Home » Olahraga » Bersama Lisda Hendrajoni, Senam 2 Jari HJ-RI di Pantai SJW Penuh Sesak

Bersama Lisda Hendrajoni, Senam 2 Jari HJ-RI di Pantai SJW Penuh Sesak

Primadoni,SH 03 Nov 2024 236

Sumbar, Nasionalpos.com — Pantai Sumedang Jaya Wisata, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), “Heboh” dengan kehadiran Lisda Hendrajoni, dalam kegiatan kampanye Senam 2 Jari bersama HJ-RI, pada Sabtu (2/11).

Destinasi wisata, kebanggaan Kecamatan Ranah Pesisir tersebut melimpah ruah kehadiran dari peserta dan pendukung Paslon Calon Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan nomor urut 2 tersebut.

“Jarang-jarang kegiatan senam di Pantai SJW ini, selain menjaga kebugaran di pantai yang teduh, dapat bonus ketemu dengan Bunda Lisda,” ujar Rani salah seorang masyarakat yang hadir.

Pedagang di kawasan wisata Pantai SJW tersebut juga mengaku sangat senang dengan kegiatan tersebut. Dengan ramainya kunjungan ke Pantai SJW, tentu berdampak dalam peningkatan perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga :  Lisda Hendrajoni Serahkan KIP-Kuliah di Universitas Muhammadiyah Sumbar

“Alhamdulilah, dengan adanya kegiatan ini, memberikan dampak bagi kami yang berdagang. Jika nanti Bapak Hendrajoni terpilih kembali sebagai Bupati Pesisir Selatan, kami berharap kegiatan seperti ini semakin sering dilaksanakan,“ ucap Mai salah seorang pedagang.

Anggota DPRD Pesisir Selatan Novermal Yuska, yang juga merupakan putra daerah Ranah Pesisir menyebut, ramainya peserta yang hadir, merupakan bentuk dukungan bagi Paslon Bupati Pessel HJ-RI.

“Padahal cuman 2 hari kami menginformasikan kegiatan ini, namun antusias masyarakat yang hadir sangat luar biasa. Ini merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap HJ-RI dan menginginkan perubahan,” ungkap Novermal.

Sementara itu anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem Lisda Hendrajoni yang hadir selaku juru kampanye menyebut, rangkaian kegiatan kampanye HJ-RI di Kecamatan Ranah Pesisir, sengaja dilaksanakan di Pantai SJW, sekaligus untuk promosi destinasi wisata.

Baca Juga :  Gratis !!!, Rumah Singgah Bunda Lisda Kembali Hadir di Painan, Bisa Dimanfaatkan Keluarga Pasien Untuk Istirahat 

“Sengaja kita laksanakan kegiatan Kampanye di Pantai SJW ini, sekaligus untuk promosi pariwisata. Jadi kegiatan kampanye, tidak hanya soal menyampaikan visi misi kandidat, namun juga bisa bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi kampanye,” ujar Lisda.

Istri dari Calon Bupati Hendrajoni tersebut juga menegaskan, berpolitik harus dilaksanakan dengan riang gembira, tanpa fitnah dan hoax, ataupun dengan kekerasan dan premanisme.

“Berpolitik itu harus riang gembira, namanya saja pesta demokrasi, jadi tidak selalu dengan urat yang tegang. Masyarakat harus diberikan pemahaman dengan cara-cara yang lebih menyentuh, tidak dengan fitnah ataupun hoax apalagi dengan kekerasan dan cara-cara premanisme,” pungkasnya.

 

Don

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Saat RUU Perampasan Aset Jadi Ancaman Ekosistem Kekuasaan

Dhio Justice Law

26 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Mengapa RUU Perampasan Aset tak kunjung disahkan? Jawaban yang paling sering terdengar adalah karena persoalan hukumnya rumit. DPR harus berhati-hati. Ada kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan, perlindungan hak milik, pembuktian terbalik, hingga mekanisme perampasan aset tanpa putusan pidana. Terdengar semua alasan itu masuk akal. Tetapi …

Kabinet Gagal, Reshuffle Menjadi Keharusan

Dhio Justice Law

24 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Seiring perjalanan, masalah besar dan sulit diabaikan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: semangat perubahan yang dijanjikan belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja kabinetnya. Publik mencatat, Prabowo datang dengan agenda besar  pemberantasan korupsi, kedaulatan ekonomi, efisiensi, penguasaan sumber daya alam, dan keberpihakan kepada rakyat. Namun visi …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

Reshuffle Kabinet: Ujian Otoritas Prabowo Di Tengah Ancaman Delegitimasi

Dhio Justice Law

07 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Setiap pemimpin memiliki momentum untuk menentukan arah sejarahnya. Bagi Presiden Prabowo Subianto, momentum saat ini adalah reshuffle kabinet. Reshuffle bukan sekadar mengganti orang di kursi menteri, tapi sebuah pernyataan politik tentang standar kepemimpinan yang ingin dibangun seorang presiden. Saat itulah publik akan menilai, apakah …

Kongres PMKRI Di Ruteng, Ricuh, Ketua PMKRI Jakpus Di keroyok Hingga Alami Luka Berdarah

dito

25 Jul 2026

NasionalPos.com, Ruteng- Dewan Pengurus Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Jakarta Pusat mengecam keras aksi kekerasan dan premanisme yang terjadi di arena Kongres dan Majelis Permusyawaratan Anggota /MPA PMKRI yang diselenggarakan di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pasalnya telah terjadi Aksi tidak terpuji yang telah menimpa Ketua PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Sdr. Yohanes …

Pasal 33 UUD 1945: Pertaruhan Politik Terbesar Prabowo

Dhio Justice Law

13 Jul 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Kemenangan politik jauh lebih mudah diraih daripada kemenangan sejarah. Presiden Prabowo Subianto telah memenangkan kontestasi politik. Namun, untuk memenangkan sejarah, ia harus membuktikan satu hal yang jauh lebih sulit: menjadikan Pasal 33 UUD 1945 sebagai kenyataan, bukan sekadar retorika konstitusi. Di sinilah letak …

x
x