Home » Headline » Pengamat : Perlu Dibentuk Team Investigasi Independent untuk Usut Tuntas Insiden Boyolali

Pengamat : Perlu Dibentuk Team Investigasi Independent untuk Usut Tuntas Insiden Boyolali

dito 01 Jan 2024 119

NasionalPos.com, Yogyakarta- Situasi menjelang pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang, nampaknya bukan hanya diwarnai semakin menghangatnya konstestasi para pasangan calon presiden-cawapres, melalui berbagai media baik media sosial maupun media kampanye lain, akan tetapi kondisi persaingan antar Team sukses beserta para pendukung capres-cawapres peserta pilpres yang semakin memanas tersebut,

Tiba-tiba saja, Masyarakat dikejutkan dengan adanya peristiwa tindak kekerasan yang diduga melibatkan Sejumlah oknum TNI ditengarai melakukan penganiayaan terhadap relawan pendukung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres dan Cawapres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu 30/12/2023 kemaren.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dua orang relawan Ganjar-Mahfud yang diduga mengalami penganiayaan berupa tindak kekerasan saat dalam perjalanan pulang dari acara di Boyolali.

Sontak saja, informasi mengenai dugaan tindak kekerasan itu langsung menyebar ke berbagai kalangan Masyarakat, kemudian insiden itu juga disoroti oleh Agus Yohanes pengamat sosial kemasyarakatan.

Kepada wartawan yang menghubunginya, Agus mendesak agar  tindak kekerasan yang dialami relawan pasangan calon (paslon) nomor urut 3 itu harus di usut tuntas,  bahkan ia menyebut tindak kekerasan tersebut merupakan tindakan yang  terindikasi berimplikasi menciderai nilai-nilai netralitas TNI dalam pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang, dan juga dapat berimplikasi menurunkan kepercayaan masyarakat  terhadap anggota TNI sebagai aparat negara yang memiliki tugas dan tanggungjawab menjaga keamanan dalam pelaksanaan Pilpres 2024 mendatang.

“ Apapun alasannya, entah itu tindakan itu dilakukan spontanitas atau tidak, tindakan penganiayaan dengan keroyokan itu, tidak dapat di tolerir, bayangkan saja 7 orang harus menghadapi 15 orang yang langsung datang melakukan penyerangan, sehingga akibatnya lima orang menjalani rawat jalan dan dua lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit daerah Pandan Arang, Boyolali.”Tukas Agus Yohanes kepada wartawan, Senin, 1/1/2024 di Yogyakarta.

Baca Juga :  Ketua DPRD Ingin BUMD Daerah Khusus Jakarta Ambil Posisi di Investment Summit Amerika 2024

Menurut Agus, dirinya sangat menyesalkan kejadian tersebut, sehingga ia berpendapat kalau alasan penganiayaan itu disebabkan oleh adanya kebisingan knalpot motor yang di kendarai oleh para relawan pasalon capres cawapres nomor tiga yang baru pulang dari suatu acara yang kemudian melintas Asrama Kompi Senapan B Yonif 408/Sbh, alasan kebisingan tidak bisa menjadi alibi untuk melakukan penganiayaan dengan pengeroyokan oleh 15 orang oknum anggota TNI tersebut, karena kalau mereka merasa bising oleh knalpot motor yang di kendarai para korban, sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara persuasif, santun, elegan dan kemudian menyerahkannya  ke pihak kepolisian, karena memang ranahnya kepolisian dalam urusan ketertiban dalam berlalu lintas, dan bukan ranah TNI.

“ Insiden itu, bukan hanya menunjukkan sikap arogansi dari seorang anggota TNI, melainkan juga sudah ditengarai melanggar atau mengabaikan norma-norma kewenangan, norma susila dan tentunya tindak kekerasan itu merupakan tindak pidana, ya, diharapkan hukumannya bukan hanya sekedar dipecat dari kedinasan saja, tapi juga ada hukuman pidananya.” tandas Agus Yohanes yang juga mantan anggota LSM Kontras.

Baca Juga :  Rencana Pendirian CGRS di Indonesia Di Dukung Bamsoet Waketum KADIN Indonesia

Selain itu, lanjut Agus Yohanes, pengusutan kasus itu tidak dapat hanya di lihat dari hukum militer saja, tapi juga harus di usut dari sisi hukum positif sipil, dan modus operandi pelaku tindak kekerasaan itu pun tidak bisa hanya di lihat dari satu sisi saja, melainkan harus di cermati secara komprehensif, termasuk adanya indikasi modus politis, mengapa demikian?

Karena insiden itu terjadi di masa kampanye pilpres 2024, dan korbannya adalah relawan salah satu pasalon peserta pilpres, yakni relawan pasangan capres-cawapres nomor 3 (Ganjar-Mahfud MD), ya, kalau insidennya terjadi bukan pada masa kampanye pilpres dan korbannya bukan relawan pasangan capres-cawapres, mungkin unsur politisnya bisa di abaikan.

“Suka atau tidak suka, dan tidak bisa dipungkiri,  masyarakat akan menilai dan bahkan akan mencurigai kejadian tersebut ada sinyalemen terkait dengan modus politisnya, ya, harapannya untuk memenuhi rasa keadilan publik, serta untuk mencegah agar tidak terulanginya insiden serupa,  saya usulkan agar negara perlu membentuk Team Investigasi Independent untuk melakukan pengusutan insiden tersebut secara tuntas, transparan, obyektif dan tidak ada dusta, nah, kalau  ditahapan masa pilpres 2024, peristiwa seperti itu masih terulang lagi, maka kita dan juga masyarakat bakal menyatakan bahwa pelaksanaan pilpres 2024 tidak legitimate..karena pilpres ditengarai berlangsung dengan diwarnai indikasi kecurangan dan berbagai intimidasi yang di duga dilakukan secara struktur dan sistematis, ”pungkas Agus Yohanes.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Kuasa Hukum, Keluarga, dan Sahabat Almarhum Karim Gelar Tabur Bunga di Permindo

Primadoni,SH

04 Apr 2026

Padang, Nasionalpos.com — Kuasa hukum, keluarga, serta sahabat almarhum Karim menggelar konferensi pers di kawasan Jalan Permindo, tepatnya di depan Trenshop, Pasar Raya Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan aksi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan dan mengenang sosok almarhum Karim yang dikenal dekat dengan masyarakat sekitar. Dalam suasana haru, para sahabat dan rekan …

Pengamanan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Masjid Izzatul Islam Grand Wisata Libatkan Komunitas Lintas Agama

Hery

21 Mar 2026

Bekasi,NasionalPos — Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Izzatul Islam, kawasan Grand Wisata, berlangsung khidmat dan aman berkat dukungan pengamanan dari komunitas lintas agama yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Kerukunan Umat Beragama Grand Wisata (FPKUB GWS). Sejak pagi hari, ratusan jamaah telah memadati area masjid untuk menunaikan ibadah Sholat Ied. Di …

Ketika Replik Mengubah Arah Perkara: Kuasa Hukum Tergugat Kritisi Putusan PN Bale Bandung

Suryana Korwil Jabar

19 Mar 2026

Bandung, Nasional pos.com – Kuasa hukum Tergugat I dan Tergugat II menyampaikan kritik tajam terhadap putusan dalam perkara Nomor 247/Pdt.G/2025/PN.Blb yang di putus pada 26 Februari 2026. Meski menghormati proses peradilan, pihak tergugat menilai putusan tersebut mengandung sejumlah kejanggalan mendasar, baik dalam pertimbangan hukum maupun penerapan fakta persidangan. Dalam keterangan resminya, kuasa hukum menilai bahwa …

FK REPNUS Dukung Gerakan Pilah Sampah Jakarta, Dorong Peran Strategis Pasar Jaya dalam Pengolahan Sampah Terpadu

dito

17 Mar 2026

Nasional pos.com, Jakarta- Ketua Umum Forum Kekeluargaan Relawan Pemuda Nusantara (FK REPNUS), Faisal Nasution, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah secara mendasar. Hal ini merespons ajakan Gubernur DKI Jakarta yang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam gerakan memilah sampah dari sumbernya. Faisal Nasution menegaskan bahwa persoalan sampah …

x
x