Home » Headline » Perilaku Gibran di Debat Cawapres Kedua, Menafikan Adat Ketimuran Bakal Picu Gerakan Asal Bukan Gibran

Perilaku Gibran di Debat Cawapres Kedua, Menafikan Adat Ketimuran Bakal Picu Gerakan Asal Bukan Gibran

dito 22 Jan 2024 331

NasionalPos.com, Jakarta- Debat Cawapres usai digelar pada Minggu (21/1/2024) kemarin malam di Jakarta Convention Center, Ketiga Cawapres, yaitu Muhamimin Iskandar selaku cawapres 01, Gibran Rakabuming Raka selaku cawapres dan Mahfud MD selaku cawapres dari 03.

Mereka beradu gagasan membahas sejumlah isu yaitu pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat dan desa, Pasca debat, beragam komentar pun bermunculan dari berbagai kalangan Masyarakat, tak terkecuali di tanggapi pula oleh Agus Yohanes pengamat Sosial Politik, kepada wartawan yang menghubunginya, Senin, 22/1/2024 di Tangerang Selatan, Banten.

Ia menilai dari ketiga cawapres yang tampil di debat tersebut, nampaknya penampilan Gibran Rakabuming Raka dalam debat kedua cawapres tersebut sangat buruk, lantaran terkesan tidak berubah. Gibran tetap menggunakan cara-cara tricky untuk menjebak lawan dalam bertanya.

“Dia terkesan tidak berubah, tetap menggunakan cara-cara tricky untuk menjebak lawan dalam bertanya, ya, mungkin juga cara tersebut untuk menutupi kelemahannya dalam penguasaan materi, tidak memahami pertanyaan yang ia lontarkan ke cawapres lainnya atau bahkan ketidak mampuannya menjawab pertanyaan dari Cak Imin dan juga dari Prof Mahfud MD,”ungkap Agus Yohanes.

Bukan hanya itu, lanjut Agus Yohanes, Dalam debat tersebut, Gibran justru terkesan menampilkan kesombongan dan keinginan untuk menjatuhkan lawan debatnya di panggung, Hal itu justru memberikan efek buruk kepada publik atau penonton.

Baca Juga :  Ahli Waris Kosim Bin Riman, Duduki lahan miliknya, Yang Di duga di Serobot Marunda Center Selama Puluhan Tahun

Penampilan Gibran yang menonjol dalam debat hari ini justru kesan kesombongan dan keinginan menjatuhkan lawan debatnya di panggung. Dia juga lupa efek buruknya pada publik atau penonton. Padahal ini debat kebijakan, bukan tebak tebakan istilah, Seandainya Prof Mahfud ingin menjatuhkan Gibran dengan cara yang sama tentu mudah sekali, yaitu cukup tanya istilah-istilah hukum atau pasal-pasal dalam hukum, pasti Gibran kesulitan.

“Begitu pula Cak Imin kalau menanyakan dalil-dalil agama, tentu Gibran tidak akan bisa jawab juga, tapi cawapres 01 dan 03 tidak melakukan itu kepada Gibran, karena keduanya memiliki pemahaman sangat bagus terhadap strategi komunikasi yang efektif, beretika, bertata krama dan adat istiadat ketimuran yang menjunjung tinggi kesantunan dalam menghormati orang lain, apalagi menghormati orang yang lebih tua dan lebih berpengalaman.”tukas Agus Yohanes.

Menurut Agus, dirinya mencermati bahwa pelaksanaan Debat Cawapres tersebut, menunjukkan persoalan karakter masing-masing cawapres dengan etikanya. Masyarakat bisa menilai karakter dan etika masing-masing cawapres setelah melihat debat malam tadi malam, selain itu, tingkah laku Gibran di panggung debat tersebut,  justru akan berdampak menurunkan simpati kepada pasangan capres-cawapres 02, khususnya dari mereka yang belum menentukan sikap (swing voters), situasi tersebut dapat dicermati ketika munculnya sentimen negatif warganet yang mayoritas disinyalir adalah kelompok yang belum menentukan sikap tersebut, mereka dalam debat cawapres kali ini menunjukkan adanya kegelisahan soal perbuatan yang tidak sesuai etika dan adat istiadat Ketimuran yang dipertontonkan oleh Gibran anak sulung Presiden Jokowi.

Baca Juga :  Terbitkan Perppu Ciptaker, Pemerintah Dikritik Legislator

“Namun, yang pasti, debat telah menjadi panggung untuk publik menilai para kandidat, termasuk etikanya, tentunya perilaku Gibran yang menafikan nilai-nilai moral, etika dan juga melabrak adat ketimuran, bakal berimplikasi memicu munculnya Gerakan asal bukan Gibran, dari Masyarakat terutama kalangan generasi milineal atau bahkan gens Z memegang teguh adat istiadat ketimuran yang senantiasa menjunjung tinggi kesantunan baik dalam ucapan maupun perilaku dalam kehidupan peradaban bangsa Indonesia, Ini Indonesia, bung, yang punya adat istiadat maupun karakter luhur yang berbeda dengan bangsa lain, itu jangan dilupakan dan ditinggalkan ”pungkas Agus Yohanes.

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
HUT ke 58 ORARI Momentum Untuk mengembalikan ORARI sesuai dengan Marwahnya

dito

09 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada Peringatan HUT ke 58 ORARI, saat yang tepat untuk melakukan refleksi oleh seluruh Komponen ORARI, baik pengurus maupun anggota, demikian di sampaikan oleh Ketua Umum ORARI Pusat hasil Munaslub ORARI 2022, Suryo Susilo YBØJTR kepada wartawan, Kamis, 9 Juli 2026 di Jakarta “Saat ini ORARI masih dalam kondisi yang memprihatinkan,” menurut Suryo. …

Akademisi: Implementasi Pasal 33 UUD 1945, Prabowo Sedang Diuji Melawan Oligarki dan Kapitalisme Global

Dhio Justice Law

09 Jul 2026

NasionalPos. com, Jakarta – Ekonom senior Fuad Bawazier menilai implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 hingga kini belum berjalan secara maksimal. Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang menghadapi ujian besar untuk membuktikan bahwa pembangunan ekonomi nasional benar-benar berpijak pada amanat konstitusi. Sebagai keynote speaker dalam Seminar “Konflik Geopolitik dan Ancaman Krisis …

TNI AL Gelar Rekonsiliasi Internal untuk Perkuat Tata Kelola Keuangan

ardi

06 Jul 2026

Jakarta,NasionalPos– TNI Angkatan Laut melalui Dinas Keuangan Angkatan Laut (Diskual) menggelar Rekonsiliasi Internal Unit Organisasi (UO) TNI AL Semester I Tahun Anggaran 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Denma Mabesal, Jakarta, Senin (6/7/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Keuangan Angkatan Laut (Kadiskual) Laksamana Pertama TNI Azil Sadagori Achmad. Rekonsiliasi ini bertujuan menyelaraskan data keuangan serta …

Piala Presiden 2026 Digelar di Bandung dan Surabaya, Delapan Klub Siap Bersaing

Dame.T

06 Jul 2026

Jakarta,NasionalPos – Turnamen pramusim Piala Presiden 2026 kembali digelar pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026 dengan Bandung dan Surabaya ditetapkan sebagai tuan rumah. Memasuki penyelenggaraan edisi kedelapan, turnamen ini akan diikuti delapan klub yang terbagi ke dalam dua grup dan memainkan total 16 pertandingan. Kepastian tersebut disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers …

Urban Farming Wahana Efektif Manfaatkan Hasil Pemilahan Sampah”

dito

06 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Urban farming atau urban agriculture adalah kegiatan budidaya tanaman atau memelihara hewan ternak di dalam dan di sekitar wilayah kota besar (metropolitan) untuk memperoleh bahan pangan atau kebutuhan lain.   Di Daerah Khusus ibukota Jakarta, keberadaan Urban farming, nampaknya sudah semakin berkembang dan di budidayakan, di antara urban farming yang tumbuh berkembang di …

Mujawar dan Warung Kejujuran di Sudut Jakarta

Dhio Justice Law

05 Jul 2026

NasionalPos. Com, Jakarta – Di sebuah sudut permukiman padat di Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, berdiri sebuah Warung Madura yang tak pernah sepi dari warga sekitar. Warung sederhana itu bukan sekadar tempat membeli beras, gula, kopi, atau mi instan. Di sana, kepercayaan menjadi barang dagangan yang paling berharga.   Di balik etalase warung itu, …

x
x