Home » Headline » Di Peringatan 77 Tahun Lahirnya Gagasan Membentuk Palang Merah Indonesia, ORARI Ajak PMI Jalin Kolaborasi Kemanusiaan

Di Peringatan 77 Tahun Lahirnya Gagasan Membentuk Palang Merah Indonesia, ORARI Ajak PMI Jalin Kolaborasi Kemanusiaan

dito 03 Sep 2022 154

Nasionalpos.com Jakarta- Mungkin tak banyak orang tahu bahwa hari lahirnya gagasan membentuk Palang Merah Indonesia diperingati setiap tanggal 3 September, tepatnya tujuh belas hari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional pada 3 September 1945, dan pada tanggal 17 September 1945 dibentuk Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) yang untuk pertama kali diketuai Moh. Hatta.

Setiap tanggal 3 September, masyarakat Indonesia diingatkan oleh adanya momentum kehadiran gagasan untuk mewadahi para relawan yang selama perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, berperan strategis menyumbangkan tenaganya untuk memberikan pertolongan pengobatan bagi para pejuang yang terluka terkena mesiu dari serdadu penjajah, demikian disampaikan Suryo Susilo –YBØJTR Ketua Umum ORARI, saat dihubungi wartawan, Sabtu, 3/9/2022 kemaren di Jakarta.

“Ada kesamaan kiprah PMI dengan Amatir Radio dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia, yakni sama-sama memberikan kontribusi strategis membantu para pejuang negeri ini melakukan perlawanan terhadap penjajah” ungkap Suryo Susilo-YBØJTR.

Baca Juga :  Kurangnya Pemantauan Desa Batukuda Meraup Keuntungan, ADD 2022 dan 2023, Diduga Fiktif?

Selain itu, lanjut Suryo Susilo-YBØJTR, juga ada kesamaan antara PMI dengan ORARI dalam mengusung missi kemanusiaan, baik dalam situasi bencana, misalnya peperangan, bencana alam, kecelakaan, dll, maupun dalam situasi bukan bencana seperti kegiatan pemilu, pekan olahraga, dll, perbedaannya hanya di bidang pengabdiannya, kalau Palang Merah Indonesia menitikberatkan pada memberikan bantuan berupa transfusi darah, obat-obatan, kesehatan, maupun kebutuhan logistik lainnya, sedangkan ORARI menitikberatkan pada memberikan dukungan komunikasi & Informasi sehingga diharapkan antara Palang Merah Indonesia dengan ORARI dapat terbangun suatu kolaborasi dalam berbagai aktivitas kemanusiaan dan penanganan kebencanaan.

Momentum lahirnya gagasan berdirinya Palang Merah Indonesia pada tanggal 3 September ini dapat menjadi momentum terwujudnya gagasan Kolaborasi Kemanusiaan, yang bisa dirumuskan secara bersama-sama antara PMI dengan ORARI, yang didasarkan pada kesamaan mengusung missi kemanusiaan, sedangkan penjabaran kolaborasi kemanusiaan dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan Gerakan Donor Darah dan Dukungan Komunikasi yang berkaitan dengan kegiatan Kepalangmerahan, dsb.

Baca Juga :  Cegah Korsleting Listrik, Ini Imbauan Dinas Gulkarmat

“Dengan lahirnya gagasan pembentukan organisasi PMI, 77 tahun lalu, kami sangat berharap Semoga gagasan lahirnya PMI dapat menjadi momentum mengenang jasa para relawan PMI yang berjuang di Era Perjuangan merebut kemerdekaan, serta juga menjadi momentum inspiratif lahirnya gagasan yang memajukan PMI dalam missi kemanusiaan diantaranya melalui gagasan Kolaborasi Kemanusiaan PMI dengan ORARI dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara, sesuai Pancasila serta berdasarkan UUD1945, dapat segera diwujudkan, sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman antara PMI dengan ORARI. Amin” pungkas  Suryo Susilo-YBØJTR Ketua Umum ORARI.(*dit)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

x
x