Home » Headline » Di Peringatan 50 Thn Malari & HUT ke 24 Indemo, Muncul Tekad Bersama Last Battle for Democracy, Lawan Politik Dinasti!

Di Peringatan 50 Thn Malari & HUT ke 24 Indemo, Muncul Tekad Bersama Last Battle for Democracy, Lawan Politik Dinasti!

dito 15 Jan 2024 221

NasionalPos.com, Jakarta- Peringatan Malari 50 tahun bersamaan dengan HUT Indemo (Indonesia Demokrasi Monitor) ke 24 kembali digelar di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) Menteng Jakarta Pusat.

Kegiatan yang dihadiri ratusan aktivis dari berbagai angkatan dan daerah tersebut akan mengambil tema “Pertahankan Demokrasi” dan akan digelar pada Senin 15 Januari jam 11.00 s.d 15.00 wib.

Peringatan Malari  Malapetaka 15 Januari  setiap tahun selalu menjadi wadah reuni sekaligus refleksi aktifis nasional. Dalam peringatan peristiwa MALARI tahun ini, bertepatan dengan 50 tahun peristiwa ini, para aktivis dan tokoh besar mengangkat tema besar yakni “Last Battle for Democracy, Lawan Politik Dinasti!”, yang juga menjadikan tekad bersama dari para aktivis maupun tokoh bangsa yang hadir di acara tersebut, meskipun tekad itu tidak di wujudkan dalam pernyataan bersama, namun sikap itu nampak terwakili di sajikan dalam bentuk gelaran lagu-lagu dan orasi dari beberapa tokoh bangsa maupun aktivis.

Baca Juga :  Peduli Kelestarian Budaya Nasional, TNI AL Inisiasi Festival Zapin Penyengat 2022

Tokoh sentral Malari Hariman Siregar tampak hadir diantara undangan. Dalam orasinya di menyoroti pentingnya untuk terus mejaga demokrasi sebagai bagian dari kewarasan bernegara.

Dia juga menyinggung tentang gerakan Indemo yang didirikan 24 tahun lalu, sebagai wadah berkonsolidasinya kekuatan demokrasi untuk tetap mempertahankan tumbuh berkembangnya demokrasi di Indonesia.

“Demokrasi Tidak Boleh Di bunuh di negeri ini, karena itu kami bersama seluruh komponen bangsa, terutama para aktivis yang tergabung di dalam Indemo, yang di dalam perjalanannya sudah berusia 24 tahun, tetap bertekad mencegah terjadinya pembunuhan demokrasi di negeri ini, Demokrasi harus di Pertahankan, tidak boleh mati, membunuh demokrasi itu berarti membunuh kedaulatan rakyat.”tegas Hariman Siregar

Diantara para undangan, tampak hadir para tokoh bangsa seperti  mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, pengamat militer Connie Rahakundini, ekonom INDEF Faisal Basri.

Terlihat juga aktivis Pro Demokrasi Syahganda Nainggolan, Bursah Zarnubi, aktivis 1998 Ubedilah Badrun, dan ratusan aktivis lintas generasi yang lainnya.

Baca Juga :  Bakamla RI Partisipasi Latihan Natpolrex India Coast Guard

Kemudian, tampak hadir pula mantan Politikus Nasdem Akbar Faizal, Pendiri Lembaga Survei PolMark Eep Saefulloh Fatah, Ketua Umum Partai Masyumi Reborn Ahmad Yani, Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat, Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Masinton Pasaribu dan lainnya.

Eep dalam orasinya menyoroti tentang urgensi menghentikan kekuasaan Joko Widodo melalui dua mekanisme konstitusional. Pemilu 2024 dan Pamakzulan.

“Keduanya ini mesti dijalankan, tanpa perlu mempertimbangkan mana yang lebih dulu. Dalam Pemilu, harus dipastikan Jokowi harus dikalahkan,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat militer Connie Rahakundini, menilai Jokowi sudah tidak relevan lagi, sebab pasti akan diganti.

“Concern saya adalah mencegah penggantinya berkuasa. Saya pastikan menentang Gibran Rakabuming Raka berkuasa,” ujarnya

Sedangkan Ekonom Faisal Basri dengan tegas berpendapat, di era Jokowi ini terdapat sejumlah kerusakan yang terus berkembang.

“Kerusakan-kerusakan ini harus segera dihentikan,” tandasnya.

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
40 Perusahaan China Jangan Ditutupi Pergantian Menteri

Dhio Justice Law

19 Sep 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – isu 40 perusahaan asal China diduga tidak mematuhii kewajiban pajak tidak boleh berakhir sebagai pernyataan pejabat yang kemudian tenggelam dalam pergantian kekuasaan.Pemerintah tidak boleh diam. Jika dugaan tersebut memiliki dasar pemeriksaan dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, maka pemerintah wajib menjelaskan kepada publik. Bukan …

Akademisi dan Aktivis Ajak Bersatu Lawan Impunitas Di Acara Aksi Kamisan ke 925

dito

18 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Pada aksi massa kamisan ke 925 , di depan istana Negara Jakarta, Kamis, 17 September 2026 kemarin. Selain di hadiri oleh ratusan orang dari kalangan aktivis Hak Azasi Manusia, mahasiswa, akademisi, para pencari keadilan Hak Azasi Manusia, hadir juga seorang dosen senior Paulus Januar, yang menyampaikan kuliah jalanan. Dalam orasinya, Paulus Januar menyampaikan …

KPK Didesak Klarifikasi Status Hukum Jaksa Syahrul

Dhio Justice Law

15 Sep 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk terbuka soal status hukum Jaksa Syahrul dalam perkara korupsi yang menjerat Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid. “Kami baru saja menyerahkan surat perihal Permintaan Klarifikasi dan Tindak Lanjut Hukum dalam Putusan Nomor 17/Pid.Sus-TPK/2022/PN.Bjm. Surat ini juga kami tembuskan kepada Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda …

PERISTIWA POLITIK DAN PENGARUH GEOPOLITIK GLOBAL.

dito

14 Sep 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Dr Kristiya Kartika        Salah satu Pengamat Politik dan Mantan Pejabat Pemerintah Moch. Said Didu menganalisis secara terbuka bahwa dalam gejolak politik akhir-akhir ini, peran tokoh politik dan mantan Penguasa yang didukung Oligarki domestik dan asing cukup strategis.   Jaringan aktivitas pergerakan regional dan domestik menurutnya juga …

Saat Akademisi Tak Berjarak dengan Kekuasaan

Dhio Justice Law

13 Sep 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – laki)   NasionalPos.com, Jakarta – Dulu, kampus adalah tempat yang paling sering digunakan untuk mempertanyakan kekuasaan. Di ruang dan forum akademik, kebijakan penguasa dibedah, angka diuji, narasi resmi dicurigai, dan keputusan politik diperdebatkan dan ditantang dengan argumen ilmiah Ironis, kini kampus justru semakin sering diminta berjalan searah …

Di Momentum Hari Udara Bersih International, Biru Voice Desak Pemerintah Menjaga Udara Bersih Yang Sudah Semakin Polutif

dito

07 Sep 2026

National pos.com. Jakarta- Mengingat sifat polusi udara yang lintas batas, semua pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk melindungi atmosfer bumi dan memastikan udara yang sehat bagi semua orang.     Bekerja bersama, melintasi batas dan batas, antar sektor dan melampaui silo, akan membantu mengurangi polusi udara, meningkatkan keuangan dan investasi untuk langkah-langkah dan solusi kualitas …

x
x