Home » Headline » Aktivis NU Nilai Ucapan Prabowo etik Ndasmu, Bukan Becanda Tapi Di duga Langgar Nilai-nilai Pancasila.

Aktivis NU Nilai Ucapan Prabowo etik Ndasmu, Bukan Becanda Tapi Di duga Langgar Nilai-nilai Pancasila.

dito 17 Des 2023 134

NasionalPos.com, Jakarta- Seperti diberitakan sebelumnya, di sebutkan bahwa calon presiden (capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto mengucapkan “ndasmu etik” di acara internal Partai Gerindra. Perkataan Prabowo itu lantas viral di media sosial karena dianggap menyindir Capres Anies.
Ndasmu etik diduga menyangkut pertanyaan Anies soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Majelis Kehormatan MK (MKMK) terkait batas usia Cawapres yang sebenarnya menguntungkan pasangan Prabowo yaitu Gibran Rakabuming.

“Bagaimana perasaan Mas Prabowo? Soal etik, etik, etik. Ndasmu etik,” kata Prabowo dalam video yang viral tersebut.

Ucapan Prabowo tersebut bukan hanya viral di media sosial, akan tetapi juga mendapatkan tanggapan dari berbagai kalangan Masyarakat, salah seorang diantaranya adalah Ustads Damuri Fikri aktivis NU, kepada wartawan yang menghubunginya, ia mengatakan di negara negara maju etika di junjung tinggi bahkan ada kepala negara yang jatuh atau tidak dipilih lagi menjadi presiden seperti di Amerika sewaktu president bill Clinton yang di gosip kan ada main dengan Monica maka rakyat Amerika menghukum bill Clinton dan keluarga nya walupun istri nya maju presiden rakyat Amerika tidak mendukung dan kalah.

Baca Juga :  Terkait Aksi Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar, Teroris Musuh Kemanusiaan Bukan Pejuang Agama

“Nah, sedangkan  Indonesia yang memiliki falsafah hidup maupun ideologi Pancasila, di dalamnya juga terkandung norma etika, norma sosial dan berbagai norma untuk membentuk manusia Indonesia sebagai manusia yang beradab, tentunya tidak akan mentolerir perilaku atau ucapan yang tidak etis”ungkap ustadz Damuri Fikri kepada awak media, Minggu, 17 Desember 2023 di Jakarta.

Dengan demikian, lanjut Damuri, terkait dengan ucapan capres Prabowo yang melontarkan kata-kata etik ndasmu, tentunya sindiran semacam itu tidak tepat karena terkesan meremehkan pentingnya etika, dan juga terkesan menafikan nilai-nilai maupun norma keberadaban yang berada di dalam Pancasila, terutama sila ke 2 yakni “Kemanusiaan yang adil dan beradab”,

bukan hanya itu ucapan Prabowo mengandung muatan mengejek unsur etik. Padahal tokoh di level Prabowo tak seharusnya melakukan itu, apalagi sebagai seorang Purnawirawan Letjen TNI AD, yang sangat memahami dan menjunjung tinggi Pancasila, tidak sepatutnya beliau melontarkan kalimat kasar tersebut. ucapan Prabowo tersebut bisa dianggap melanggar norma yang terkandung dalam Pancasila.

Baca Juga :  Enam Kodam Baru Resmi Dibentuk, Kasad Pimpin Pengalihan Kodal

“Ucapan Prabowo tersebut, nggak bisa donk dianggap becanda, becanda kok kasar begitu, dan nggak bisa di tolerir karena ini terkait norma keberadaban manusia, orang yang beradab itu tidak akan melontarkan ucapan kasar seperti itu, Sangat disayangkan bila ada orang yang dalam situasi kontestasi sedang mendulang atau menghimpun simpati masyarakat, tetapi justru memberikan signal contoh yang tidak baik, untuk itu bagi masyarakat terutama generasi z yang memahami dan menjunjung tinggi nilai Pancasila, saya sangat berharap mereka nggak akan memilih Prabowo sebagai Presiden NKRI hasil pilpres 2024 mendatang”pungkas Ustadz Damuri Fikir.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

x
x