Home » Headline » Syarat Prioritas Cawapres Untuk Ganjar Pranowo, Figur yang Bisa Jadi “Magnet” dukungan dari Rakyat Untuk Raih Kemenangan

Syarat Prioritas Cawapres Untuk Ganjar Pranowo, Figur yang Bisa Jadi “Magnet” dukungan dari Rakyat Untuk Raih Kemenangan

dito 24 Jun 2023 86

NasionalPos.com, Jakarta- Pemilihan presiden merupakan salah satu bentuk pesta demokrasi di suatu Negara untuk memilih kepala Negara yang akan menjalankan kebijakan Negara dalam satu periode kepemimpinannya yang nantinya harus dipertangungjawabkan kepada rakyat, di Indonesia, pada tahun 2024 mendatang bakal digelar pemilihan Presiden secara langsung untuk memilih pasangan calon presiden-calon wakil presiden, yang ditentukan oleh rakyat pemilik hak suara.

Nah meskipun perhelatan tersebut pelaksanannya kurang dari setahun, namun saat ini sudah bermunculan bakal calon presiden yang diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik.

Terkait dengan itu, dari hasil jajak pendapat atau survey nampaknya persaingan elektabilitas yang beda tipis di antara nama-nama kandidat calon presiden (capres) tersebut, tentunya keberadaan capres tersebut membutuhkan factor penentu agar dapat mengungguli persaingan elektabiltas, nah salah satu strateginya, faktor penentu itu tidak lain adalah mengenai keberadaan figur calon wakil presiden (cawapres), demikian disampaikan Budianto Tarigan, SH, Ketua Umum Relawan Gerakan Ganjar kepada awak media, Sabtu, 24/6/2023 di Jakarta

“Posisi cawapres bisa jadi bukan hanya bisa meningkatkan elekatbilitas capres, namun bahkan bisa jadi penentu kemenangan Pilpres 2024, dan ini fakta politik yang sudah dibuktikan oleh Jokowi ketika menggandeng KH Maruf Amin, pada pilpres 2019 lalu, pasangan Jokowi-Maruf Amin terbukti bisa mengalahkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.”ungkap Budianto Tarigan, SH.

Baca Juga :  FPPJ: Pansus Parkir Dianggap Kurang Percaya Diri, Lebih Baik Bubarkan!

Saat ini, lanjut Budianto, terdapat wacana yang berkembang, bahwa Ibu Megawati Soekarnoputri cenderung menyukai bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk capres Ganjar Pranowo dari golongan tua dan berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU).

Menurutnya, itu sah-sah saja, wacana itu dilontarkan menyemarakan bursa cawapres untuk Capres Ganjar, dan masalah usia tua atau muda, tidak masalah, namun yang patut diperhatikan apakah sosok tersebut dapat diterima oleh pasar/masyarakat sebagai pemegang hak pilih, atau bahkan sosok itu ditolak oleh masyarakat, karena bagi sosok Ganjar Pranowo yang merupakan figur yang unik. Sebab, ada dua figur yang dilihatnya melekat dalam diri Gubernur Jawa Tengah (Jateng) tersebut. Ganjar dinilai sebagai sosok yang nasionalis dan religius.

“Jadi dalam diri Mas Ganjar itu sudah melekat nasionalis religius itu menurut kami. Jadi tinggal untuk pemenang itu mesti perlu pendamping atau pasangannya lebih meningkatkan keterpilihan itu, nggak masalah soal usia, mau tua mau muda, silahkan saja.”tukas Budianto Tarigan, SH

Budianto juga mengatakan bahwa dalam konstestasi pilpres 2024 mendatang, dibutuhkan strategi taktik, yang mau tidak mau, suka tidak suka, Ganjar Pranowo harus bisa meraih kemenangan, tentunya hal itu tidak mudah, perlu adanya rumusan langkah strategis yang secara komprehensif dapat memberikan konstribusi dukungan suara dari masyarakat,

Baca Juga :  Momentum Kedua Anas Urbaningrum dalam Pentas Politik Nasional

Salah satunya adalah sosok figure cawapres pendamping capres Ganjar Pranowo, yang tidak hanya dilihat dari usia tua atau muda, akan tetapi harus terdapat factor pelengkapnya, misalnya soal rekam jejak yang kredibel dan akuntabel, komunikatif, cerdas, tangkas, dan memiliki daya tarik untuk menambah dukungan kemenangan, Karena sistem pemilihannya adalah pemilihan langsung, jadi hitungan utamanya faktor kemenangan, Menang dulu, bukan berarti asal menang ya.

Ini pertarungan, lanjut Budianto, untuk merebut kekuasaan bukan mencari popularitas semata, tapi pertarungan menang-kalah, Kalau kalah dan jadi penonton, di karenakan merasa paling populis atau paling ideologis ya kemudian tidak berkuasa ya artinya kalah kan?

“Karena itulah, untuk meraih kemenangan sejati, diperlukan langkah strategis menentukan cawapres bagi Ganjar Pranowo, tidak perlu ada dikotomis tua-muda, sipil-militer, pria-perempuan atau dari kalangan apapun, serta tidak perlu di banding-bandingke, tidak perlu diperdebatkan, seandainya ada sosok dari kalangan rakyat jelata sekalipun, tapi kalau dia punya kepribadian dan kecakapan yang bisa menjadi “Magnet” menarik suara dukungan dari masyarakat, kenapa tidak? Yang penting bisa menang.” pungkas Budianto Tarigan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

x
x