Home » Headline » Ketika Parlemen Kehilangan Suara Rakyat

Ketika Parlemen Kehilangan Suara Rakyat

Dhio Justice Law 24 Mei 2026 2

Oleh: Ridwan Umar

(Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) 

 

NasionalPos.Com, Jakarta – Sejatinya, parlemen adalah wakil rakyat.
Tetapi realitas politik hari ini, parlemen sudah tidak mewakili rakyat, bahkan lebih dekat dengan kekuasaan?

Fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran tampak berjalan. Namun daya kritis parlemen semakin melemah. Ketika hampir semua kekuatan politik berada dalam lingkar kekuasaan, fungsi kontrol ikut kehilangan tajinya.

Parlemen akhirnya terlihat lebih menjaga stabilitas kekuasaan dibanding mengoreksinya.

Masalahnya tidak hanya soal politik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia di dalam parlemen itu sendiri. Tidak sedikit anggota dewan yang minim kapasitas akademik, miskin pengalaman kebijakan publik, dan lemah dalam pemahaman tata negara maupun ekonomi.

Baca Juga :  Warga Pisangan Barat, Ciputat, Tangsel Gotong Royong Pasang Baliho AMIN

Akibatnya, parlemen kerap gagal melahirkan perdebatan yang berbobot. Banyak pembahasan kebijakan berjalan dangkal, normatif, bahkan sekadar mengikuti arahan elit partai atau kepentingan kelompok tertentu.

Dalam sistem yang sehat, parlemen seharusnya diisi oleh figur dengan kapasitas berpikir, pengalaman sosial, dan keberanian intelektual. Sebab mereka bukan hanya pembaca naskah politik, tetapi penentu arah negara.

Namun yang sering terjadi justru sebaliknya:
popularitas lebih berharga daripada kapasitas, kedekatan politik lebih penting daripada kualitas.

Baca Juga :  DKI Jakarta Optimistis Raih Juara Umum di Ajang Popnas XVI Palembang

Ketika pendidikan politik rendah dan pengalaman minim bertemu dengan sistem oligarki partai, parlemen perlahan kehilangan daya kritisnya. Ia tidak lagi tampil sebagai pusat gagasan negara, melainkan sekadar arena kompromi kekuasaan dan mengabaikan kepentingan rakyat.

Yang berbahaya bukan hanya parlemen yang melemah, tetapi saat rakyat mulai terbiasa dengan parlemen yang lemah.

Sebab saat lembaga perwakilan kehilangan kualitas dan keberanian, demokrasi akhirnya hanya menyisakan prosedur—tanpa benar-benar menghadirkan suara rakyat di dalamnya. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Kajari Baru Banyuwangi Diuji Bongkar “Lingkaran Aman”, Publik Tagih Keberanian Tanpa Tebang Pilih

- Banyuwangi

22 Mei 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Pergantian Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi kali ini tidak lagi dipandang sekadar rotasi jabatan rutin birokrasi. Penunjukan Dr. Farid Gunawan sebagai Kajari baru justru memantik perhatian besar publik yang selama ini menunggu keberanian nyata aparat penegak hukum dalam membongkar berbagai persoalan yang dinilai mengendap tanpa kepastian. Di tengah banyaknya sorotan terhadap dugaan penyimpangan …

Forum Komunikasi Ojol Tertindas Gelar Aksi Unras Bertajuk Revisi Perpres 27 Tahun 2026 atau Reformasi

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Sekitar Ribuan Driver ojol dari wadah taktis bernama Forum Komunikasi Ojol Tertindas (FORKOT) yang merupakan gabungan berbagai Organisasi, Komunitas dan Paguyuban ojol Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan patung kuda di Jalan Thamrin Jakarta pusat, Kamis, 21/5/2026.   ” Kami dari FORKOT dengan ini menyatakan dengan tegas dan mengapresiasi sikap Pemerintah terhadap …

Jaker Bakal Gelar Diskusi Merawat kebudayaan

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) bekerja sama dengan Perpustakaan Jakarta akan menggelar “Diskusi Kebudayaan” bertajuk “Merawat Ingatan di Tengah Budaya Instan dan Krisis Makna di Era Digital”   pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 15.00–17.00 WIB di Ruang Belajar Lantai 6 Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.   Diskusi ini dihadirkan …

Di Peringatan Harkitnas ke 118, FSAB Mengajak Perkokoh Semangat Gotong Royong, Persatuan, dan Cinta Tanah Air

dito

21 Mei 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh persatuan dan solidaritas seluruh elemen bangsa, tidak hanya itu makna Kebangkitan Nasional adalah kesadaran kolektif untuk meninggalkan ego kedaerahan dan bersatu memperjuangkan masa depan bangsa, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB), Rabu, 20/5/2026 di Jakarta …

Negara, Narasi, dan Ketakutan terhadap Film

Dhio Justice Law

19 Mei 2026

Membaca Pembubaran Pesta Babi dari Perspektif Politik Keamanan Oleh; Ridwan Umar NasionalPos.Com, Jakarta – Pembubaran pemutaran film dokumenter Pesta Babi di sejumlah daerah bukan sekadar soal film. Ia adalah cermin bagaimana negara membaca ancaman, mengelola ketakutan, dan mempertahankan legitimasi di tengah era perang narasi. Di zaman modern, negara tidak lagi hanya takut pada senjata. Negara …

Dugaan Rekayasa AJB SHM 622 Terungkap di Persidangan, Keabsahan Akta Dipertanyakan

- Banyuwangi

18 Mei 2026

Muara Bungo, Jambi  – Nasionalpos.com  Perkara dugaan rekayasa Akta Jual Beli (AJB) atas Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 622 atas nama almarhum Safran kini memasuki tahap akhir di Pengadilan Negeri Bungo. Setelah melalui rangkaian persidangan panjang, pemeriksaan saksi, pembuktian surat serta penyampaian kesimpulan, masyarakat kini menunggu putusan majelis hakim. Kasus ini menjadi perhatian luas karena …

x
x