Home / Hukum / HanKam / Headline / Nasional

Rabu, 27 Juli 2022 - 22:34 WIB

Dari Rekaman CCTV, Komnas HAM Temukan Fakta Baru, Terlihat Brigadir J Masih Hidup Saat Tiba di Duren Tiga

Nasionalpos.com,Jakarta- Dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya rekaman video kamera pengawas memperlihatkan brigadir J masih hidup saat tiba di Duren Tiga sepulangnya dari Magelang, Jawa Tengah, Jumat 8/7/2022, hal ini disampaikan Mohammad Choirul Anam Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI kepada awak media, Rabu, 27 Juli 2022 di Jakarta.

“Kami diperlihatkan 20 video dari Magelang sampai area Duren Tiga, bahkan sampai Rumah Sakit Kramat Jati,” ungkap Mohammad Choirul Anam Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI di Jakarta, Rabu, 27/7/2022.

Menurut dia, yang paling penting dalam video tersebut ialah di area Duren Tiga, tempat video memperlihatkan ada Irjen Polisi Ferdy Sambo yang masuk terlebih dahulu. Beberapa waktu kemudian ada rombongan dari Magelang.

“Di situ terlihat ada Ibu Putri, ada Brigadir Yoshua, dia masih hidup sampai di Duren Tiga. Rombongan lainnya dalam kondisi hidup dan sehat,” kata Anam.

Disebutkan pula bahwa 20 video yang diperlihatkan oleh siber Polri dan Labfor Polri kepada Komnas HAM tersebut tersebar di 27 titik, mulai dari Magelang, Duren Tiga, hingga Rumah Sakit Kramat Jati. Khusus video dari Magelang sampai Duren Tiga, salah satu hal penting yang dilihat oleh Komnas HAM ialah soal Brigadir J masih hidup.

Selain diperlihatkan soal video, tim dari Komnas HAM juga ditunjukkan soal monitoring keberadaan atau jejaring komunikasi yang terdapat di area Duren Tiga dan Magelang. Bahan yang diberikan kepada Komnas HAM tersebut akan kembali dipelajari. Hal ini guna memastikan dan mengusut tuntas kematian Brigadir J.

Baca Juga  Kesiapan Komlek Menjadi Penentu Kesuksesan Latihan Armada Jaya XXXIX/2021

Dari pemeriksaan rekaman CCTV Komisi Nasionak Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan fakta baru dalam pengungkapan peristiwa yang disebut adu-tembak antara Bharada E, yang menewaskan Brigadir J di rumah dinas eks Kadiv Propam Inspektur Jenderal (Irjen) Ferdy Sambo. Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV, ditemukan rekaman yang mengungkapkan Irjen Sambo bersama isterinya, Putri Candrawathi Sambo, serta Brigadir J, juga Bharada E melakukan tes PCR bersama di rumah Irjen Sambo di kawasan Duren Tiga di Jakarta Selatan (Jaksel).

Ketua investigasi Komnas HAM, Choirul Anam mengungkapkan, cerita baru tentang tes PCR ini setelah tim penyelidikannya meminta keterangan dari tim siber dan digital forensik Polri. “Ada 20 video rekaman CCTV dari 27 titik yang kami diperlihatkan,” kata Anam di Komnas HAM,

Anam melanjutkan, rekaman CCTV dari Magelang ke Duren Tiga, terang memperlihatkan rombongan mobil Irjen Sambo, dan Nyonya Sambo, serta para ajudan, termasuk Bharada E, dan Brigadir J. Anam tak memerinci keterangan waktu yang pasti dalam bentuk angka, kapan perjalanan itu terekam dalam CCTV.

Anam hanya memberikan petunjuk, aktivitas tersebut terjadi pada saat lepas waktu Ashar, menjelang Maghrib. Dikatakan Anam, dari yang ditampilkan CCTV, terlihat rombongan tersebut dari arah Magelang, masuk ke rumah di kawasan Duren Tiga, bersama-sama.

“Apakah di video tersebut ada prosesi PCR? Ada prosesi PCR di situ. Siapa saja? Semua. Termasuk almarhum Brigadir Joshua (J),” kata Anam.

Baca Juga  Amirul Hajj Gelar Rapat Evaluasi, Menag: Siapkan Haji 1444 H sejak Awal

Rekaman CCTV tentang proses PCR tersebut, kata Anam, memunculkan kesimpulan dan fakta baru tentang keadaan Brigadir J, yang masih dalam kondisi hidup sepulangnya dari Magelang. “Semua dalam rombongan itu di-PCR. Begitu rombongan sampai di rumah Duren Tiga. Baru lah masuk ke ruang PCR yang ada di rumah. Semua rombongan itu di-PCR. Salah satunya adalah Joshua (J),” kata Anam.

Namun Anam memastikan, prosesi tes PCR tersebut tak dilakukan di rumah yang menjadi lokasi TKP tembak-menembak. “Kedatangan rombongan itu tidak langsung ke TKP (lokasi tembak menembak),” ujar Anam. Melainkan di rumah lain.

Hasil rekaman CCTV ini pun berbeda dengan kronoligis peristiwa versi Polri yang menyebutkan pada saat peristiwa adu-tembak terjadi, Irjen Sambo sedang melakukan tes PCR di luar rumah. Namun begitu, Anam menegaskan, terkait keberadaan Irjen Sambo dalam PCR tersebut akan didalami kembali dalam pemeriksaan lanjutan.

“Untuk penjelasan tentang (Irjen) Sambo, itu kita simpan dulu untuk pemeriksaan nanti,” ujar Anam.

Selain meminta penjelasan soal CCTV, Anam melanjutkan, dalam pemeriksaan Rabu 27/7/2022, tim penyelidikan Komnas HAM juga mendapatkan keterangan soal aktivitas komunikasi via handphone. “Ada dua handphone yang diperlihatkan ke kita,” ujar Anam.

Akan tetapi, Anam belum dapat menyampaikan HP yang ditunjukkan oleh tim siber dan digital forensik Polri tersebut adalah milik Brigadir J atau bukan. “Terkait HP, pertanyaannya bukan milik siapa. Tetapi, kita mengecek isinya, dan komunikasi dari alat ke alat,” pungkas Anam.

 

 

 

 

 

Share :

Baca Juga

OJK

Ekonomi

OJK Mencatat Penyaluran Kredit Perbankan Minus 1,28 Persen
virus corona

Headline

Update Data Corona (28/11/2020) Jumlah Pasien Positif 522.999 Orang dan Meninggal 16.646 Orang
Mahkamah Agung 696x407

Headline

MA : Boleh Sidang Langsung Asal Dengan Prokes
crisis ekonomi

Ekonomi

Terparah Sejak 1998, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020 Minus 5,32 Persen
PTFrefort

Nasional

Waduh…Ada Potensi Kebocoran Duit Negara Dari Freeport Rp 6 Triliun
Jokowi

Headline

Presiden : Indonesia Sedang krisis Ekonomi
Dr. Isradi Zainal 3

Headline

Dampak Putusan MK Terkait Omnibuslaw CK Terhadap Pembangunan di IKN ‘Sepakunegara’
Abu Janda

Headline

KNPI Akhirnya Polisikan Abu Janda Terkait Cuitan Bernuansa SARA