Home » Headline » Diduga Ada Mafia Birokrasi Penghambat Eksekusi Kebijakan Pj Gubernur DKI Jakarta

Diduga Ada Mafia Birokrasi Penghambat Eksekusi Kebijakan Pj Gubernur DKI Jakarta

dito 02 Jun 2023 73

NasionalPos.com, Jakarta- Genap tujuh bulan setelah dilantiknya Heru Budi menjadi PJ Gubernur DKI Jakarta untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan Anies Baswedan. Berbagai program kerja dan perubahan terus diupayakan Heru Budi untuk memperbaiki kondisi Jakarta, namun realitasnya, langkah Heru Budi terkesan lamban pada saat mengeksekusi kebijakannya, sehingga berdampak pada laju pembangunan maupun pelayanan masyarakat yang terhambat, demikian disampaikan Damuri Fikri pengamat perkotaan, saat dihubungi awak media, Jumaat, 2/6/2023 di Jakarta.

“Dari pengamatan kami, kelambanan itu bukan dikarenakan kemampuan percepatan langkah Pj Gubernur, akan tetapi kami mencium ada sesuatu yang menghambat kinerja Pj Gubernur Heru Budi tersebut.”ungkap Damuri.

Menurut Damuri, memang perlu diakui, sejak dilantik menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono telah mengeluarkan berbagai terobosan kebijakan untuk mempercepat kemajuan pembangunan maupun melakukan pembenahan berbagai sector, termasuk sector prioritas pelayanan public, namun seiring dengan perjalanan waktu, rupanya terobosan itu mengalami kendala, hambatan dan bahkan perlawanan dari kalangan birokrasi yang selama ini menikmati berbagai kemudahan kelonggaran pengawasan di era kepemimpinan Gubernur Anies, ditengarai mereka merasa terganggu oleh gaya kepemimpinan Pj Gubernur Heru Budi Hartono, yang sangat berbeda dengan gaya kepemimpinan Gubernur Anies.

Baca Juga :  Ganjar: Perlu Ada Ruang "Check and balances" di pemerintahan

“Ya, diduga mereka kalangan birokrasi bermental korup, tentunya terganggu kepentingannya oleh kebijakan dilakukan PJ Gubernur sehingga mereka melakukan perlawanan secara terselubung dengan menghambat eksekusi kebijakan Pj Gubernur.”tukas Damuri.

Di duga, lanjut Damuri, kalangan birokrasi bermental korup yang ada di lingkungan pemerintahan Provinsi DKI Jakarta tersebut, tidak hanya menghambat melainkan juga berusaha mempengaruhi dalam pergantian personal birokrat di setiap SKPD, yang disinyalir menjadi jaringan mereka agar kebijakan dikeluarkan PJ Gubernur dihambat, dari sini nampak bahwa mereka sudah membentuk semacam mafia yang menguasai berbagai lini sector untuk mengurung dan bahkan menghambat gerak langkah pembangunan dilakukan Pj Gubernur. Tentunya kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan, karena ini bak duri dalam daging, menusuk dari dalam, menjadi musuh dalam selimut, yang tentunya bukan hanya menjadi kendala serius, melainkan juga dapat menjadi beban serius terhadap upaya keberlangsungan pembangunan maupun pelayanan public di Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga :  Mendagri Dorong Pemda Tingkatkan Koordinasi Atasi Inflasi Tinggi

“Ya, kami menduga adanya Mafia Birokrasi yang bukan hanya ada di lingkungan elit pemprov DKI Jakarta, melainkan juga mereka bergerak ke semua lini, dari tingkat atas sampai dengan tingkat kelurahan, mereka disinyalir juga berkolaborasi dengan DPRD, BUMD dan instansi lainnya.”tutur Damuri.

Damuri juga menyampaikan harapannya, sebagai langkah Solusinya, Pj Gubernur Heru Budi Hartono harus berani bersikap tegas, lugas dan tentunya terbuka adanya masukkan dari masyarakat, untuk bersama-sama melawan Mafia Birokrasi yang menghambat kinerjanya.

“Tanpa dukungan dari komponen warga Jakarta, maka keberadaan Mafia Birokrasi tidak bisa diberantas, karena itu saya berharap PJ Gubernur Heru Budi Hartono membuka pintu masukan dari masyarakat, untuk bersama-sama memberantas Mafia Birokrasi penghambat kemajuan pembangunan di Jakarta, nggak bisa memberantas mereka dari dalam saja, tapi harus melibatkan komponen warga yang berkompeten, akutanbel dan kredibel.”pungkas Damuri.

 

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

DPD Partai Hanura Jabar Gelar Musda 2026 di Bandung

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026 di Hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan No. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat Partai Hanura, Ketua DPD …

Partai Hanura Gelar Musda 2026 di Bandung, Fokus pada Regenerasi Kepemimpinan

Suryana Korwil Jabar

28 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2026. Yang berlangsung di sebuah hotel Horizon, Jalan Lingkar Selatan, no. 121, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan lima tahunan ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, S.E., perwakilan pengurus pusat …

x
x