Home » Headline » Hubungan Rusia-Indonesia, Jauh Di Mata Dekat Di Hati, Selalu Harmonis

Hubungan Rusia-Indonesia, Jauh Di Mata Dekat Di Hati, Selalu Harmonis

dito 26 Jul 2024 199

NasionalPos.com, Jakarta-  Hubungan baik antara lndonesia dan Rusia nnemiliki akar yang dalam dart didasarkan pada pemahaman bersama historis tentang cita-cita kebebasan, kemerdekaan, keadilan Sosial, pluralisme agama, integritas nasional dan wilayah yang tidak dapat dibagi, dan persaudaraan rakyat yang mendiami masing-masing negara kita. Prinsip-prinsip dasar ini  mendasari demokrasi Pancasila dan Konstitusi masing-masing negara.

Orang Rusia, seperti orang lndonesia, sangat menyadari apa itu Bhineka Tunggal lka. Wilayah Rusia sangat besar – mencakup seperenam daratan dunia. Tempat ini dihuni oleh lebih dari 200 bangsa besar dan kecil yang punya bahasa, adat istiadat dan adat istiadat mereka sendiri, yang menganut agama Kristen, Islam, Buddha, dan agama serta kepercayaan lainnya. Penyair dapat dengan aman rnengatakan bahwa bangsa Rusia dan lndonesia memiliki banyak kesamaan, demikian disampaikan Valery Fedortsov salah seorang pendiri Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Rusia (PPIR) kepada NasionalPos.com, Jumaat, 26/7/2024 langsung melalui saluran telpon Jakarta-Moskow.

“Kami memiliki pandangan yang sama atau serupa tentang isu-isu global utama’ Rusia dan Indonesia adalah pendukung perlucutan senjata nuklir bertahap, penentang terorisme dan ekstremisme, pendukung pelestarian identitas budaya nasional, nilai-nilai keluarga yang sehat dan kuat yaitu dasar masyarakat” ucap Valery Fedortsov.

Menurut Valery Fedortsov, Rusia sangat menghormati kebijakan non-blok yang secara konsisten diikuti lndonesia dan partisipasi aktifnya datarn Organisasi Bangsa Asia dan Afrika, yang menganjurkan tatanan dunia yang adil dan harmonis. Kebijakan ini seiaras dengan tuntutan untuk dunia multipolar yang didengar saat ini. Rusia memahami dan menghargai kebijakan luar negeri lndonesia yang bebas dan aktif, yang menempatkan kepentingan rakyatnya di atas segalanya dalam hubungan internasional.

Oleh karena itu, sambung Valery Fedortsov, dirinya tidak setuju dengan pernyataan bahwa hubungan antara negara-negara kita ,’retak” selama Perang Dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Sebaliknya. Lihat, pada puncak Perang Dingin, pada tanggal 26 Januari 1950, Uni Soviet mengakui kedaulatan Republik Indonesia yang masih muda dan menyatakan kesiapannya untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia

Selanjutnya, ditemukan fakta sejarah bahwa didalam dokumen tanggapan yang menyusul beberapa hari kemudian, yang diterima oleh Moskow pada tanggal 3 Februari 1950, Jakarta mengumumkan kesiapannya untuk menjalin hubungan diplomatik, dan pada awal tahun 1954, para pihak bertukar kedutaan. Duta besar Indonesia pertama adalah Subandrio, yang menyerahkan kredensialnya di Moskow kepada Ketua Presidium Soviet Agung Uni Soviet, Kliment Voroshilov.

“Selain Fakta Sejarah tersebut, terdapat juga fakta bangunan fisik hasil karya yang menunjukkan betapa harmonisnya hubungan Rusia-Indonesia, yakni , yang bertahan hingga hari ini, adalah stadion ISTORA Senayan, yang dibangun oleh spesialis Rusia menjelang Asian-Afrikan Games di Jakarta pada th 1962, sejak waktu itu komplek olahraga tersebut terkenal di seluruh lndonesia/ Tetapi bukan semua tahu bahwa dia punya kembar yaitu kompleks olahraga Luzhniki, kita punya lapangan olahraga ditepi sungai Moskva di selatan ibu kota Uni Soviet”tukas Valery Fedortsov.

Baca Juga :  Tiga Dirjen Kementan Dihadirkan KPK Pada Sidang SYL

Selain bangunan Istora itu, lanjut Valery, juga terdapat RS Persahabatan di Jakarta Timur masih menerima pasien 24 jam sehari dan memiliki beberapa peralatan dati masa lampau yang telah menjadi peninggalan berharga. Dua pembangkit listrik tenaga panas di pulau Sumatra sampai sekarang berhasil bekerja untuk kepentingan masyarakat lndonesia. Yaitu Mrici dan lain di kawasan Danau Toba, tidak hanya itu di bidang industri, Rusia juga berkonstribusi dalam Pembangunan cerobong asap pipa tinggi dan meluncurkan rangkaian truk dengan produk baja kelas satu pabrik baja Krakatau steeldi provinsi Banten, yang pembangunannya dimulai oleh insinyur Soviet pada paruh pertama tahun 1960-an.

Sampai hari ini, SUV super awet Rusia GM masih nampak berada di jalan-ialan Republik lndonesia. Konstribusi yang tak tergantikan untuk pengembangan ekonomi dan perawatan kesehatan di lndonesia dibuat oleh lulusan lembaga pendidikan tinggi dari macammacam kota di Uni Soviet dan Rusia modern.

“Saat ini, lndonesia dan Rusia adalah mitra ekonomi yang dapat diandalkan, dasar ekspor Rusia ke lndonesia adalah bahan bakar minyak dan solar, pupuk dan logam besi. Kapal dengan minyak kelapa sawit lndonesia, karet, produk tekstil, kopi, kakao, rempah-rempah dan bahkan jamu, produk kayu keras kelas satu, furniture kayu yang indah, bihun lndomie favorit semua orang, saus sambal dan bahkan bir Bali Hai berlayar ke pantai Rusia,”tutur Valery Fedortsov

Lebih lanjut Valery Fedortsov mengungkapkan bahwa perusahaan negara dan swasta Rusia melihat prospek besar untuk pengembangan kerja sama di banyak industri di Indonesia antara lain : lndustri ekstraktif: peralatan dan teknologi untuk industri pertambangan, peralatan dan teknologi untuk industri minyak dan gas – Energi: peralatan dan teknologi untuk pembangkit listrik termal, sumber energi terbarukan, teknologi hemat energi, pembangkit listrik tenaga nuklir –

Adapun lndustri manufaktur antara lain peralatan mesin, produk listrik, peralatan kontrol dan pengukuran – Pertanian dan perikanan: mesin pertanian dan kehutanan, kapal penangkap ikan, peralatan penyimpanan dan pengolahan ikan dqn makanan laut, serta di lndustri kimia antara lain : produk dan teknologi untuk pengolahan minyak, gas, batu bara, produksi senyawa kimia – Teknologi Tinggi: komunikasi satelit, teknik penerbangan, pendidikan kedokteran, lT – Keuangan dan perbankan, organisasi aliran keuangan langsung antar negara, sedangkan dibidang lnvestasi, Perusahaan negara dan swasta Rusia melihat prospek besar untuk pengembangan kerja sama di banyak industri di Indonesia.

“Selain fakta adanya kerjasama di bidang industri, hubungan Rusia-Indonesia, dibuktikan dengan adanya diplomasi rakyat yang semakin berkembang pesat, diwujudkan adanya data bahwa setiap tahun lebih dari 300 mahasiswa sarjana dan pascasarjana lndonesia, termasuk anak-anak muda dari sudut paling terpencil, termasuk Papua, kemudian menerima beasiswa dan pendidikan gratis di universitas-universitas Rusia, yang diperuntukkan calon mahasiswa untuk belajar di perguruan tinggi Rusia pada periode 2025-2030, begitu pula sebaliknya Mahasiswa dari Rusia pergi ke universitas lndonesia sebagai bentuk pertukaran, ”tukas Valery.

Baca Juga :  Aksi Unras Forum P3SRS Nasional Di Balaikota, Ditolak Warga Apartemen Puri Kemayoran, Lantaran Diduga Memanipulasi Fakta dan Tendensius

Valery juga mengatakan bahwa apabila mencermati perkembangan Hubungan Rusia-Indonesia, Secara alami, setiap proses perkembangan, bahkan yang progresif, memiliki periode akselerasi atau perlambatan- ltulah kehidupan. Di antara moment yang menghambat, dirinya menyebutkan,  masih adanya steorotip pemkiran dan pendekatan. Sudah waktunya bagi setiap negara untuk saling memandang secara lebih luas dan mendalam, untuk meninggalkan pendapat “pihak ketiga” dan membentuk pendapat mereka sendiri, mendekati kebenaran. lni sangat penting.

Selain itu, dirinya juga menyarankan sebagai langkah solusi, yakni perlunya belajar untuk memahami satu sama lain dengan lebih baik, baik di tingkat pemerintah maupun masyarakat secara keseluruhan. Spesialis perlu mempelajari sejarah, membandingkan fakta, penyebab dan efek apa adanya,  perlu belajar membaca pers nasional kedua negara, dan tidak hanya mengandalkan sumber ketiga, serta perlu lebih banyak berkomunikasi satu sama lain, belajar untuk saling percaya.

Untuk meningkatkan rasa saling percaya, saling memahami budaya ataupun karakter masing-masing, tentunya dapat di upayakan melalui berbagai aktivitas dialog ataupun diskusi interaktif antar kedua belah pihak, antara lain bisa melalui pemanfaatan teknologi internet secara online dengan menyelenggarakan acara webinar seperti yang di gelar oleh Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) bersama Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Rusia (PPIR) dan Forum Peduli Literasi Masyarakat (FILEM) dengan mengangkat tema  Mempererat Persahabatan di tengah Krisis Multidimensi” yang diselenggarakan melalui online pada Sabtu, 20 Juli 2024 lalu.

Menurutnya, acara webinar tersebut, patut di apresiasi sebab bukan hanya mengangkat tema Mempererat Persahabatan Rusia-Indonesia melainkan juga acara ini nampak adanya kiprah  generasi muda untuk menyukseskan kegiatan tersebut sebagai panitia pelaksana, serta mereka menghadiri dan mengikuti acara tersebut dengan antusias karena sebagian besar dari mereka di dorong oleh rasa keingin-tahuan mengenai persahabatan Rusia-Indonesia yang sudah puluhan tahun terjalin dengan sangat harmonis.

Acara semacam inilah yang harus sering diadakan baik oleh masyarakat Indonesia maupun oleh masyarakat Rusia, terutama di kalangan generasi muda kedua negara tersebut, agar generasi muda Indonesia-generasi muda Rusia dapat meneruskan warisan persahabatan kedua bangsa ini lebih semakin erat dan semakin harmonis.

Tidak hanya itu, diharapkan agar para pemimpin untuk saling melakukan kunjungan kenegaraan, sedangkan diharapkan masyarakat Indonesia-dengan masyarakat Rusia, bisa saling bekerjasama dan berkomunikasi, misalnya dengan pergi  saling”berkunjung’, sehingga dapat membantu orang lndonesia untuk memahami sendiri siapa orang Rusia, bagaimana meereka hidup dan apa yang mereka inginkan, dan Rusia dapat melihat dan memahami orang lndonesia, serta merasa bahwa Indonesia – Rusia serupa dalam banyak hal!

“Boleh dikatakan, hubungan Rusia-Indonesia tidak pernah bermasalah, saya yakin, kalau semua ini diwujudkan, biar pelan-pelan, rakyat lndonesia dan rakyat Rusia akhinya bisa berkata bersama: JAUH Di MATA Dekat Di Hati, terima kasih.”pungkas Valery Fedortsov seorang pengusaha dan juga mantan wartawan.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Di HUT ke 23, FSAB Serukan Perkuat Soliditas Kebangsaan Dalam Hadapi Badai Krisis Global

dito

25 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada setiap tanggal 25 Mei, seluruh pengurus beserta anggota keluarga besar Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB) memperingati hari lahirnya FSAB, sebuah organisasi yang memiliki missi menyebarkan “Benih” perdamaian ke masing-masing kelompok yang terkait konflik masa lalu, serta menyuarakan mencegah terjadinya konflik di masa kini dan di masa mendatang. Terkait dengan momentum peringatan Hari …

Ketika Parlemen Kehilangan Suara Rakyat

Dhio Justice Law

24 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)    NasionalPos.Com, Jakarta – Sejatinya, parlemen adalah wakil rakyat. Tetapi realitas politik hari ini, parlemen sudah tidak mewakili rakyat, bahkan lebih dekat dengan kekuasaan? Fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran tampak berjalan. Namun daya kritis parlemen semakin melemah. Ketika hampir semua kekuatan politik berada dalam lingkar kekuasaan, …

Forum Komunikasi Ojol Tertindas Gelar Aksi Unras Bertajuk Revisi Perpres 27 Tahun 2026 atau Reformasi

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sekitar Ribuan Driver ojol dari wadah taktis bernama Forum Komunikasi Ojol Tertindas (FORKOT) yang merupakan gabungan berbagai Organisasi, Komunitas dan Paguyuban ojol Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan patung kuda di Jalan Thamrin Jakarta pusat, Kamis, 21/5/2026.   ” Kami dari FORKOT dengan ini menyatakan dengan tegas dan mengapresiasi sikap Pemerintah terhadap …

Jaker Bakal Gelar Diskusi Merawat kebudayaan

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) bekerja sama dengan Perpustakaan Jakarta akan menggelar “Diskusi Kebudayaan” bertajuk “Merawat Ingatan di Tengah Budaya Instan dan Krisis Makna di Era Digital”   pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 15.00–17.00 WIB di Ruang Belajar Lantai 6 Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.   Diskusi ini dihadirkan …

Di Peringatan Harkitnas ke 118, FSAB Mengajak Perkokoh Semangat Gotong Royong, Persatuan, dan Cinta Tanah Air

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh persatuan dan solidaritas seluruh elemen bangsa, tidak hanya itu makna Kebangkitan Nasional adalah kesadaran kolektif untuk meninggalkan ego kedaerahan dan bersatu memperjuangkan masa depan bangsa, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB), Rabu, 20/5/2026 di Jakarta …

Negara, Narasi, dan Ketakutan terhadap Film

Dhio Justice Law

19 Mei 2026

Membaca Pembubaran Pesta Babi dari Perspektif Politik Keamanan Oleh; Ridwan Umar NasionalPos.Com, Jakarta – Pembubaran pemutaran film dokumenter Pesta Babi di sejumlah daerah bukan sekadar soal film. Ia adalah cermin bagaimana negara membaca ancaman, mengelola ketakutan, dan mempertahankan legitimasi di tengah era perang narasi. Di zaman modern, negara tidak lagi hanya takut pada senjata. Negara …

x
x