Home » Headline » Di debat Capres kedua, Ganjar Tampil Keren, Elegan, Obyektif dan Visioner

Di debat Capres kedua, Ganjar Tampil Keren, Elegan, Obyektif dan Visioner

dito 08 Jan 2024 116

NasionalPos.com, Jakarta- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu malam 7/1/2024. Tema debat kali ini adalah pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik.

Adapun usai berakhirnya acara Debat tersebut tentunya mendapatkan tanggapan dari berbagai kalangan Masyarakat,

Salah seorang diantaranya adalah Pemerhati Sosial Agus Yohanes, kepada wartawan yang menghubunginya, ia berpendapat bahwa ketiga calon presiden (capres) telah menyampaikan gagasannya dalam debat ketiga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, baik Anies Baswedan, Prabowo Subianto, maupun Ganjar Pranowo nampak menyikapi persoalan pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik, dengan gagasan yang berbeda.

“Terlepas dari itu semua, jika dicermati dengan seksama dari tiga capres tersebut, nampak sangat jelas, seorang Ganjar Pranowo tampil beda dari kedua capres tersebut, perbedanaan itu terletak pada penyampaian Ganjar tentang realitas persoalan, disertai data yang akurat, obyektif, kemudian problem solvingnya pun sangat masuk akal dan visioner,” kata Agus Yohanes kepada wartawan, Senin, 8/1/2024

Agus menilai Ganjar sangat siap untuk berdebat dengan menyuguhkan sejumlah data. penampilannya cukup bagus dan ready untuk berdebat, kalau toh beliau menyampaikan pertanyaan ke Prabowo, beliau sama sekali tidak menyentuh persoalan pribadi, melainkan menyentuh menanyakan persoalan kinerja dan hasil kinerja Prabowo sebagai Menhan yang terkait erat dengan pengelolaan pertahanan dalam negeri maupun luar negeri, itu pun by data dari sumber yang akurat, tidak mengada-ngada ataupun rekayasa, sehingga dalam debat semalam itu, Pertanyaan soal indeks yang menurun itu ditanyakan oleh Ganjar Pranowo kepada Prabowo Subianto. Sebab, Prabowo saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan),

Baca Juga :  Menghitung Langkah Gubernur Atasi Teluk Weda

Namun, data-data itu dibantah oleh Prabowo dengan mengatakan data-data itu tak akurat, Ganjar menganggap jawaban-jawaban yang disampaikan Prabowo dalam sesi debat itu tidak ada yang menjawab pertanyaannya. Malah, Prabowo, dianggap Ganjar hanya bisa membantah data yang dibawa dalam sesi tanya jawab itu tanpa mampu membawa data pembandingnya.

Ganjar saat itu, lanjut Agus, hanya minta ketegasan dari Prabowo, soal data yang disampaikan Ganjar itu jika salah, maka letak kesalahannya dimana, apanya yang salah, tapi sayangnya semua itu tidak ditanggapi Prabowo, padahal Prabowo dalam posisinya sebagai Menhan harusnya menguasai segala hal dan memiliki semua data terkait dengan keamanan dan pertahanan. Tapi rupanya Prabowo sama sekali tidak menunjukkan data, semua penilaian terhadap keburukan kemenhan tidak satupun yang mampu diklarifikasi oleh Prabowo dengan data.

Baca Juga :  Tradisi Mengarak Sokok, Grebeg Maulud ala Desa Pegayaman

Mestinya Prabowo bilang: “data anda salah. Yang benar data ini, ini dan ini.” Tapi, Prabowo hanya menyalahkan data yang diungkap Ganjar tanpa menunjukkan datanya sendiri yang menurutnya benar, bahkan dikesankan se-akan-akan Ganjar menyerang Prabowo.

“Ini yang tidak benar, dalam debat semalam, Ganjar tidak menyerang siapapun, termasuk tidak menyerang Prabowo, aneh, orang bertanya, minta penjelasan, malahan ditanggapi dengan dugaan nyerang, tapi terlepas dari itu semua, Ganjar tampil keren, elegan dan membawa pesan edukatif bagi Masyarakat, dan tentunya hal ini menumbuhkan harapan baru bagi perbaikan pengelolaan pertahanan dalam negeri demi kedaulatan negara di Tengah pergaulan Masyarakat International.”pungkas Agus Yohanes.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Momentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional  melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri.   Terkait dengan situasi …

Raport Merah Penegakan Hukum selama 2 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran”

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta.   Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum.   …

Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Ahli Waris Tegaskan Lahan Bersejarah Jl. Ince Nurdin dan Jejak Aset Lainnya, Sah Miliknya, Berdasarkan Data Eigendom Verponding yang Diakui UUPA

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar   “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …

PUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,

dito

17 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional.   Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …

Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

x
x