Home » Headline » Dukung Pemerintah dan TNI Pada Program Ketahanan Pangan Nasional, PPM Sumbangkan Perangkat Lunak Monitoring

Dukung Pemerintah dan TNI Pada Program Ketahanan Pangan Nasional, PPM Sumbangkan Perangkat Lunak Monitoring

dito 22 Mar 2024 69

NasionalPos.com, Palembang-Dalam rangka mendukung Pemerintah dan TNI pada Program Ketahanan Pangan Nasional, Pemuda Panca Marga (PPM) menyumbangkan Software atau Perangkat Lunak monitoring di lapangan/lahan produksi yang dapat secara realtime memantau perkembangan pekerjaan, menyangkut luas lahan persawahan, proses yang berlangsung serta kendala-kendala yang terjadi, sehingga akan memudahkan pengelola melakukan supervisi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PPM Berto Izaak Doko usai mengikuti Rapat Koordinasi Kesiapan Operasi Lahan (OPLA) wilayah Kodam II/Sriwijaya TA. 2024, yang dipimpin langsung oleh Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Yanuar Adil, bertempat di Gedung Makodam II/Sriwijaya, Jalam Jenderal Sudirman Km 3.5 Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Selasa, 19 Maret 2024 lalu.

“Aplikasi atau perangkat lunak yang disumbangkan oleh PPM ini dapat memonitor secara realtime setiap perkembangan pekerjaan di lapangan, menyangkut luas lahan persawahan, proses yang berlangsung serta kendala-kendala yang terjadi, sehingga akan memudahkan pengelola melakukan supervisi,” ujar Berto.

Baca Juga :  KPK Telusuri Perputaran Uang Korupsi Tukin Kementerian ESDM

Berto juga mengatakan bahwa program pemerintah tentang ketahanan pangan nasional ini perlu didukung penuh dalam upaya mengantisipasi elnino yang diprediksi terjadi antara bulan Juni – Agustus yang berakibat pada kekeringan di daerah-daerah tertentu.

“Selain itu sebagaimana apa yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo kedepan kita tidak mengimpor lagi kebutuhan beras dalam negeri,” tukas Ketum PPM Berto.

Lebih lanjut Berto juga mengungkapkan , bahwa PPM sebagai pewaris Jiwa Semangat dan Nilai-nilai Juang 1945 dalam memberikan dukungan langsung pada program pemerintah dan TNI ini sebagai bentuk nyata implementasi JSN’45 bagi kepentingan kehidupan bermasyarakat, khususnya di bidang ketahanan pangan nasional.

“Sebagai keturunan biologis perintis, pejuang kemerdekaan Republik Indonesia serta bagian dari keluarga besar TNI, PPM harus hadir bersama pemerintah dan TNI dalam memberikan solusi pada permasalahan bangsa,” tegasnya.

Baca Juga :  Menciptakan Situasi Kamtibmas Yang Lebih Kondusif di 2025, Memerlukan Kerja Sama Seluruh Elemen Masyarakat

Sementara itu, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu, 20 Maret 2024, Panglima Kodam II Sriwijaya (Pangdam II/Swj) Mayjen TNI Yanuar Adil usai memberikan pengarahan di penutupan TMMD ke-119. Lampung Tengah, mengatakan bahwa lahan rawa seluas 30.000 hektare di Provinsi Lampung akan dioptimalkan sebagai lahan pertanian.

“Kemarin kami sudah melakukan rapat bersama dan diberikan mandat oleh Kementerian Pertanian untuk membantu program optimalisasi lahan rawa dan pompanisasi untuk menjaga ketahanan pangan,” ujar Mayjen TNI Yanuar Adil.

Dua program optimalisasi nanti, katanya dilakukan di Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung, untuk Lampung sekitar 30 ribu hektare. Jadi ini nanti yang akan kami bantu untuk menjaga ketahanan pangan.
Dia menjelaskan pelaksanaan optimalisasi lahan rawa dan pompanisasi tersebut dilakukan secara bertahap dimana saat ini tengah dalam proses survei investigasi dan desain (SID).

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

x
x