Home » Ekonomi » Atonik 6.0 L Menjadi Kebutuhan Primer Tingkatkan Produktivitas, Petani Berharap Produsen Menjaga Stabilitas Stok

Atonik 6.0 L Menjadi Kebutuhan Primer Tingkatkan Produktivitas, Petani Berharap Produsen Menjaga Stabilitas Stok

dito 01 Agu 2023 307

NasionalPos.com, Kabupaten Langkat- Sejak Tahun 2005, Atonik 6.0 L telah digunakan petani yang bertempat tinggal di kawasan Dusun 6 Desa Sambirejo Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Dalam pembuktian penggunaan Atonik 6.0 L pada tanaman padi telah berhasil meningkatkan produktifitas padi,

Sehingga hal ini mendorong antusias petani untuk menggunakan Atonik 6.0 L demi meningkatkan produktifitas tanaman mereka. Situasi itu sudah berlangsung selama 18 tahun ini, para petani tidak berhenti untuk menggunakan Atonik 6.0 L, bahkan jumlah petani yang menggunakan Atonik 6.0 L semakin bertambah banyak. Sampai sekarang, sikap antusias petani tersebut tidak luntur, justru semakin meningkat, demikian disampaikan Gombloh (60) seorang petani kepada NasionalPos.com, Selasa, 1 Agustus 2023 di  Pasar 5 Desa Sambirejo Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

“Ya, memang awalnya petani di sini tidak yakin bahwa Atonik 6.0 L bisa tingkatkan produktivitas tanaman padi, tapi begitu sudah diuji coba dan hasilnya ternyata sangat bagus, petani disini justru ketagihan untuk terus menggunakan Atonik 6.0 L sebagai suplemen vitamin yang menyehatkan tanaman padi.” ungkap Gombloh.

Menurut Gombloh, saat dirinya mengenal dan menggunakan Atonik 6.0 L itu pertama kali dia peroleh dari pemilik kios pertanian di desanya, yang menginformasikan, sekaligus menawarkan Atonik 6.0 L agar di coba terlebih dahulu bagi tanaman padinya, itu terjadi pada tahun 2005 silam.

Kemudian sesuai saran dari pemilik kios pertanian tersebut, ia mencoba menggunakan Atonik 6.0 L. Pertama-tama dia gunakan untuk merendam benih padi varietas Inpari 32 yang merupakan jenis Inbrida Padi Sawah Irigasi, sebelum dilakukan persemaian. Setelah itu, benih padi yang ditanam di atas lahan seluas 2 hektar, mulai menggunakan Atonik 6.0 L secara bertahap dan secara beraturan, disesuaikan dengan usia dari benih padi yang ditanam.

Baca Juga :  Hadiri Penetapan Presiden-Wapres, Anies Ingin Hormati Proses Bernegara

“Penggunaan Atonik 6.0 L tidak bisa sembarangan supaya hasilnya lebih optimal dan lebih bagus. Saya menggunakan Atonik 6.0 L secara bertahap, dan beraturan, mas.” tutur Gombloh.

Ada 4 tahap, lanjut Gombloh, yaitu Tahap ke 1 penyemprotan Atonik 6.0 L ke tanaman padi yang telah berusia antara 10-15 hari untuk mempercepat pertumbuhan, menambah jumlah anakan benih padi dan sebagai imunitas agar lebih tahan terhadap penyakit; selanjutnya Tahap ke 2 penyemprotan ke tanaman padi yang telah berusia antara 25-30 hari untuk anakan padi agar lebih produktif dan seragam, daun lebih hijau dan lebih tahan terhadap penyakit; kemudian Tahap ke 3 penyemprotan Atonik 6.0 L ke tanaman padi yang telah berusia antara 40-45 hari menjadikan perangsang keluar malai padi lebih seragam, daun lebih hijau dan lebih tahan penyakit;

nah, kemudian Tahap terakhir penyemprotan Atonik 6.0 L ke tanaman padi yang telah berusia antara 60-65 hari untuk membantu pengisian bulir sampai pangkal, membantu meningkatkan bobot bulir padi dan mencegah agar tidak rebah. Adapun setiap tahapan penyemprotan tersebut memerlukan setengah liter Atonik 6.0 L.

Baca Juga :  Kodim 1016 Palangka Raya Terima Alkom HT Hybrid EP 821 PRO dari Mabes TNI AD

“Ya, setelah proses itu dilaksanakan alhamdulillah, kalau iklim tidak bagus saja bisa meningkatkan produktivitas panen padi hingga mencapai sekitar 13-18% yakni sejumlah 6,5 Ton/hektar, sedangkan kalau iklim bagus bisa meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai lebih dari 18%, ya berkisar 7,5 Ton/hektar. Itu yang kami rasakan dan kami nikmati sampai sekarang, sedangkan biaya produksi untuk mencapai hasil tersebut cukup murah, hanya butuh tambahan 2 liter Atonik 6.0 L untuk satu hektar lahan pertanian,” tukas Gombloh yang juga anggota kelompok tani di Desanya.

Gombloh juga menjelaskan soal keberadaan ketersediaan Atonik 6.0 L. Dirinya bersama petani di desanya pernah merasakan keberadaan Atonik 6.0 L tersebut menghilang dari pasaran, hingga petani merasakan kebingungan mencari sampai dua bulan. Petani sulit mendapatkannya karena stok barang Atonik 6.0 L kosong, bahkan tidak ada sama sekali di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Utara, itu tejadi di tahun 2014. Setelah kejadian itu sampai saat ini, keberadaan stok Atonik 6.0 L stabil sehingga petani tidak mengalami kesulitan mendapatkan Atonik 6.0 L.

“Kami berharap perusahaan produsen Atonik 6.0 L tetap menjaga stabilitas stok karena Atonik 6.0 L sudah menjadi kebutuhan primer para petani untuk meningkatkan produktivitas dan tentunya berdampak juga meningkatkan kesejahteraan petani.” pungkas Gombloh.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Momentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional  melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri.   Terkait dengan situasi …

Raport Merah Penegakan Hukum selama 2 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran”

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta.   Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum.   …

Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

Ahli Waris Tegaskan Lahan Bersejarah Jl. Ince Nurdin dan Jejak Aset Lainnya, Sah Miliknya, Berdasarkan Data Eigendom Verponding yang Diakui UUPA

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Makassar- Sengketa lahan di Jalan Ince Nurdin No. 37, Kelurahan Baru, Kota Makassar yang mencuat ke publik menjadi titik awal penelusuran lebih luas atas aset tanah peninggalan Pangeran Cornelis Demunic. Demikian disampaikan oleh Kuasa hukum ahli waris, A. Darwin R. Ranreng, kepada wartawan, Senin, 19/10/2026 di Makassar   “Hari Senin ini, kami tegaskan bahwa …

PUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,

dito

17 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional.   Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …

Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

x
x