Home » Ekonomi » Ratusan Warga Brebes Gruduk DPRD DKI Jakarta, Tuntut Ketua DPRD DKI Jakarta Minta Maaf

Ratusan Warga Brebes Gruduk DPRD DKI Jakarta, Tuntut Ketua DPRD DKI Jakarta Minta Maaf

dito 15 Agu 2023 143

NasionalPos.com, Jakarta-   Pernyataan Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi yang dianggap menyinggung dan menghina warga Brebes saat Rapat Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta di Ruang Rapat Paripurna, Rabu (9/8/2023) malam. Saat itu Edi menyampaikan usulan program kunjungan kerja ke luar negeri.

“Daripada kunker (kunjungan kerja) ke Brebes, Tegal beli telur asin, kentutnya bau. Mendingan berangkat kami ke luar negeri,” kata Edi dalam rapat malam itu seperti dilansir dari Tribunjakarta.com,

Ucapan itupun menjadi viral, dan kemudian memicu adanya tanggapan dari berbagai pihak, terutama dari warga Brebes, hingga memicu hadirnya Rombongan yang berjumlah sekitar 300 orang ini langsung dari Kabupaten Brebes dengan menggunakan lima buah bus tadi malam dan baru tiba di Kantor DPRD DKI Jakarta pada Selasa subuh (15/08).

Baca Juga :  Hypefast Bagikan Penghargaan “Local Heroes Brand 2024” untuk Rayakan Kontribusi Merek Lokal Indonesia

Pamor Wicaksono, koordinator aksi menyampaikan pernyataan bahwa ia dan rombongan khusus datang langsung ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan Prasetyo Edi guna menanyakan maksudnya menyinggung masyarakat Brebes.

“Yang pertama kita menanggapi tentang pernyataan Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi yang menyatakan bahwa kunjungan kerja ke Brebes, Tegal hanya membeli telur asin dan kentutnya bau. Ini bagi kami, warga Kabupaten Brebes sungguh sangat menyakiti hati kami semua,” ujar Pamor Wicaksono kepada awak media pada Selasa 15/08/2023.

“Sehingga kita menuntut pada Ketua DPRD DKI untuk meminta maaf pada masyarakat Kabupaten Brebes. Kami tadi berangkat dari Pendopo Kabupaten Brebes, berangkat ke sini untuk melakukan audiensi hanya beberapa orang, tapi rupanya euforia masyarakat menginginkan untuk ikut serta,”tegasnya,

Baca Juga :  Persepsi The Fed Naikkan Suku Bunga Menekan Memperlemah Rupiah

Pamor Wicaksono mengungkapkan bahwa pihaknya menginginkan Prasetyo Edi meminta maaf secara langsung di hadapan masyarakat Kabupaten Brebes yang berbondong-bondong datang ke Kebon Sirih. Ia mengimbau Prasetyo Edi jangan jadi pengecut yang bersembunyi di balik pernyataan dan alibi media massa.

“Kita inginkan permintaan maaf secara terbuka setelah audiensi nanti kepada Prasetyo Edi. Karena yang namanya komoditas, selain bawang adalah telur asin sebagai ikon. Dan ini merupakan mata pencaharian masyarakat Kabupaten Brebes. Kalau kemudian dihinakan, nanti bagaimana nasibnya wong cilik ini,” tegas pria yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Brebes ini.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Rochendi Terpilih Ketua KAHMI Rayon Unas Periode 2026-2030

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Rochendi Suryadinata terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Korps Alummni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rayon Universitas Nasional (Unas) periode 2026-2030 menggantikan Hamka, S.IP, M.si yang menjabat periode 2022-2026. Musyawarah KAHMI Rayon Unas yang digelar di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026) kali ini bertema Merajut Silaturahim, Meneguhkan Kiprah Menyongsong Kepemimpinan Baru …

Membaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco

Dhio Justice Law

30 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Posisi Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI sulit dibaca semata sebagai langkah teknokratis. Dalam politik, terutama pada lingkar kekuasaan inti, hampir tidak ada penempatan strategis yang benar-benar netral dari kepentingan politik. Apalagi Dasco bukan hanya pimpinan DPR. Ia …

x
x