Home » Headline » Cegah Lahirnya Koruptor, Mari Dukung Himbauan KPK, Hajar Serangan Fajar di Pemilu 2024

Cegah Lahirnya Koruptor, Mari Dukung Himbauan KPK, Hajar Serangan Fajar di Pemilu 2024

dito 18 Sep 2023 183

NasionalPos.com, Jakarta- Fenomena politik uang atau money politic tetap menjadi ancaman serius menjelang pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Karenanya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui program ‘Hajar Serangan Fajar’ mengimbau masyarakat ikut mengawal Pemilu dengan menentang dan menolak praktik politik uang yang dapat menjelma menjadi korupsi, himbauan itu juga disebarkan dan terpampang di pamlet di beberapa tempat, termasuk diantaranya terpasang di stasiun MRT di kawasan Blok M Plaza Jakarta Selatan.

Himbuan KPK tersebut, juga direspon oleh berbagai kalangan masyarakat, salah seorang diantaranya adalah H. Mohammad Rudyanto Dharmawan Ketua Satkar Ulama Kota Adm Jakarta Barat, saat di temui wartawan, ia mengatakan sudah bukan menjadi rahasia lagi jika setiap penyelenggaraan Pemilu baik tingkat nasional maupun tingkat daerah masih dikotori dengan politik uang.

Apabila masyarakat dengan senang hati menerima politik uang, maka perilaku tersebut dapat memberatkan para kepala daerah serta wakil rakyat. Sebab, ongkos politik/demokrasi yang tergolong sangat mahal dapat memicu kepala daerah/wakil rakyat melakukan tindak pidana korupsi.

“Oleh karena itu, Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh KPK, melalui sosialisasi pencegahan money politik, atau suap politik yang bakal terjadi di setiap momentum demokrasi, seperti pada pemilu serentak pilpres dan pemilu legistaif, tanggal 14 Februari 2024 mendatang, apalagi sosialisasi itu dengan Bahasa sederhana mudah dicerna, menggelitik dan bagusnya dipasang di ruang publik”ucap H. Mohammad Rudyanto Dharmawan kepada wartawan, pada hari Senin, 18 September 2023 di Stasiun MRT di kawasan Blok M Plaza, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  271 Peserta Ikut Kampanye Pilah Sampah di Sunter Jaya

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh KPK tersebut, hal itu merupakan tindakan edukatif untuk memberikan kesadaran kepada Masyarakat agar mencegah terjadinya suap politik di penyelenggaraan pemilu, aktivitas suap politik itu biasa disebut serangan fajar.

Adapun serangan fajar ini merupakan bagian dari penyakit pemilu yang bersumber dari politik uang. Orang membayar uang, membayar jasa, dan membayar janji-janji agar seseorang memilih atau melirik calon yang diinginkan oleh penerima,

Hal inilah yang menyebabkan dari pemilu ke pemilu tidak lagi berkualitas, dan bahkan di tengarai pemilu tidak melahirkan wakil rakyat yang tidak amanah, serta kemudian melahirkan seorang koruptor, sehingga tanpa disadari Masyarakat yang memiliki hak suara tidak lagi menjadi subyek untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan amanah, melainkan malahan menjadi obyek penderita yang hanya dimanfaatkan untuk mendapatkan suara dukungan oleh para pencari kursi kekuasaan.

“Bagaimana bisa memerangi korupsi kalau masyarakat yang memiliki hak politik menerima suap politik?, hal itu tanpa disadari pemilih sudah terlibat korupsi sejak awal, tanpa disadari mendorong lahirnya koruptor baru, uang rakyat di korupsi agar bisa balik modal, modal yang di pakai untuk menyuap rakyat, kondisi ini jelas yang rugi adalah rakyat, rakyat lagi-lagi jadi korban, ini yang harus dicegah.”tukas H. Mohammad Rudyanto Dharmawan yang biasa disebut Bang Moo sebagai panggilan akrabnya.

Baca Juga :  Di Acara Peringatan HUT ke 14 Aliansi Kebangsaan, Dr Kristiya Kartika Sampaikan Konsep "KNOWLEDGE BASED ECONOMY

Karena itulah, lanjut Bang Moo, untuk mencegah terjadinya suap politik atau sering disebut dengan istilah serangan fajar tersebut, bukan hanya melalui penerapan hukum saja, melainkan juga melalui menciptakan kesadaran Masyarakat untuk menolak berbagai bentuk suap politik, dengan alasan terima duitnya menderita selama lima tahun, ya, kalau tidak ingin menderita kehidupan maupun penghidupan selama lima tahun, ya, sudah seharusnya rakyat menolak berbagai bentuk suap politik.

“Untuk itulah, mari kita dukung KPK, bersama-sama memerangi korupsi dengan menolak politik uang, dan hajar serangan fajar, Pilihlah  calon wakil rakyat maupun calon presiden berdasarkan karakter, kepeduliaannya, empatinya, sikap keberpihakannya kepada rakyat, gagasannya, rekam jejak yang baik, jangan karena uang, Sudah bukan zamannya lagi memberikan hak pilih karena uang, tapi gunakanlah hak pilih untuk memilih  orang yang amanah karena orang yang amanah tidak bakal korupsi.”pungkas H. Mohammad Rudyanto Dharmawan yang juga terpanggil sebagai Bacaleg DPRD DKI Jakarta Partai Golkar di dapil 9 Jakarta ( Kec Cengkareng, Kec. Tambora & Kec Kalideres)

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Usulkan Status Hybrid bagi Ojol dan pembentukan BLU bid Transportasi Online Berbasis Koperasi

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Menanggapi usulan pemerintah agar ojol Berstatus sebagai pelaku UMKM, kepada wartawan, Ign Wibowo ketua umum Perkumpulan Konsumen Transportasi online, Rabu, 12/8/2026 di Jakarta, ia mengatakan bahwa pihaknya sangat tidak setuju jika ojol di masukkan sebagai pelaku UMKM, pasalnya ojol bukan pelaku usaha mandiri seperti pelaku UMKM yang lain, karena tergantung pada penyedia layanan …

GGBC Jabotabek Tolak Ojol Berstatus UMKM”

dito

12 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gojek Grab Bikers Comunity (GGBC) Jabotabek menolak status ojek daring atau ojek online (ojol) menjadi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rencana peraturan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online yang segera disahkan Pemerintah, demikian di sampaikan Aping Ketua Umum GGBC Jabotabek kepada wartawan, Rabu, 12/8/2026 di …

Dosen Dipecat Laporkan Yayasan Trisakti pimpinan Ainun Naim ke Polda Metro Jaya

dito

11 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta –  Berangkat dari persoalan PHK sepihak tanpa pemberitahuan dan tanpa pesangon, yang di duga dilakukan oleh pihak Universitas Trisakti dan di dukung oleh Yayasan Trisakti pimpinan Ainun Na’im terhadap seorang dosen senior berinisial NIS, dengan alibi tidak dibayarkannya hak tersebut di karenakan yang bersangkutan masih dikategorikan sebagai calon dosen tetap selama 2015-2025, Serta …

Reshuffle Kabinet: Ujian Otoritas Prabowo Di Tengah Ancaman Delegitimasi

Dhio Justice Law

07 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Setiap pemimpin memiliki momentum untuk menentukan arah sejarahnya. Bagi Presiden Prabowo Subianto, momentum saat ini adalah reshuffle kabinet. Reshuffle bukan sekadar mengganti orang di kursi menteri, tapi sebuah pernyataan politik tentang standar kepemimpinan yang ingin dibangun seorang presiden. Saat itulah publik akan menilai, apakah …

PRAKTISI HUKUM ANDI DARWIN RANRENG, EKSEKUSI LAHAN 6.900 M² TERANCAM MERAMPAS HAK MILIK PIHAK KETIGA SELUAS 4,5 HEKTAR

dito

06 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Perkembangan sengketa tanah di kawasan Tallo, Makassar, yang kini digunakan sebagai Asrama Polisi (Aspol) Polda Sulsel, nampak menemukan titik terang benderang untuk membuktikan kebenaran dan keabsahan kliennya sebagai pemilik lahan tersebut, yang tidak di pindah tangan kan ke pihak manapun,demikian di sampaikan Andi Darwin R. Ranreng, Pimpinan DRR Associates Legal Consultants yang bertindak …

PMKRI CABANG JAKARTA PUSAT DIPERCAYA MENJADI TUAN RUMAH KONGRES XXXV DAN MPA XXXIV PMKRI TAHUN 2028

dito

29 Jul 2026

Nasionalpos.com, Ruteng-   Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat Sanctus Robertus Bellarminus resmi dipercaya menjadi tuan rumah Kongres XXXV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIV PMKRI Tahun 2028. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI yang dipimpin oleh Mandataris Terpilih Cristian A. D. Rettob, setelah forum memberikan kesempatan kepada …

x
x