Home » Top News » Kampung Layar Tancap: Dari RW.06 Manggarai untuk Mendukung Jakarta Kota Sinema

Kampung Layar Tancap: Dari RW.06 Manggarai untuk Mendukung Jakarta Kota Sinema

dito 15 Apr 2026 137

NasionalPos.com, Jakarta-

Di tengah ambisi besar Jakarta untuk meneguhkan diri sebagai Kota Global serta visi Jakarta Kota Sinema sebagai instrumen diplomasi. Sebuah gerakan kultural tumbuh dari akar rumput: Kampung layar tancap di RW. 06 Manggarai.

Masyarakat RW. 06 mengembangkan inisiatif berbasis komunitas yang menjadikan film sebagai medium literasi publik, pendidikan sosial, dan penguatan kebersamaan sosial warga. Kegiatan nobar layar tancap ini berlangsung di RW.06 Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan pada hari Sabtu (11/04/2026).

Melalui pemutaran film “Rumah Tanpa Jendela” yang disutradarai Aditya Gumay, kolaborasi Luminesa, PW Matahari Pagi Indonesia – Jakarta, FILeM, Karang Taruna Unit RW.06, Aspirasi Jakarta, dan pengurus wilayah RW.06 menjadikan hiburan yang mendidik dengan sinema. Acara ini bukan sekadar ruang hiburan, tetapi upaya membangun fondasi ekosistem budaya yang berkelanjutan dari grassroots untuk kota, dari komunitas untuk Jakarta Kota Global.

Dari Akar Rumput ke Kota: Kontribusi untuk Bagi Jakarta Kota Sinema*

Kota Global dan Jakarta Kota Sinema berkaitan erat dengan tingkat literasi. Publik yang memiliki tingkat literasi tinggi menjadi komponen yang menunjang pencapaian Jakarta Kota Global sekaligus visi Jakarta Kota Sinema. Di sisi lain, Jakarta membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur sinema modern. Ia membutuhkan basis penonton yang kritis, apresiatif, dan berbudaya. Di sinilah peran Kampung Layar Tancap menunjukkan aspek krusial untuk ekosistem literasi dan budaya.

Baca Juga :  Kasal Buka Rakor Renaku I TNI AL TA. 2022, Seskoal Hadiri Secara Langsung dan Virtual

 

RW. 06 Manggarai menghadirkan model ekosistem sinema dari bawah (grassroots cinema ekosistem) yang mendorong pada:

1. Peningkatan literasi sinema masyarakat: warga belajar memahami bahasa visual, narasi, dan pesan sosial dalam film.

2. Pembentukan budaya apreasiasi: film tidak hanya konsumsi, tetapi diapresiasi dan didiskusikan.

3. Penguatan identitas Jakarta sebagai kota budaya: sinema tidak lagi eksklusif di pusat perbelanjaan, tetapi hidup di kampung-kampung.

4. Pencegahan perilaku sosial negatif: Dengan menghadirkan ruang ekspresi yang positif, kegiatan ini menjadi alternative nyata untuk mengalihkan energi remaja dan potensi konflik seperti tawuran menuju aktivitas kreatif dan reflektif.

Kolaborasi berbagai komunitas dalam pagelaran layar tancap ini menegaskan bahwa Kota Sinema yang kuat bukan hanya ditopang oleh industri, tetapi oleh masyarakat luas dan komunitas organik. Literasi publik dalam hal ini menjadi fondasi utama bagi tumbuhnya ekosistem kreatif dan budaya yang sehat.

Film Sebagai Bahasa Universal: Dari Layar ke Kesadaran Kolektif*

Film adalah bahasa universal kota modern. Ia mampu menjembatani perbedaan, menyampaikan nilai, dan membangun kesadaran kolektif. Dalam konteks ini, Kampung Layar Tancap menjadi “ruang belajar terbuka yang inklusif” di mana warga Jakarta belajar memahami diri mereka sendiri melalui cerita dan ingatan tentang kota.
Secara filosofis, Kampung Layar Tancap adalah upaya untuk mengembalikan esensi kota sebagai ruang hidup bersama. Di tengah fragmentasi urban, layar tancap sebagai pusat gravitasi sosial yang mendidik, menghibur, dan merekatkan kembali keakraban berwarganegara. Film menjadi wahana publik untuk menyatukan persepsi, getaran perasaan, dan harapan.
Dengan kata lain, layar tancap di RW. 06 adalah simbol bahwa setiap kampung dapat menjadi pusat kebudayaan, setiap warga dapat menjadi pembelajar, dan setiap cerita dapat menjadi jembatan menuju perubahan.
Inisiatif ini diharapkan menjadi model replikasi di berbagai wilayah Jakarta dan mendorong lahirnya kampung-kampung layar tancap lainnya. Dengan demikian, visi Jakarta sebagia Kota Sinema tidak hanya hadir di festival dan gedung bioskop, tetapi juga hidup di gang-gang, ruang-ruang komunitas, dan sanubari rakyat.
Karena pada akhirnya, kota yang besar bukan hanya yang memiliki gedung tinggi, tetapi yang memiliki masyarakat yang tercerahkan dan kecerdasan kolektif.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Staf Ahli I Ikuti Rapat Tindak Lanjut Hasil SPI 2025

Andi Ledi Lubuk Linggau

31 Agu 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUK LINGGAU-Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat, diwakili Staf Ahli I Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Achmad Hasian Ritonga, didampingi Inspektur Kota Lubuk Linggau, Erwin Armeidi, mengikuti rapat tindak lanjut Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2025 di Command Center Pemkot Lubuk Linggau, Senin (31/8/2026). Rapat membahas langkah tindak lanjut hasil SPI 2025 dalam rangka …

‎Pemkot Lubuk Linggau Gelar Sholat Istisqo

Andi Ledi Lubuk Linggau

31 Agu 2026

NASIONALPOS.COM-LUBUKLINGGAU-Pemerintah Kota Lubuk Linggau melaksanakan sholat istisqo berjamaah yang dilaksanakan di halaman kantor Wali Kota Lubuk Linggau, Senin (31/8/2026). ‎ ‎Dalam sambutannya, Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat mengatakan melalui sholat istisqo berjamaah, bersama-sama berdoa memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang cukup, hujan yang membawa manfaat, tidak menimbulkan bencana, serta memberikan keberkahan …

Sempat Kejar-kejaran di Kebun Sawit, Tim Tabur Kejari Pessel Akhirnya Berhasil Amankan DPO Terpidana Kasus Kehutan

Primadoni,SH

28 Agu 2026

Pessel , Nasionalpos.com — Operasi penangkapan Daftar Pencarian Orang (DPO) terpidana kasus tindak pidana kehutanan di Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (28/8/2026), berlangsung menegangkan. Tim Tabur Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan harus melakukan pengejaran hingga ke area kebun sawit setelah terpidana Marsedes Pgl. Sedes melakukan perlawanan saat hendak dieksekusi. Seperti diketahui, …

Pisah Sambut Kepala SMAN 12 Padang, Gusnaldi Serahkan Kepemimpinan kepada Evide

Zulwandi

26 Agu 2026

Padang, Nasionalpos.com — SMAN 12 Padang menggelar acara pisah sambut kepala sekolah, Senin (24/8/2026), sebagai momentum serah terima kepemimpinan dari Pelaksana Tugas (PLT) Kepala SMAN 12 Padang, Gusnaldi, M.Pd., kepada kepala sekolah definitif, Evidel, S.Pd. Acara tersebut dihadiri Kasi SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Alit Anugrah Maria, M.Pd., yang mewakili Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) …

Ojol jadi UMKM, ganti Istilah bukan Ganti nasib, Perpres no 27 tahun 2026 Rentan Di gugat Di batalkan

dito

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan?     Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

x
x