Home » Ekonomi » BINUS UNIVERSITY Kukuhkan Guru Besar Bidang Ilmu Budaya Visual, Bukti Komitmen BINUS dalam Dunia Seni, Budaya dan Kreatif

BINUS UNIVERSITY Kukuhkan Guru Besar Bidang Ilmu Budaya Visual, Bukti Komitmen BINUS dalam Dunia Seni, Budaya dan Kreatif

Dewi Apriatin 05 Des 2024 112

NasionalPos.com, Jakarta – BINUS University merayakan momen istimewa dengan pengukuhan Prof. Dr. Dra. Mita Purbasari Wahidayat, M.F.A sebagai Guru Besar Tetap di bidang Ilmu Budaya Visual. Acara pengukuhan ini berlangsung di BINUS @Kemanggisan, Anggrek Campus, menandai pencapaian luar biasa dalam dunia akademik dan kontribusi signifikan Prof. Mita dalam bidang yang ia tekuni.

Prof. Dr. Dra. Mita Purbasari Wahidayat, M.F.A telah menunjukkan perjalanan akademik yang luar biasa selama lebih dari dua dekade di bidang Ilmu Budaya Visual. Fokus penelitiannya meliputi studi tentang pengaruh budaya visual terhadap identitas sosial dan transformasi sosial dalam era digital. Penelitian ini tidak hanya relevan di Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi pada dunia akademik internasional melalui pendekatannya yang menggabungkan teori budaya, semiotika, dan fenomenologi untuk menganalisis cara visual mempengaruhi masyarakat. Hasil-hasil penelitiannya menjadi referensi penting bagi pengembangan ilmu budaya visual, khususnya dalam memahami representasi visual dan dampaknya terhadap kesadaran sosial dan perubahan budaya.

Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Dr. Dra. Mita Purbasari Wahidayat, M.F.A menekankan pentingnya Ilmu Budaya Visual sebagai bidang yang mempelajari bagaimana gambar, simbol, dan representasi visual mempengaruhi cara kita memahami dunia. Budaya visual berfungsi sebagai bahasa global yang menghubungkan berbagai budaya dan generasi, serta memainkan peran penting

dalam membentuk identitas sosial dan persepsi publik. Prof. Mita mencontohkan gerakan sosial seperti #BlackLivesMatter dan #MeToo, yang memanfaatkan visual untuk menyampaikan pesan kuat tentang keadilan sosial dan kesetaraan gender, serta mendorong perubahan sosial yang signifikan. Visual, baik itu dalam bentuk foto, video, atau meme, dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk mengkomunikasikan ideologi dan mempengaruhi opini publik.

Lebih lanjut, Prof. Mita juga menjelaskan bagaimana globalisasi dan perkembangan media digital mempercepat percampuran budaya visual, menciptakan identitas baru yang lebih plural. Budaya visual memungkinkan individu untuk membentuk identitas dengan mengadopsi elemen-elemen budaya dari berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, literasi visual menjadi sangat penting untuk membantu masyarakat memahami dan menafsirkan pesan yang terkandung dalam visual secara kritis. Prof. Mita menegaskan bahwa pendidikan tentang budaya visual tidak hanya mengajarkan kita untuk menjadi konsumen, tetapi juga pencipta visual yang bertanggung jawab, guna mendorong perubahan positif dalam masyarakat global yang terus berkembang.

Baca Juga :  Clixid Obat Apa? Cek Manfaat dan Cara Kerjanya

Prof. Dr. Dra. Mita Purbasari Wahidayat, M.F.A menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang mendukung perjalanan akademiknya, terutama kepada keluarga, kolega, dan mahasiswa yang telah memberikan inspirasi sepanjang kariernya. Ia menekankan pentingnya Ilmu Budaya Visual sebagai bidang yang tidak hanya menganalisis gambar dan media, tetapi juga menggali makna yang tersembunyi di balik visualisasi, yang membentuk pemahaman kita tentang dunia. Ia juga menyoroti peran media sosial dan teknologi digital yang semakin mendominasi cara kita berinteraksi, mempengaruhi, dan menginterpretasikan visual di masyarakat. Prof. Mita menekankan pentingnya literasi visual dalam menghadapi tsunami informasi yang terus berkembang, sehingga generasi mendatang mampu membaca, menganalisis, dan memanfaatkan visual dengan bijak dan kritis untuk memperkaya kehidupan sosial dan budaya mereka.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., CSCA, menyampaikan ucapan selamat memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian Prof. Dr. Dra. Mita Purbasari Wahidayat, M.F.A, yang telah resmi menyandang jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar Tetap di bidang Ilmu Budaya Visual. Dalam sambutannya, Dr. Nelly menyatakan, “Kepercayaan yang telah diberikan ini merupakan amanah besar bagi Prof. Mita untuk terus mengembangkan catur dharma pendidikan. Hal ini sejalan dengan komitmen BINUS University dalam membina dan memberdayakan masyarakat untuk kepentingan institusi, Binusian, masyarakat luas, serta negara tercinta, Indonesia.”

Dr. Nelly Nelly, S.Kom., M.M., CSCA juga menekankan bahwa keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan BINUS University, tetapi juga tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan budaya visual di tingkat nasional dan internasional. Keberhasilan Prof. Dr. Dra. Mita Purbasari Wahidayat, M.F.A sebagai Guru Besar Tetap, menurut Dr. Nelly, adalah wujud dari dedikasi dan komitmen beliau dalam membangun pendidikan berkualitas yang mampu menjawab tantangan zaman, serta menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus dalam menghadapi era digital dan globalisasi.

Baca Juga :  Diwajibkan Terhubung ke PPATK, Koperasi Klasifikasi Usaha III dan IV

Dengan pengukuhan ini, Prof. Dr. Dra. Mita Purbasari Wahidayat, M.F.A diharapkan  dapat terus menginspirasi generasi muda, khususnya mahasiswa BINUS University, untuk mendalami untuk mendalami dan mengembangkan ilmu Budaya Visual serta memahami peran penting visual dalam pembentukan identitas sosial dan transformasi budaya. Pengakuan ini juga memperkuat posisi BINUS sebagai universitas global yang mendukung inovasi dan kolaborasi di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Pengukuhan Prof. Dr. Dra. Mita Purbasari Wahidayat, M.F.A adalah bukti bahwa dedikasi dan komitmen dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dapat memberikan dampak signifikan, tidak hanya bagi institusi pendidikan, tetapi juga bagi masyarakat luas. Selamat kepada Prof. Dr. Dra. Mita Purbasari Wahidayat, M.F.A atas pencapaian luar biasa ini.

About BINUS Media & Publishing

Tentang BINUS University

BINUS University terus menorehkan prestasi dalam pemeringkatan QS World University Rankings 2025 dengan menempati posisi 951-1000 dunia, naik dari posisi sebelumnya di peringkat 1001-1200. Di Indonesia, BINUS masuk dalam 10 perguruan tinggi terbaik dan meraih peringkat pertama untuk perguruan tinggi swasta. Dengan pengalaman selama 43 tahun membina Nusantara melalui pendidikan, BINUS UNIVERSITY memiliki visi utama, yakni sebagai “A World-class university, fostering and empowering the society in building and serving the nation.”

BINUS UNIVERSITY sebagai Perguruan Tinggi Indonesia Berkelas dunia memiliki visi BINUS 2035, “Fostering and empowering the society in building and serving the nation.” Semangat ini yang membawa BINUS yang memiliki 12 kampus yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, dengan lebih dari 200.000 komunitas Binusian yang terdiri dari 150.000 alumni, lebih dari 50.000 mahasiswa aktif, lebih dari 2000 dosen, dan 43 Profesor.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pengamat: Target Pertumbuhan Ekonomi 6% Antara Harapan, Peluang dan Tantangannya

dito

20 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2027 sebagai target yang ambisius, tetapi masih realistis untuk dikejar. Namun, 6 persen tidak akan datang secara otomatis. Pemerintah harus menciptakan sumber pertumbuhan baru di luar konsumsi pemerintah dan belanja APBN, demikian di sampaikan oleh Jan Prince Permata seorang pengamat ekonomi, kepada NasionalPos.com, Kamis, 20/8/2026 di …

Lapak Ayam Badai Gurih Hadir Perdana di Kota Padang, Sajikan Kuliner Kaki Lima Bercita Rasa Hotel

Zulwandi

18 Agu 2026

  Padang, Nasionalpos.com — Lapak Ayam Badai Gurih (ABG) resmi hadir perdana di Kota Padang, Sumatera Barat. Lapak kuliner tersebut berlokasi di Jalan Alai, tepatnya di depan SD 03 Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar), dan menawarkan beragam menu dengan cita rasa yang terinspirasi dari pengalaman kuliner hotel. Acara perdana Lapak Ayam Badai Gurih (ABG) digelar …

Kontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional

dito

04 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi diluncurkan oleh Nusantara Centre pada tanggal 4 Agustus 2026 di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta.   Acara ini dikemas bersama simposium nasional untuk menggali kedaulatan ekonomi nasional.   Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali pemikiran Prof. …

Mujawar dan Warung Kejujuran di Sudut Jakarta

Dhio Justice Law

05 Jul 2026

NasionalPos. Com, Jakarta – Di sebuah sudut permukiman padat di Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, berdiri sebuah Warung Madura yang tak pernah sepi dari warga sekitar. Warung sederhana itu bukan sekadar tempat membeli beras, gula, kopi, atau mi instan. Di sana, kepercayaan menjadi barang dagangan yang paling berharga.   Di balik etalase warung itu, …

Ketua DPN Bapermen Ajak Masyarakat Gunakan Jasa Syar’i Tour dan Travel untuk Umrah serta Haji Plus

Primadoni,SH

01 Jul 2026

Padang , Nasionalpos.com – Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Badan Advokasi Perlindungan Konsumen (BAPERMEN), Romi Yufhendra, S.H., CPM., CCPS., mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih biro perjalanan ibadah umrah dan haji plus. Ia merekomendasikan masyarakat menggunakan jasa Syar’i Tour dan Travel yang dinilai memiliki komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para calon jamaah. Menurut …

Dollar Naik, Rezim Runtuh?

Dhio Justice Law

17 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.Com, Jakarta – Setiap kali dolar naik dan rupiah melemah, yang bergetar bukan hanya pasar keuangan. Politik pun ikut berguncang. Di Indonesia, nilai tukar bukan sekadar angka ekonomi. Ia adalah indikator psikologis kekuasaan. Ketika rupiah melemah terlalu dalam, publik mulai mempertanyakan satu hal paling mendasar: apakah …

x
x