- HeadlinePemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia
- TNI-POLRIPuskopkar Siliwangi Raih Dua Penghargaan Bergengsi
- daerahDinas Perpustakaan Kota Bandung Gelar Gala Final Pemilihan Duta Baca 2026
- daerahAktifitas Lapangan Padel Dianggap Mengganggu, Jalan Sutami Mengadu Ke Komisi I
- HeadlineNegara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Geger Banyuwangi: Penjualan Saham PT MCG Terancam Batal? Izin Tambang Diduga Cacat Hukum!
BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM –
Rencana penjualan saham Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di PT Merdeka Copper Gold (MCG), pengelola tambang emas Tumpang Pitu dan Salakan, terus memanas. Isu ini semakin diperkuat oleh pernyataan tokoh masyarakat sekaligus pengamat kebijakan publik, Amir Ma’aruf Khan, yang menuding adanya cacat hukum sejak awal pemberian izin tambang pada tahun 2012.
Amir Ma’aruf Khan, melalui pernyataan yang viral di media sosial, menyoroti dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Inti masalahnya, menurut Amir, adalah kegagalan Bupati Banyuwangi saat itu, Abdullah Azwar Anas, dalam menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) sebagai landasan pelaksanaan urusan pertambangan, sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 8 UU Minerba.
“Bupati 2012 tidak membuat Perda seperti diperintahkan UU Minerba. Artinya, surat keputusan pemberian izin atau persetujuan izin pertambangan di Tumpang Pitu itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,” tegas Amir.
Contoh Konkret: Dampak Ketiadaan Perda Minerba
Untuk memperjelas argumennya, Amir memberikan contoh konkret. “Tanpa Perda Minerba, tidak ada mekanisme yang jelas dan transparan mengenai bagaimana Pemkab Banyuwangi mengawasi kegiatan pertambangan di Tumpang Pitu. Misalnya, bagaimana memastikan perusahaan tambang memenuhi kewajiban reklamasi pasca-tambang? Bagaimana mengontrol dampak lingkungan yang mungkin timbul akibat aktivitas pertambangan? Semua ini menjadi abu-abu karena tidak ada payung hukum yang jelas,” jelasnya.
Amir menambahkan, ketiadaan Perda Minerba juga berpotensi merugikan daerah. “Perda seharusnya mengatur secara rinci mengenai pembagian hasil pertambangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Tanpa Perda, potensi pendapatan daerah dari sektor pertambangan bisa jadi tidak optimal,” imbuhnya.
Jika benar Perda Minerba tidak pernah diterbitkan, maka dasar hukum pemberian izin tambang menjadi sangat lemah, bahkan bisa dikatakan tidak sah secara administratif. Implikasinya sangat luas, termasuk legalitas kepemilikan saham Pemda Banyuwangi di PT MCG dan rencana penjualannya.
Amir juga menyinggung era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan supremasi hukum. Ia meyakini, kesalahan hukum seperti ini tidak akan dibiarkan begitu saja. “Kalau dulu kuat, sekarang jamannya Pak Prabowo. Ketika ada kesalahan yang berkaitan dengan Undang-Undang, apalagi berdampak luas, Insya Allah pasti akan diusut,” ujarnya.
Tak hanya itu, Amir memperingatkan anggota DPRD Banyuwangi untuk tidak gegabah dalam menyikapi isu ini. Ia mendesak mereka untuk mempelajari Undang-Undang Minerba dan memastikan apakah Perda Minerba pernah dibuat atau tidak.
Menariknya, Amir secara khusus menyerukan kepada anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra untuk berani mengungkap kebenaran. “Tolong masyarakat Banyuwangi pahami persoalan ini. Sampaikan ke DPRD-nya, agar mereka juga belajar dan berani mengungkap kebenaran sesuai dengan perintah Pak Presiden. Mudah-mudahan DPRD Kabupaten Banyuwangi, khususnya Partai Gerindra, berani menyampaikan kebenaran,” pungkasnya. Minggu (12/10/2025).
Pernyataan keras Amir Ma’aruf Khan ini tentu menjadi bola panas yang menggelinding di Banyuwangi. Publik kini menunggu respons dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan DPRD, terutama klarifikasi terkait dasar hukum izin usaha pertambangan yang menjadi fondasi kepemilikan saham di PT MCG. Jika dugaan cacat hukum ini terbukti, bukan tidak mungkin rencana penjualan saham akan dibatalkan dan berpotensi menimbulkan gejolak hukum yang lebih besar.
(Dra).
ardi
01 Mei 2026
Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …
Dhio Justice Law
29 Apr 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …
dito
29 Apr 2026
NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya” Serta …
Dhio Justice Law
28 Apr 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …
Dhio Justice Law
26 Apr 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI) NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …
- Banyuwangi
25 Apr 2026
Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …
21 Nov 2024 1.765 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.437 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.315 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.254 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.242 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.202 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.106 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.