Home » Headline » Di Peringatan 50 Thn Malari & HUT ke 24 Indemo, Muncul Tekad Bersama Last Battle for Democracy, Lawan Politik Dinasti!

Di Peringatan 50 Thn Malari & HUT ke 24 Indemo, Muncul Tekad Bersama Last Battle for Democracy, Lawan Politik Dinasti!

dito 15 Jan 2024 146

NasionalPos.com, Jakarta- Peringatan Malari 50 tahun bersamaan dengan HUT Indemo (Indonesia Demokrasi Monitor) ke 24 kembali digelar di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) Menteng Jakarta Pusat.

Kegiatan yang dihadiri ratusan aktivis dari berbagai angkatan dan daerah tersebut akan mengambil tema “Pertahankan Demokrasi” dan akan digelar pada Senin 15 Januari jam 11.00 s.d 15.00 wib.

Peringatan Malari  Malapetaka 15 Januari  setiap tahun selalu menjadi wadah reuni sekaligus refleksi aktifis nasional. Dalam peringatan peristiwa MALARI tahun ini, bertepatan dengan 50 tahun peristiwa ini, para aktivis dan tokoh besar mengangkat tema besar yakni “Last Battle for Democracy, Lawan Politik Dinasti!”, yang juga menjadikan tekad bersama dari para aktivis maupun tokoh bangsa yang hadir di acara tersebut, meskipun tekad itu tidak di wujudkan dalam pernyataan bersama, namun sikap itu nampak terwakili di sajikan dalam bentuk gelaran lagu-lagu dan orasi dari beberapa tokoh bangsa maupun aktivis.

Baca Juga :  Aparat Pemerintah Jangan Sampai Kalah Dengan Penguasa Lahan Bangunan Tidak Berijin, Bongkar Segera Bangunan Tak Berijin di Duri Kepa Jakbar

Tokoh sentral Malari Hariman Siregar tampak hadir diantara undangan. Dalam orasinya di menyoroti pentingnya untuk terus mejaga demokrasi sebagai bagian dari kewarasan bernegara.

Dia juga menyinggung tentang gerakan Indemo yang didirikan 24 tahun lalu, sebagai wadah berkonsolidasinya kekuatan demokrasi untuk tetap mempertahankan tumbuh berkembangnya demokrasi di Indonesia.

“Demokrasi Tidak Boleh Di bunuh di negeri ini, karena itu kami bersama seluruh komponen bangsa, terutama para aktivis yang tergabung di dalam Indemo, yang di dalam perjalanannya sudah berusia 24 tahun, tetap bertekad mencegah terjadinya pembunuhan demokrasi di negeri ini, Demokrasi harus di Pertahankan, tidak boleh mati, membunuh demokrasi itu berarti membunuh kedaulatan rakyat.”tegas Hariman Siregar

Diantara para undangan, tampak hadir para tokoh bangsa seperti  mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, pengamat militer Connie Rahakundini, ekonom INDEF Faisal Basri.

Terlihat juga aktivis Pro Demokrasi Syahganda Nainggolan, Bursah Zarnubi, aktivis 1998 Ubedilah Badrun, dan ratusan aktivis lintas generasi yang lainnya.

Baca Juga :  Layanan Reservoir Komunal di Marunda Kepu Diapresiasi DPRD DKI Jakarta

Kemudian, tampak hadir pula mantan Politikus Nasdem Akbar Faizal, Pendiri Lembaga Survei PolMark Eep Saefulloh Fatah, Ketua Umum Partai Masyumi Reborn Ahmad Yani, Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat, Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Masinton Pasaribu dan lainnya.

Eep dalam orasinya menyoroti tentang urgensi menghentikan kekuasaan Joko Widodo melalui dua mekanisme konstitusional. Pemilu 2024 dan Pamakzulan.

“Keduanya ini mesti dijalankan, tanpa perlu mempertimbangkan mana yang lebih dulu. Dalam Pemilu, harus dipastikan Jokowi harus dikalahkan,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat militer Connie Rahakundini, menilai Jokowi sudah tidak relevan lagi, sebab pasti akan diganti.

“Concern saya adalah mencegah penggantinya berkuasa. Saya pastikan menentang Gibran Rakabuming Raka berkuasa,” ujarnya

Sedangkan Ekonom Faisal Basri dengan tegas berpendapat, di era Jokowi ini terdapat sejumlah kerusakan yang terus berkembang.

“Kerusakan-kerusakan ini harus segera dihentikan,” tandasnya.

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

x
x