Home » Ekonomi » Atonik 6.0 L Menjadi Kebutuhan Primer Tingkatkan Produktivitas, Petani Berharap Produsen Menjaga Stabilitas Stok

Atonik 6.0 L Menjadi Kebutuhan Primer Tingkatkan Produktivitas, Petani Berharap Produsen Menjaga Stabilitas Stok

dito 01 Agu 2023 236

NasionalPos.com, Kabupaten Langkat- Sejak Tahun 2005, Atonik 6.0 L telah digunakan petani yang bertempat tinggal di kawasan Dusun 6 Desa Sambirejo Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Dalam pembuktian penggunaan Atonik 6.0 L pada tanaman padi telah berhasil meningkatkan produktifitas padi,

Sehingga hal ini mendorong antusias petani untuk menggunakan Atonik 6.0 L demi meningkatkan produktifitas tanaman mereka. Situasi itu sudah berlangsung selama 18 tahun ini, para petani tidak berhenti untuk menggunakan Atonik 6.0 L, bahkan jumlah petani yang menggunakan Atonik 6.0 L semakin bertambah banyak. Sampai sekarang, sikap antusias petani tersebut tidak luntur, justru semakin meningkat, demikian disampaikan Gombloh (60) seorang petani kepada NasionalPos.com, Selasa, 1 Agustus 2023 di  Pasar 5 Desa Sambirejo Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

“Ya, memang awalnya petani di sini tidak yakin bahwa Atonik 6.0 L bisa tingkatkan produktivitas tanaman padi, tapi begitu sudah diuji coba dan hasilnya ternyata sangat bagus, petani disini justru ketagihan untuk terus menggunakan Atonik 6.0 L sebagai suplemen vitamin yang menyehatkan tanaman padi.” ungkap Gombloh.

Menurut Gombloh, saat dirinya mengenal dan menggunakan Atonik 6.0 L itu pertama kali dia peroleh dari pemilik kios pertanian di desanya, yang menginformasikan, sekaligus menawarkan Atonik 6.0 L agar di coba terlebih dahulu bagi tanaman padinya, itu terjadi pada tahun 2005 silam.

Kemudian sesuai saran dari pemilik kios pertanian tersebut, ia mencoba menggunakan Atonik 6.0 L. Pertama-tama dia gunakan untuk merendam benih padi varietas Inpari 32 yang merupakan jenis Inbrida Padi Sawah Irigasi, sebelum dilakukan persemaian. Setelah itu, benih padi yang ditanam di atas lahan seluas 2 hektar, mulai menggunakan Atonik 6.0 L secara bertahap dan secara beraturan, disesuaikan dengan usia dari benih padi yang ditanam.

Baca Juga :  BNPB Terjunkan Tim Pemantauan Mudik di Wilayah Jakarta

“Penggunaan Atonik 6.0 L tidak bisa sembarangan supaya hasilnya lebih optimal dan lebih bagus. Saya menggunakan Atonik 6.0 L secara bertahap, dan beraturan, mas.” tutur Gombloh.

Ada 4 tahap, lanjut Gombloh, yaitu Tahap ke 1 penyemprotan Atonik 6.0 L ke tanaman padi yang telah berusia antara 10-15 hari untuk mempercepat pertumbuhan, menambah jumlah anakan benih padi dan sebagai imunitas agar lebih tahan terhadap penyakit; selanjutnya Tahap ke 2 penyemprotan ke tanaman padi yang telah berusia antara 25-30 hari untuk anakan padi agar lebih produktif dan seragam, daun lebih hijau dan lebih tahan terhadap penyakit; kemudian Tahap ke 3 penyemprotan Atonik 6.0 L ke tanaman padi yang telah berusia antara 40-45 hari menjadikan perangsang keluar malai padi lebih seragam, daun lebih hijau dan lebih tahan penyakit;

nah, kemudian Tahap terakhir penyemprotan Atonik 6.0 L ke tanaman padi yang telah berusia antara 60-65 hari untuk membantu pengisian bulir sampai pangkal, membantu meningkatkan bobot bulir padi dan mencegah agar tidak rebah. Adapun setiap tahapan penyemprotan tersebut memerlukan setengah liter Atonik 6.0 L.

Baca Juga :  Palapa Optimalkan Literasi Web3, Dukung Perkembangan Ekonomi Kreatif Indonesia

“Ya, setelah proses itu dilaksanakan alhamdulillah, kalau iklim tidak bagus saja bisa meningkatkan produktivitas panen padi hingga mencapai sekitar 13-18% yakni sejumlah 6,5 Ton/hektar, sedangkan kalau iklim bagus bisa meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai lebih dari 18%, ya berkisar 7,5 Ton/hektar. Itu yang kami rasakan dan kami nikmati sampai sekarang, sedangkan biaya produksi untuk mencapai hasil tersebut cukup murah, hanya butuh tambahan 2 liter Atonik 6.0 L untuk satu hektar lahan pertanian,” tukas Gombloh yang juga anggota kelompok tani di Desanya.

Gombloh juga menjelaskan soal keberadaan ketersediaan Atonik 6.0 L. Dirinya bersama petani di desanya pernah merasakan keberadaan Atonik 6.0 L tersebut menghilang dari pasaran, hingga petani merasakan kebingungan mencari sampai dua bulan. Petani sulit mendapatkannya karena stok barang Atonik 6.0 L kosong, bahkan tidak ada sama sekali di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Utara, itu tejadi di tahun 2014. Setelah kejadian itu sampai saat ini, keberadaan stok Atonik 6.0 L stabil sehingga petani tidak mengalami kesulitan mendapatkan Atonik 6.0 L.

“Kami berharap perusahaan produsen Atonik 6.0 L tetap menjaga stabilitas stok karena Atonik 6.0 L sudah menjadi kebutuhan primer para petani untuk meningkatkan produktivitas dan tentunya berdampak juga meningkatkan kesejahteraan petani.” pungkas Gombloh.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ketum PP- PPM Paramita: PPM Siap sebagai solusi Ketahanan Nasional di bawah naungan Bacadnas

dito

19 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), Patriani Paramita Mulia, SH., LL.M, beserta jajaran dan rombongan diterima dengan sangat baik oleh Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas), Letjen TNI Gabriel Lema beserta seluruh pimpinan Bacadnas pada Kamis, 18 Juni 2026.   Pada kegiatan ini, Letjen Gabriel Lema memberikan kesempatan kepada Ketum PP PPM …

PRJ 2026 Tak Berpihak ke Warga Jakarta, Poros Rawamangun Desak Pemprov DKJ Evaluasi PRJ 2026

dito

15 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta Fair 2026 atau Pekan Raya Jakarta sudah di buka oleh Gubernur Pramono Anung pada tgl 12 Juni 2026 merupakan Event yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1968 silam, dan untuk tahun 2026 ini, merupakan pelaksanaannya ke 57 kalinya.   Adapun untuk tahun ini, harga tiket masuk ajang pameran tahunan ini dibanderol mulai dari …

PPM – LVRI Gandeng Pemerintah Turki Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Dunia Usaha

dito

14 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI) menggandeng pemerintah Turki dalam rangka menjalin kerjasama di bidang Pendidikan dan kebudayaan antar kedua negara sebagai bagian dari upaya PPM – LVRI menjawab peluang dan kebutuhan dalam masyarakat.   Jalinan kerjasama tersebut ditandai dengan pertemuan silaturahmi yang dihadiri oleh Ketua Umum PP PPM – …

‘Mas Bahlil Ganteng’ dan Transformasi Politik Golkar

Dhio Justice Law

12 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia saat ini, seorang politikus tidak harus terlihat negarawan untuk menjadi populer. Cukup viral. Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” memperlihatkan bagaimana politik perlahan bergeser dari arena gagasan menuju arena hiburan digital. Yang bekerja bukan lagi kedalaman visi, melainkan kekuatan algoritma. Bukan seberapa kuat argumentasi seorang …

MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

x
x