Home » Headline » Pengadilan Rakyat Solusi Ketidakpercayaan Terhadap Lembaga Peradilan

Pengadilan Rakyat Solusi Ketidakpercayaan Terhadap Lembaga Peradilan

dito 16 Mar 2024 202

NasionalPos.com, Jakarta- Kepala Staf Presiden Moeldoko merespons seruan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang ingin menggerakkan pengadilan rakyat untuk menyikapi dugaan kecurangan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, ia menyatakan tidak setuju dengan seruan tersebut mengingat Indonesia adalah negara hukum. “Karena kita negara hukum, jangan diselesaikan dengan cara-cara jalanan begitu,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2024) pekan lalu.

Pernyataan Moeldoko tersebut, juga mendapatkan respon dari berbagai kalangan masyarakat, bahkan menjadi perbincangan hangat dari kalangan aktivis pro demokrasi, salah seorang diantaranya yang menanggapi pernyataan Moeldoko tersebut adalah Agus Yohanes pengamat Sosial Politik

Kepada wartawan yang menghubunginya, ia mengatakan bahwa pernyataan dari Jenderal (Purn) TNI-AD Moeldoko itu, telah mengabaikan nilai-nilai demokrasi yang diterapkan di Indonesia, dan bahkan juga mengabaikan nilai-nilai kedaulatan rakyat sebagai negara yang menganut system Republik, dengan memberikan porsi terbesar pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan penguasa maupun pemerintah.

Baca Juga :  Posisi KKB Semakin Terdesak Ungkap Kapuspen TNI

“Ia sebut Indonesia adalah negara hukum, tapi Moeldoko lupa bahwa Indonesia ini bukan negara Kerajaan atau monarki, melainkan negara Republik yang menganut system kedaulatan ada di tangan rakyat, hukum diciptakan harus memenuhi rasa keadilan rakyat, serta melindungi maupun mengayomi rakyat, bukan mengayomi penguasa.”ungkap Agus Yohanes yang juga mantan Aktivis LSM Kontras.

Menurut Agus, mestinya Jenderal Moeldoko mencermati kondisi perkembangan hukum di Indonesia, bahwa kondisi hukum beserta Lembaga peradilan di Indonesia sedang tidak baik-baik saja, bahkan sudah mengalami kondisi kedaruratan hukum, nah karena situasi tersebut, misalnya dalam konteks adanya kejahatan pilpres 2024 , Ketika lembaga Peradilan tidak bisa mengadili, tidak bisa menjalankan sanksi, tidak bisa melakukan penghukuman,

Maka atas nama kedaulatan rakyat, rakyat harus mengambil itu dan melakukan pengadilan rakyat, karena itu pengadilan rakyat itu jangan diartikan sebagai pengadilan jalanan, tapi sebuah pengadilan yang personilnya, jaksa maupun majelis hakim dipilih dan ditentukan oleh rakyat secara independent, transparan, kredibel, akuntabel terbebaskan dari konflik kepentingan,

Baca Juga :  Hingga H-3 Idulfitri, Terminal Kampung Rambutan Telah Berangkatkan 5.826 Pemudik

Serta pengadilan rakyat itu dilaksanakan secara terbuka, misalnya dilaksanakan di lapangan terbuka atau tempat gedung terbuka sehingga dapat dilihat, diawasi oleh rakyat, jika pengertiannya seperti itu, maka pengertian Pengadilan Rakyat  jangan disalah artikan pengadilan rakyat itu sesuatu yang anarkis dan menakutkan, pemerintah jangan mengintimidasi rakyat dengan pemahaman yang keliru terhadap arti , makna dan substansi digelarnya pengadilan rakyat.

“Nah giliran mau diadili dgn pengadilan rakyat, baru deh si Moeldoko ngomong soal Indonesia negara hukum. Padahal selama ini, hukum beserta lembaga peradilan sudah dikuasai dan selalu dijadikan milik Jokowi bersama kroninya (KKN) dan menjadikan negara ini menjadi negara kekuasaan, padahal sesungguhnya pengadilan rakyat adalah Solusi Ketidakpercayaan Lembaga Peradilan di Indonesia, karena pemilik kedaulatan ini adalah rakyat, maka rakyat juga sangat berhak menggelar pengadilan.”pungkas Agus.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Ahli Waris Tegaskan Lahan Bersejarah Jl. Ince Nurdin dan Jejak Aset Lainnya, Sah Miliknya, Berdasarkan Data Eigendom Verponding yang Diakui UUPA

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar   “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …

PUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,

dito

17 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional.   Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …

Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

x
x