Home » Ekonomi » Diduga Adanya Kolaborasi Pemerintah Dengan Perusahaan Aplikator, Ciptakan Romusha Di Bisnis Translog Berbasis Digital”

Diduga Adanya Kolaborasi Pemerintah Dengan Perusahaan Aplikator, Ciptakan Romusha Di Bisnis Translog Berbasis Digital”

dito 21 Sep 2024 185

NasionalPos.com, Jakarta-  Pasca aksi besar driver ojek online pada tanggal 29 Agustus 2024 lalu, Kemenkominfo mengundang perwakilan perusahaan aplikator, perwakilan driver ojek online, dan dari aparat kepolisian, pertemuan di gelar pada tanggal 11 September 2024 lalu, bertempat di Ruang Rapat M. Natsir Lt 6 Gd. Kemenkominfo RI, Gambir Jakpus.

Menyikapi hasil pertemuan tersebut, kepada NasionalPos.com, Andi Kristiyanto Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, ia mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut muncul kejanggalan, yang semestinya Kemenkominfo sebagai wakil pemerintah dan sekaligus sebagai regulator, justru terkesan di pertemuan tersebut menjadi mediator.

“Pertemuan di Kemenkominfo itu deadlock, tidak membuahkan hasil kesepakatan apapun, karena dari pihak Gojek maupun dari Grab bukan dari pengambil Keputusan apapun, sehingga aspirasi perwakilan rekan-rekan driver Ojol hanya di tampung saja, tanpa suatu tawaran kesepakatan, bahkan terkesan perusahaan aplikator tetap teguh pada kebijakannya” Ungkap Andi Kristiyanto kepada nasionalpos.com, Sabtu, 21/9/2024 di kawasan Blok M Jakarta Selatan.

Dari pertemuan tersebut, lanjut Andi, juga nampak sikap Kemenkominfo yang di sampaikan oleh Gunawan Hutagalung Dirjen Pos, terkesan lepas tangan alias lepas tanggungjawab, melalui pernyataannya, bahwa bisnis to bisnis yang artinya persoalan ini hanya masalah bisnis antara driver ojol dengan aplikator, dan  bukan antara driver ojol dengan pemerintah, padahal Wakil Menteri Kominfo Angga Raka Prabowo, saat menemui massa aksi driver Ojol pada aksi 29 Agustus 2024 mengatakan bahwa negara harus hadir menyelesaikan masalah antara driver ojol dengan pihak aplikator.  dari fakta tersebut, justru pernyataan Gunawan bertentangan dengan pernyataan Wamen Angga Raka Prabowo,

Baca Juga :  Pastikan Tampil Di Singapore Air Show, JAT Bertolak dari Yogyakarta Menuju Batam

Pernyataan pihak Kemenkominfo sangat di sayangkan, tidak sepatutnya kemenkominfo melontarkan pernyataan seperti itu, dan sudah sepatutnya kemenkominfo dalam hal ini adalah negara harus hadir membela kepentingan driver Ojol yang jumlahnya jutaan orang, serta memberikan jalan keluar melalui diskresi kebijakan, atau mengusulkan kepada Presiden agar segera membuat Perppu yang mengatur berbagai ketentuan dalam bisnis Transportasi & Logistis berbasis Digital.

“ Ya, persoalan driver ojol dengan perusahaan aplikator adalah bisnis, tapi sebagai Pemerintah, Kemenkominfo seharusnya lebih mengayomi maupun membela kepentingan driver Ojol dengan membuat keputusan win-win solusion yakni melindungi kesejahteraan driver ojol melalui suatu kebijakan diskresi, tapi itu tidak dilakukannya, sehingga kami menduga adanya main mata antara Kemenkominfo dengan perusahaan aplikator, yang berimplikasi pertemuan itu tidak menghasilkan keputusan apapun”tukas Andi Kristiyanto yang juga alumni FISIP Universitas Dr Moestopo Beragama.

Menurut Andi, selain persoalan tersebut, yang perlu di cermati adalah masalah hubungan kerja kemitraan yang sebenarnya dapat di maknai sebagai hubungan kerjasama yang saling menguntungkan, akan tetapi realitas yang dialami driver ojol, dapat di katakan terjadi manipulasi hubungan kerja, yang pada prakteknya justru driver ojol di perlakukan sebagai buruh, yang harus mematuhi segala kebijakan yang dikeluarkan sepihak oleh perusahaan aplikator,

Termasuk penetapan potongan 20%  dari tarif yang sudah di tentukan, dan yang lebih menciptakan kesengsaran di kalangan driver ojol, perusahaan aplikator memberlakukan kebijakan aturan main untuk mendapatkan order yang sangat tidak manusiawi, dan diskriminatif, hal itu terlihat adanya penerapan pengaturan mendapatkan order, yakni hanya akun yang ikut program penerapan tarif Rp 5000/0,1 KM s/d 5 KM, yang sering diberi order, sedangkan yang tidak mengikuti program tersebut, tidak sering di beri order oleh aplikator, belum lagi masalah bonus, pihak apilkator menetapkan pemberian bonus bagi driver ojol yang dapat mencapai sehari sebanyak 40 Trip dengan jarak variative, itu pun bonus yang diberikan tidak sebanding dengan pengeluaran operasional driver ojol.

Baca Juga :  Saat Menerima Pengurus & Anggota FSAB, Ketua MPR RI Mengajak Anak Bangsa Terus Bersatu Membangun Indonesia

Dari keadaan itu, sambung Andi,  jelas pihak aplikator menerapkan kerja ala “Romusha” yang memeras tenaga driver ojol dengan penghasilan yang di dapat, yang tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup, betul, aplikator telah mengurangi pengangguran, Tapi lapangan kerja yang di berikan justru merupakan lapangan pemerasan, dengan memanfaatkan ketiadaan hukum dalam bisnis ini, dan parahnya negara (Pemerintah & DPR) sampai sekarang tidak membuat perangkat Undang-Undang yang mengatur tentang Praktek Bisnis Transportasi dan Logistik berbasis digital.

“Dengan mencermati situasi tersebut, maka kami menduga Adanya Kolaborasi Pemerintah Dengan perusahaan aplikator justru menciptakan Romusha di Bisnis Transportasi & Logistik (Translog) berbasis digital, dan ini harus segera di akhiri, harus di lawan oleh sebuah kesadaran kolektif  dengan analogi kalau kapal itu rusak, ya buat apa di pertahankan, lebih baik ditinggalkan, kemudian bikin kapal baru, yang dapat melepaskan diri dari Romusha (pemerasan tenaga maupun psikis), karena itu sebagai langkah solusi, kami akan terlibat dan mendukung konsep Koperasi berbasis digital dengan berprinsip gotong royong dan tidak ada lagi Romusha, yang di gagas oleh anak-anak muda negeri ini yang sangat peduli terhadap nasib driver Ojol pekerja Romusha“pungkas Andi Kristiyanto.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Industri Tekstil Indonesia dan India Siap Kerjasama Menghadapi Kenaikan Biaya Energi Dunia dan Disrupsi Rantai Pasok Tekstil Garmen

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Di tengah kekhawatiran akan kenaikan harga energi dunia dan dinamika konflik geopolitik yang memengaruhi rantai pasok tekstil garmen dunia, Indonesia dan India bekerjasama untuk mewujudkan pertumbuhan utama industri tekstil dan garmen dunia. Gejolak perang Iran dengan US dan Israel telah mengakibatkan melambungnya harga bahan bakar dunia, termasuk meningkatkan harga bahan baku …

27 Warga Jakarta Utara Gagal berangkat Umroh, Jemaah gruduk rumah sekaligus kantor travel PT. Travel Arrasyid Amanah

dito

12 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Perwakilan dari 27 calon jamaah umroh yang gagal berangkat ke tanah suci , dengan di Damping Kuasa Hukum dari LBH Madani Berkeadilan kembali mendatangi kediaman Rodianah selaku Pemilik PT. Arrasyid Amanah Travel  yang beralamat di Jl. H. Taimin No. 14 Kelurahan Tugu Selatan Kecamatan Koja Jakarta Utara, untuk menuntut hak-haknya yang sampai …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Pengamanan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Masjid Izzatul Islam Grand Wisata Libatkan Komunitas Lintas Agama

Hery

21 Mar 2026

Bekasi,NasionalPos — Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Izzatul Islam, kawasan Grand Wisata, berlangsung khidmat dan aman berkat dukungan pengamanan dari komunitas lintas agama yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Kerukunan Umat Beragama Grand Wisata (FPKUB GWS). Sejak pagi hari, ratusan jamaah telah memadati area masjid untuk menunaikan ibadah Sholat Ied. Di …

FK REPNUS Dukung Gerakan Pilah Sampah Jakarta, Dorong Peran Strategis Pasar Jaya dalam Pengolahan Sampah Terpadu

dito

17 Mar 2026

Nasional pos.com, Jakarta- Ketua Umum Forum Kekeluargaan Relawan Pemuda Nusantara (FK REPNUS), Faisal Nasution, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah secara mendasar. Hal ini merespons ajakan Gubernur DKI Jakarta yang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam gerakan memilah sampah dari sumbernya. Faisal Nasution menegaskan bahwa persoalan sampah …

x
x