Home » Headline » Cegah Lahirnya Koruptor, Mari Dukung Himbauan KPK, Hajar Serangan Fajar di Pemilu 2024

Cegah Lahirnya Koruptor, Mari Dukung Himbauan KPK, Hajar Serangan Fajar di Pemilu 2024

dito 18 Sep 2023 176

NasionalPos.com, Jakarta- Fenomena politik uang atau money politic tetap menjadi ancaman serius menjelang pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Karenanya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui program ‘Hajar Serangan Fajar’ mengimbau masyarakat ikut mengawal Pemilu dengan menentang dan menolak praktik politik uang yang dapat menjelma menjadi korupsi, himbauan itu juga disebarkan dan terpampang di pamlet di beberapa tempat, termasuk diantaranya terpasang di stasiun MRT di kawasan Blok M Plaza Jakarta Selatan.

Himbuan KPK tersebut, juga direspon oleh berbagai kalangan masyarakat, salah seorang diantaranya adalah H. Mohammad Rudyanto Dharmawan Ketua Satkar Ulama Kota Adm Jakarta Barat, saat di temui wartawan, ia mengatakan sudah bukan menjadi rahasia lagi jika setiap penyelenggaraan Pemilu baik tingkat nasional maupun tingkat daerah masih dikotori dengan politik uang.

Apabila masyarakat dengan senang hati menerima politik uang, maka perilaku tersebut dapat memberatkan para kepala daerah serta wakil rakyat. Sebab, ongkos politik/demokrasi yang tergolong sangat mahal dapat memicu kepala daerah/wakil rakyat melakukan tindak pidana korupsi.

“Oleh karena itu, Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh KPK, melalui sosialisasi pencegahan money politik, atau suap politik yang bakal terjadi di setiap momentum demokrasi, seperti pada pemilu serentak pilpres dan pemilu legistaif, tanggal 14 Februari 2024 mendatang, apalagi sosialisasi itu dengan Bahasa sederhana mudah dicerna, menggelitik dan bagusnya dipasang di ruang publik”ucap H. Mohammad Rudyanto Dharmawan kepada wartawan, pada hari Senin, 18 September 2023 di Stasiun MRT di kawasan Blok M Plaza, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Sudahkah Capres Cawapres Melibatkan Orang Muda secara Bermakna? IYCTC Mendorong Capres Cawapres Tidak Menjadikan Orang Muda hanya sebagai Objek Politik Semata

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh KPK tersebut, hal itu merupakan tindakan edukatif untuk memberikan kesadaran kepada Masyarakat agar mencegah terjadinya suap politik di penyelenggaraan pemilu, aktivitas suap politik itu biasa disebut serangan fajar.

Adapun serangan fajar ini merupakan bagian dari penyakit pemilu yang bersumber dari politik uang. Orang membayar uang, membayar jasa, dan membayar janji-janji agar seseorang memilih atau melirik calon yang diinginkan oleh penerima,

Hal inilah yang menyebabkan dari pemilu ke pemilu tidak lagi berkualitas, dan bahkan di tengarai pemilu tidak melahirkan wakil rakyat yang tidak amanah, serta kemudian melahirkan seorang koruptor, sehingga tanpa disadari Masyarakat yang memiliki hak suara tidak lagi menjadi subyek untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan amanah, melainkan malahan menjadi obyek penderita yang hanya dimanfaatkan untuk mendapatkan suara dukungan oleh para pencari kursi kekuasaan.

“Bagaimana bisa memerangi korupsi kalau masyarakat yang memiliki hak politik menerima suap politik?, hal itu tanpa disadari pemilih sudah terlibat korupsi sejak awal, tanpa disadari mendorong lahirnya koruptor baru, uang rakyat di korupsi agar bisa balik modal, modal yang di pakai untuk menyuap rakyat, kondisi ini jelas yang rugi adalah rakyat, rakyat lagi-lagi jadi korban, ini yang harus dicegah.”tukas H. Mohammad Rudyanto Dharmawan yang biasa disebut Bang Moo sebagai panggilan akrabnya.

Baca Juga :  1162 Wisudawan/wati ITL Trisakti Tahun Akademik 2021/2022, Siap Berbakti Untuk Negeri, & Memajukan Translog Nasional

Karena itulah, lanjut Bang Moo, untuk mencegah terjadinya suap politik atau sering disebut dengan istilah serangan fajar tersebut, bukan hanya melalui penerapan hukum saja, melainkan juga melalui menciptakan kesadaran Masyarakat untuk menolak berbagai bentuk suap politik, dengan alasan terima duitnya menderita selama lima tahun, ya, kalau tidak ingin menderita kehidupan maupun penghidupan selama lima tahun, ya, sudah seharusnya rakyat menolak berbagai bentuk suap politik.

“Untuk itulah, mari kita dukung KPK, bersama-sama memerangi korupsi dengan menolak politik uang, dan hajar serangan fajar, Pilihlah  calon wakil rakyat maupun calon presiden berdasarkan karakter, kepeduliaannya, empatinya, sikap keberpihakannya kepada rakyat, gagasannya, rekam jejak yang baik, jangan karena uang, Sudah bukan zamannya lagi memberikan hak pilih karena uang, tapi gunakanlah hak pilih untuk memilih  orang yang amanah karena orang yang amanah tidak bakal korupsi.”pungkas H. Mohammad Rudyanto Dharmawan yang juga terpanggil sebagai Bacaleg DPRD DKI Jakarta Partai Golkar di dapil 9 Jakarta ( Kec Cengkareng, Kec. Tambora & Kec Kalideres)

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dapur MBG beserta Aktivitasnya di Pulogebang Permai, Resah kan Warga, Warga Tuntut Tutup

dito

24 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Meski dapur MBG di komplek Pulogebang Permai RT 01/RW 12 Kelurahan Pulogebang dalam tahap persiapan operasi namun pada realitas nya di duga justru menimbulkan keresahan masyarakat dilingkungan komplek tersebut .   Adapun keresahan itu muncul antara dari soal Amdal yang dicurigai akan berdampak kepada masyarakat sekitarnya, baik masalah Bau, maupun masalah sanitasi, serta …

Poros Rawamangun Peringatkan Sudin Dishub Jakarta Timur, agar Bijaksana Dalam Lakukan Penertiban

dito

20 Jun 2026

NationalPos.com, Jakarta- Peristiwa pengemudi ojek online (ojol) yang memohon-mohon hingga menangis histeris karena motornya diangkut petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudin Dishub) Jakarta Timur terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Kendaraan tersebut ditindak karena kedapatan parkir di atas trotoar yang melanggar aturan dan memicu kemacetan. Setelah video yang menayangkan Kejadian tersebut viral, hingga menuai respon simpatik …

Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026 di Markas Besar Badan Cadangan Nasional di Jakarta.   Pada kegiatan ini, Letjen …

PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

x
x