Home / Headline / Infrastruktur / Nasional

Senin, 6 Juni 2022 - 20:55 WIB

Meskipun Kelak Tak Lagi Jadi Ibukota Negara, Jakarta Tetap Jadi Magnet Investor

NasionalPos.com, Jakarta-Terkait adanya rencana pemindahan Ibu kota Negara, yang tentunya akan mempengaruhi keberadaan Jakarta yang sudah selama puluhan tahun menjadi Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, maka Center for Strategic and International Studies (CSIS) merilis hasil survei terkait implikasi dari pemindahan ibu kota negara. Menurut Kepala Departemen Ekonomi CSIS, Fajar B Hirawan, Jakarta masih tetap akan memiliki daya tarik bagi para pebisnis jika pemindahan ibu kota negara dilakukan.

DKI Jakarta masih bisa menjadi top five atau top three daerah atau wilayah yang sangat diminati oleh investor baik dalam negeri maupun luar negeri,” kata Fajar kepada awak media terkait ‘Rilis Survei Ahli: Pemindahan Ibu Kota Negara: Prospek Kepemimpinan Jakarta dan Implikasi Sosial, Politik, dan Ekonomi ke depan, Senin (6/6/2022).

Baca Juga  Update Data Corona (1/4/2022) Jumlah Pasien Positif 6.015.748 Orang dan Meninggal 155.164 Orang

Menurut Fajar, terkait progress hingga triwulan pertama 2022, Fajar mengatakan, Jakarta masih masuk dalam tiga besar dalam realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN). PMA dan PMDN yang paling diminati biasanya yakni sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi, diikuti sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, baik dalam jangka pendek maupun menengah, Jakarta dinilai masih akan menjadi salah satu wilayah yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, mengingat infrastruktur yang dimiliki sudah memadai dan sarana prasarana yang ada cukup lengkap.

Baca Juga  China Minta AS Tak Asal Tuduh Soal Serangan ke Kilang Minyak Saudi

“Terlepas apakah Jakarta tetap menjadi ibu kota ataupun tidak menjadi ibu kota negara, menurut saya, Jakarta masih memiliki daya tarik atau magnet bagi para pebisnis,” tukas Fajar.

Fajar juga mengungkapkan bahwa selama Kuartal I/2022, kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB Indonesia paling tinggi yakni mencapai 57,78 persen. Sedangkan kontribusi ekonomi tertinggi terhadap PDB nasional berdasarkan provinsi yakni Jakarta yang di kisaran 16-18 persen.

“Dari hasil itu jelas, bahwa Jakarta masih berpotensi menjadi Magnet Bagi Investor, Meskipun Tak Lagi jadi Ibukota Negara, ini yang harus menjadi perhatian pemerintah dan juga masyarakat”pungkas Fajar (*dit)

Share :

Baca Juga

APD corona

Headline

Update Data Corona (10/7/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 72.347 Orang dan Meninggal 3.469 Orang
La Nyalla

Headline

La Nyalla Terpilih Ketua DPD RI Periode 2019 – 2024
Joe Biden

Headline

Ini Para Miliuner Yang Bantu Biden Menangkan Pilpres AS
Pilkada

Headline

KPU Kaji Ulang Soal Pezina dan Pemabuk Maju Calon Kepala Daerah
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa

Headline

Pasca Perusakan Mapolsek Ciracas, 12 Prajurit TNI AD Ditahan di Pomdam Jaya Guntur
lebat hujan

Nasional

BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah
Haji

Headline

Dirjen PHU Siapkan Materi Manasik Haji Daring
andre ngaserin edit

Ekonomi

Kontribusi BUMN Makin Besar Untuk APBN