Home » Headline » KOBAR: Pejuang Demokrasi Hingga Misi Kemanusiaan

KOBAR: Pejuang Demokrasi Hingga Misi Kemanusiaan

Dhio Justice Law 26 Feb 2026 170

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)

 

NasionalPos.com, Jakarta – Pada 25 Februari 2026, Komando Barisan Rakyat (KOBAR) genap berusia 11 tahun. Sebagai sebuah organisasi gerakan, perjalanan panjang telah dilalui KOBAR. Ia telah melalui sejumlah fase; Pembentukan, Konsolidasi, ujian internal hingga ujian eksternal.

Rijal Kobar

Dalam pengamatan publik, KOBAR pun telah melewati beragam dinamika tak hanya di internal, perubahan sosial, hingga pasang surut suhu politik nasional. Dalam rentang waktu itu, KOBAR telah tampil di depan sebagai barisan yang lantang menyuarakan kepentingan rakyat dalam mengawal demokrasi, mengkritisi kebijakan publik, dan mendorong partisipasi publik dalam ruang-ruang kebangsaan. Sebut saja kehadiran KOBAR dalam perjuangan demokrasi seperti di aksi 212 hingga menolak Pemilu Curang pada medio 2019 lalu.

Ridwan Umar (kiri) bersama Rijal Kobar (kanan) dalam Aksi tolak Pemilu Curang 2019 di depan Bawaslu RI

Idealisme menjadi modal dasar perjuangan para aktivis KOBAR tentu memiliki konsekwensi yang harus dihadapi, termasuk dikerangkeng atas tuduhan tak berdasar. Seperti dialami Rijal yang menjadi Pemimpin KOBAR sempat merasakan dinginnya sel tahanan selama 6 bulan 15 hari atas tuduhan pelanggaran UU ITE.

Meski demikian, semangat berjuang para aktivis KOBAR tak surut. KOBAR tetap tampil di depan bersama kelompok civil society lainnya dalam memperjuangkan demokrasi di Tanah Air tercinta.

Baca Juga :  Sengkarut Pembuangan Sampah Di Modernland Tangerang, Siapa yg bertanggung jawab ?

Milad ke-11 KOBAR tahun 2026 ini, tentu bukan sekedar perayaan seremonial. Tapi, penanda perjalanan panjang dalam merawat idealisme dan menjaga konsistensi perjuangan.

KOBAR yang dikomando Rijal telah memasuki fase kedewasaan organisasi di mana semangat perjuangan harus disertai dengan strategi, ketajaman visi, serta ketahanan menghadapi dinamika sosial dan politik yang cenderung cepat berubah.

Bila KOBAR mampu bertahan dan tetap eksis hingga hari ini, tentu ada fondasi nilai yang dijaga dan kepemimpinan yang mampu merawat soliditas internal.

Di era yang serba digital dan penuh distraksi, menjaga loyalitas kelompok dan konsistensi arah perjuangan bukanlah perkara mudah. Organisasi yang gagal beradaptasi akan tertinggal sebaliknya yang gagal menjaga integritas akan ditinggalkan. Disinilah peran penting Rijal sebagai pemimpin KOBAR.

Kepemimpinan Rijal akan diuji bukan sebatas kemampuan menggerakkan massa, tetapi juga pada kecakapan membangun jejaring, dialog lintas kelompok dan tentu memperkuat legitimasi moral gerakan.

Ingat, ke depan tantangan akan semakin kompleks. Polarisasi sosial, tekanan ekonomi, dan perubahan lanskap politik menuntut KOBAR untuk tampil lebih matang dan visioner.

Dalam perjalanan panjang KOBAR, kepemimpinan Rijal menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan arah gerakan.

Baca Juga :  Kasus Sengketa Tanah di Duren Sawit, Jakarta Timur 1lokasi beda surat

Di bawah kepemimpinan Rijal yang telah menjabat sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara menunjukkan bahwa aktivisme tidak berhenti pada retorika, tetapi dapat bertransformasi menjadi misi kemanusiaan yang nyata dan terukur.

Dari perjuangan demokrasi hingga mengemban misi kemanusiaan di PMI Jakut menunjukkan perjalanan KOBAR mencerminkan perluasan orientasi perjuangan: dari advokasi politik hingga pengabdian kemanusiaan. Transformasi ini membuktikan bahwa nilai dasar perjuangan yakni keberpihakan pada rakyat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk kerja-kerja sosial dan kemanusiaan.

Eksistensi Rijal di PMI memberi pesan kuat bahwa perjuangan sejati tidak hanya soal kritik dan mobilisasi, tetapi juga aksi nyata dalam membantu sesama, seperti di saat bencana, krisis kesehatan, maupun kebutuhan sosial lainnya. Inilah jembatan antara demokrasi dan kemanusiaan yang sama-sama bertumpu pada penghormatan terhadap martabat manusia.

Semoga, milad KOBAR ke-11 ini dijadikan titik konsolidasi sekaligus evaluasi. Hari ini dan kedepan, tantangan demokrasi tidak lagi sederhana. Disrupsi informasi, polarisasi sosial, dan ketimpangan ekonomi menuntut organisasi rakyat untuk lebih adaptif, cerdas, dan solutif. KOBAR tentu akan terus memperkuat kaderisasi, memperdalam literasi kebangsaan, serta membangun jejaring kolaboratif lintas sektor.

Selamat Milad ke-11 KOBAR, teruslah berjuang dengan pondasi idealisme untuk kepentingan rakyat di negeri tercinta ini. (*)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

x
x