- HeadlinePUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,
- HukumPolresta Sumenep Sikapi Pengaduan Dugaan Permintaan Uang Rp100 Juta dalam Penanganan Perkara Narkotika
- Top NewsKadispora Buka Event Tournamen Mobile Legend Bang Bang Silampari Wali Kota Cup
- HukumPolsek Talango Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu, Dua Pria Diamankan
- daerahGagal Insaf, Residivis Spesialis Curanmor Kembali Dibekuk Tim URC Sat Reskrim Polres Pesibar dan Unit Reskrim Polsek Pesisir Utara

Di Seminar Nasional Bedah Peristiwa G 30S/PKI, Muncul Ungkapan Hentikan Perpanjangan Dendam Masa Lalu
NasionalPos.com, Jakarta- Sejarah kelam Gerakan 30 September 1965 seharusnya menjadi perjalanan bangsa yang tidak lagi menciptakan dendam/permusuhan baru atau memperpanjang permusuhan lama, sudah seharusnya belajar dari kepedihan sejarah ini, seperti yang telah dilakukan dengan oleh Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) yang memiliki semangat menghentikan menciptakan masalah baru dan berhenti mewariskan konflik masa lalu, demikian disampaikan Yudi Latif Cendekiawan yang hadir sebagai narasumber di acara seminar Membedah Peristiwa G30S/PKI di Universitas Trilogi, di kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu, 21/10/2023.
“Abad 20 merupakan abad perang ideologi dan hampir seluruhnya masuk ke indonesia karena kita masyarakatnya majemuk. Jadi kita itu tanah gembur yang bibit ideologi apa pun bisa tumbuh subur,” ujarnya.
ia juga menjelaskan proses untuk menjadi bangsa yang demokratis relatif baru. Penjajahanpun yang terjadi di tanah air sesungguhnya tidak pernah terjadi terhadap Indonesia tetapi terhadap unit politik kerajaan yang bersifat sporadis dan lokal.
“Jadi pemberantasan kepada komunis juga tidak kalah brutalnya dan menyerempet pada orang-orang yang tidak bersalah. Komunis brutal tapi dilakukan terhadap komunis juga brutal. Oleh karena itu harus mulai belajar bagaimana ke depan tidak boleh mengulangi hal yang sama,”Tukas Yudi Latif.
Dia menekankan tidak ada gunanya saling bongkar dan menyalahkan termasuk menuntut pihak untuk bertanggung jawab sebab ada aksi dan reaksi. Hal tersebut bahkan akan memperpanjang konflik.
“Yang penting pulihkan hak-hak mereka, hak politik harus dipulihkan. Tidak bisa rekonsiliasi yang dilakukan itu sama dengan negara lain,” tandasnya.
Soal Tim Non Yudisial HAM Berat, menurut Kiki Syahnarki yang juga hadir sebagai narasumber, ia mengatakan bahwa selama ini rekonsiliasi antara keluarga enam jenderal revolusi dan keluarga PKI telah terjadi secara alamiah. Melalui Forum Sosialisasi Anak Bangsa rekonsiliasi telah berjalan baik. Hal ini telah satunya telah dibuktikan dengan tidak lagi dilakukan pembatasan dalam hak politik terhadap pihak-pihak yang terkait PKI.
“Sebenarnya ini pekerjaan orang-orang yang punya kepentingan untuk mengungkit lagi. Rekonsiliasi itu sudah terjadi sejak lama anak, cucu PKI dengan TNI dan keluarga TNI tanpa campur tangan pemerintah atau secara alamiah,” jelasnya.
Lebih lanjut Kiki Syahnarki mengungkapkan, wacana pengungkapan dalang G30 September dinilainya sebagai upaya pihak tertentu yang tidak menyetujui adanya rekonsiliasi alamiah yang selama ini sudah tercipta. Upaya pemerintah pun dengan menerbitkan Inpres tentang penyelesaian kasus HAM berat non yudisial dan yudisial merupakan jalan tengah yang harus tetap dijalankan.
“Rekonsiliasi yang sudah terjadi secara alami ini jangan diganggu lagi. Non yudisial tidak menghilangkan rekonsiliasi alamiah. Ada 12 pelanggaran ham berat. Itu harus berlanjut non yudisial tidak boleh terhenti”ucap Kiki Syahanarki
Sementara itu putri pahlawan Revolusi Jenderal Ahmad Yani, Amelia Yani mengatakan sudah melakukan rekonsiliasi sejak lama. Rekonsiliasi itu dilakukan tanpa campur tangan pemerintah.
“Itu lebih baik dan berjalan baik dengan adanya Kepres dan Inpres itu membuat pecah belah bangsa,” ungkapnya.
Menurutnya ada pihak yang yang tidak setuju dan juga bersikap berlebihan dengan rekonsiliasi. Sikap pemerintah yang memberikan kompensasi dan meminta maaf telah melukai anak cucu pahlawan revolusi.
“Itu menyakitkan sekali. Kami tidak perpanjang dendam dan memunculkan dendam baru, ini susah karena ini riak di bawah permukaan dan soal 30 S jangan ada yang disembunyikan biarkan publik tahu sejarah. Dulu Ketua MPR Taufik Kiemas merangkul semua sama, kita diperlakukan sama,” pungkasnya.
dito
17 Okt 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional. Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …
Dhio Justice Law
15 Okt 2026
NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …
dito
13 Okt 2026
NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …
Taufik Hidayat
12 Okt 2026
Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …
- Banyuwangi
11 Okt 2026
BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …
- Banyuwangi
11 Okt 2026
BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …
21 Nov 2024 2.478 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.902 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.654 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.653 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.551 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.510 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.326 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.