Home » Headline » MUDIK, DAMPAK SOSIAL EKONOMI DAN PERLINDUNGAN ANAK.

MUDIK, DAMPAK SOSIAL EKONOMI DAN PERLINDUNGAN ANAK.

dito 16 Mar 2026 90

Di tulis dan di sampaikan olehH. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD & Dosen PG PAUD UNUSIA.

 

Beberapa hari lagi Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2025 akan tiba. Bahkan saat ini aura lebaran itu sudah sangat terasa menghiasi relung – relung kehidupan umat Islam khusunya Indonesia, yang memang setiap Ramadhan dan Idul Fitri memiliki khas tersendiri dibanding negara – negara lain di dunia. Bahkan Timur Tengah, sebagai pusat Ajaran Islam ketika hadir Ramadhan dan Idul Fitri tidak semarak dan semeriah Nusantara / Indonesia.

Salah satu tradisi Idul Fitri / menjelang Idul Fitri yang tidak dimiliki negara lain adalah tradisi mudik dan Halal Bi Halal, karena ini memang merupakan tradisi dan budaya asli Indonesia, kearifan lokal ( local wisdom ) Indonesia.

Tradisi mudik atau pulang kampung Idul Fitri merupakan moment silaturahim tahunan para perantau untuk bersilaturahim, bereuni, bahkan berbagi rezeki dengan keluarga, teman sejawat dan handai taulan yang rutin dilaksanakan setiap tahun dengan nilai spiritual sekaligus nilai sosial yang luar biasa, sehingga nikmat pulang kampung ini merupakan nikmat yang komprehensif, ( nikmat, spiritual, nikmat sosial dan bahkan nikmat secara ekonomi ) maka wajar jika setiap tahun masyarakat yang pulang kampung selalu meningkat.

Seperti yang penulis ungkap diatas, bahwa tradisi mudik tidak hanya berdampak sosial yang sangat positif terhadap masyarakat akan tetapi juga berdampak ekonomi yang sangat dahsyat, perkembangan ekonomi diperkotaan diboyong ke kampung halaman, ekonomi masyarakat desa bergerak, karena para pemudik hampir dipastikan pulang kampung tidak dengan kantong kosong.

Baca Juga :  Relawan SOLMET Jakarta Barat & Satkar Ulama Indonesia Kota Adm Jakarta Barat Gelar Kegiatan Berbela Rasa Terhadap Warga di Jumaat Barokah

Hal tersebut terbukti setiap menjelang Idul Fitri Bank Indonesia menyiapkan uang pecehan / recehan hingga ratusan triliun rupiah untuk memfasilitasi para pemudik yang akan pulang kampung. Itu artinya selama musim lebaran ratusan triliun rupiah uang yang beredar dikampung – kampung seluruh Indonesia.

Tidak hanya orang kampung yang ikut menikmati berkah Idul Fitri, tapi semua pihak, termasuk para pengusaha tranportasi, travel, termasuk BUMN : PT. KAI, PT. Garuda, dan Maskapai Penerbangan lainnya ikut kebagian berkah Idul Fitri.

Untuk kenyamanan mudik Idul Fitri negara juga ikut hadir memfasilitasi, dengan memperbaiki sarana dan Prasarana, dari jalan Tol, Pelabuhan, Bandara hingga persediaan sembako dan BBM di fasilitasi pemerintah,hingga dipastikan semuanya aman oleh Negara.

Itulah hebatnya Idul Fitri di Indonesia. Tidak hanya sampai disitu, Perusahaan – perusahaan, Ormas, Orsospol dan Pemerintah Daerah menyediakan Fasilitas Tranportasi gratis bagi para pemudik, agar mudiknya aman dan terlindungi khususnya bagi anak – anak.

Dari suasana tersebut, Penulis memantau dan mencatat bahwa setiap tahun Pemerintah terus meningkatkan kwalitas pelayanan bagi pemudik. Sehingga seluruh pemudik khususnya anak – anak semakin terlindungi.

Mudik yang aman dan ramah anak merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh semua pihak, utamanya orang tua, harus memastikan bahwa ketika mudik anak – anak harus dipastikan aman dan ramah saat pemberangkatan, aman dalam perjalanan dan aman serta terlindungi hingga sampai tujuan.
Untuk orang tua dan keluarga yang pulang kampung / mudik bersama anak – anak, harus dipastikan moda transportasi nya aman bagi anak begitu pula perjalanannya.
Oleh karena itu harus dihindari menggunakan moda tranportasi yang tidak layak anak,misalnya kendaraan bermotor roda 2, karena selain tidak nyaman untuk anak juga tidak aman. Mudik berkendara sepeda motor dengan membonceng / menggendong anak harus dihindari karena sangat beresiko terhadap keselamatan anak.
Penulis sangat mengapresiasi terhadap kebijakan dan langkah kongkrit pemerintah sejak beberapa tahun terakhir yang telah meningkatkan fasilitas untuk kepentingan terbaik bagi anak ( tempat bermain, ruang laktasi dan juga ruang istirahat di rest area ) sudah tersedia. Namun demikian, demi kepentingan terbaik anak, menurut hemat penulis masih perlu terus ditingkatkan.
Namun demikian, demi kepentingan terbaik anak, menurut hemat penulis masih perlu terus ditingkatkan. Semoga mudik tahun ini menjadi moment dan komitmen kita semua untuk selalu konsisten menciptakan mudik yang ramah anak ” Anak Ceria, Orang Tua Bahagia dan Negara Semakin Digdaya ” Selamat Berbahagia Menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Mohon Maaf Lahir Batin “.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Tantangan Menteri Pertahanan RI ditengah Isu Agama dan Konflik Papua

Dhio Justice Law

22 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera)   NasionalPos.com, Jakarta – Beberapa hari terakhir, negeri tercinta ini dihadapkan pada isu sensitif soal agama dan masalah konflik Papua . Jika pemerintah salah atau abai dalam menangani hal tersebut, maka kedaulatan NKRI taruhannya. Ironisnya, isu agama dan kondisi Papua mencuat di tengah konflik global akibat perang Iran Vs …

x
x