandiri.

“Dari usia  kemerdekaan Indonesia yang akan memasuki ke 78, nampaknya  system Pendidikan yang diterapkan di era Presiden Jokowi inilah, cenderung memadukan substansi Pendidikan KH Dewantara dengan subtansi Pendidikan Paulo Freire di dalam konsep kurikulum Merdeka, yang tidak lagi menjejali peserta didik, melainkan memerdekakan  peserta didik maupun tenaga pendidik dari beban penjejalan /pemaksaan mata pelajaran  menindas volume otak yang kapasitas menyerapnya terbatas. Inilah Pendidikan yang memerdekakan dan Mencerdaskan Memajukan Bangsa”pungkas Benny. (*Red)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

Jelang Muktamar NU: Sebaiknya Cak Imin Fokus Besarkan PKB, Daripada Bertarung di NU

dito

12 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Di tengah semakin semarak nya situasi menjelang penyelenggaraan Muktamar NU yang rencananya di laksanakan pada tahun 2026 ini,   Tersiar info, mengenai para kandidat calon Ketum PBNU, salah satunya, dikabarkan Gus Imin ketua umum PKB akan maju di muktamar NU, demikian di sampaikan Damuri Fikri pengamat politik kepada wartawan, Jumat, 12/6/2026 di Jakarta. …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

x
x