Home » Headline » FSAB : Peringatan Hari Pahlawan 2022 Momentum Aktualisasi Pahlawanku Teladanku

FSAB : Peringatan Hari Pahlawan 2022 Momentum Aktualisasi Pahlawanku Teladanku

dito 10 Nov 2022 171

NasionalPos.com, Jakarta- Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 telah ditetapkan sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959. Kala itu Soekarno juga memutuskan bahwa Hari Pahlawan bukan hari libur, namun setiap tahun diperingati oleh bangsa Indonesia.

Untuk tahun 2022 ditetapkan tema Hari Pahlawan: ”Pahlawanku Teladanku”, yang dapat dimaknai bahwa tema tersebut merupakan jawaban terhadap realita bangsa Indonesia, terutama generasi milinealnya, yang dihadapkan pada masalah krisis keteladanan, demikian disampaikan Suryo Susilo Ketua Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) kepada awak media, Kamis, 10/11/2022 di Jakarta.

“Faktanya, hari ini, banyak ditemukan generasi milineal yang kurang memahami jejak sejarah kepahlawanan dari generasi terdahulu, yang bisa menjadi inspirasi dan juga keteladanan bagi mereka” ungkap Suryo Susilo.

Menurut Suryo Susilo, keteladanan sangat penting bagi generasi muda, sebagai panutan yang memicu semangat mereka untuk dapat menjadi seperti yang diteladani. Namun seiring berjalannya waktu, sosok teladan semakin menipis, hal ini menunjukan bahwa semakin kurangnya orang-orang yang dapat dijadikan sebagai teladan dan panutan, misalnya dari sekian banyak pahlawan nasional yang tercantum di buku sejarah, serta diajarkan di sekolah maupun di kampus, nampaknya hanya ditampilkan kisah perjuangan dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia, dan juga hanya menyajikan peristiwa heroiknya saja, tanpa mengaktualisasikan kepribadian, moralitas, gagasan, sikap maupun pola hidup, serta kepeloporannya yang dapat menginspirasi, maupun dapat diteladani oleh generasi sekarang.

“Jadi menurut saya, Tema Hari Pahlawan Tahun ini yakni “Pahlawanku Teladanku” sangat tepat, obyektif dan sesuai realitas, terutama bagi generasi milineal yang sedang dihadapkan pada krisis keteladanan” tukas Suryo Susilo.

Hal senada juga disampaikan oleh Aji Baskoro seorang anggota FSAB Muda kepada awak media yang menghubunginya, ia mengatakan tema dari Hari Pahlawan tahun ini sangat realitis dengan kondisi saat ini, dimana para generasi milenial kurang mengenal para Pahlawannya sendiri. Karena tidak mengenal, mereka tidak bisa menghargai dan menghormati para Pahlawan.

“Kejadian seorang oknum melakukan kegiatan vandalisme terhadap patung Jendral Soedirman adalah contoh terbarunya, karena mungkin si pelaku tidak memahami mengenai jejak sejarah yang dilakukan oleh seorang Jenderal Sudirman dalam memimpin perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan Belanda” ucap Aji Baskoro kepada awak media, Kamis, 10/11/2022 di Jakarta.

Baca Juga :  Hikmah Hijrah, Habib Nabiel: Cari Teman yang Baik

Menurut Aji, sesungguhnya hal tersebut tidak perlu terjadi atau tidak perlu dilakukan oleh generasi milineal, kalau saja pemerintah bisa mendekatkan diri kepada para milenial dengan cara yang kekinian dalam mengenalkan sejarah, yakni tidak saja menjadikan mata pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran wajib diajarkan di sekolah maupun di kampus dengan cara yang selama ini dilakukan, melainkan menjadikan mata pelajaran sejarah yang didalamnya juga mengaktualisasikan sosok Pahlawan, serta menjadikannya pelajaran yang asyik dan menarik bagi para milenial;

Nah mengenai peran generasi muda, lanjut Aji, peran generasi muda sangat penting. Bisa dimulai dari diri sendiri melakukan hal-hal yang simple dan sederhana, dengan tidak merugikan orang banyak seperti merusak fasilitas umum, menjaga kebersihan dan juga tertib aturan, menjadi netizen yang positif dan berpikiran terbuka, serta mengambil contoh sosok Pahlawan yang dapat menginspirasi dan dapat diteladani kepahlawanannya, misalnya para pejuang yang gugur di medan pertempuran pada peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Mereka dengan keberaniannya, kegigihannya dan ketegarannya melawan tentara sekutu demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Perjuangan mereka itu, harus bisa diteladani oleh generasi sekarang, dengan tetap menjaga kedaulatan NKRI, melalui upaya menjaga persatuan, kesatuan, menciptakan kemandirian, menguasai teknologi digital, inovatif, kreatif, serta menjaga kelestarian alam lingkungan hidup, ini semua dapat dilakukan sebagai upaya untuk mengimplementasikan tema hari Pahlawan tahun ini, yakni Pahlawanku teladanku” tegas Aji Baskoro.

Sementara itu, ketika dihubungi oleh awak media, Anne Sarjono yang juga anggota FSAB Muda, mengatakan bahwa saat ini krisis keteladaan dan krisis sosok kepemimpinan telah melanda generasi milineal, sehingga keberadaan sosok figur yang dikenal dan bisa menjadi contoh atau idola bagi kalangan milenial yang bisa di copy paste, itu sangat tidak banyak, bahkan boleh dikatakan sangat sedikit jumlah dan minim kualitasnya; ya, karena media untuk menampilkan sosok Pahlawan yang menginspirasi dan patut diteladani itupun nampak sangat pragmatis, mungkin juga kadang dibumbuhi dengan kepentingan politis, sehingga yang terjadi adalah manipulasi, sangat subyektif dan tendesius. Akibatnya generasi milineal pun enggan meneladani kepahlawanan sosok yang manipulatif tersebut.

Baca Juga :  Yayasan WINGS Peduli Distribusikan Bantuan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi

“Menurut saya, dalam agama Islam, kita mengenal dengan istilah uswatun hasanah, yaitu konsep moralitas seorang pemimpin dalam pola interaksi dengan masyarakat, yang mengedepankan moralitas dan contoh teladan yang baik (uswatun hasanah), seharusnya sejarah juga mencantumkan sosok pahlawan dari sisi moralitas maupun juga uswatun hasanahnya, yang tidak bisa dimanipulasi, tidak subyektif, sehingga bisa diteladani oleh generasi milineal” ungkap Anne.

Lebih lanjut, Anne mengatakan bahwa generasi milineal sekarang ini membutuhkan sosok pahlawan yang bisa menjadi panutan, yang berintegritas, jujur, berani, cerdas dan iklas, tanpa embel-embel kepentingan politik apapun, serta tanpa kompromi dalam mempertahankan kedaulatan NKRI. Tentunya keberadaan sosok pahlawan tersebut dapat diterapkan dalam peran generasi kekinian untuk menjaga keutuhan NKRI, yaitu dengan saling menghormati dan menghargai satu sama lain merupakan yang pertama yang harus dilakukan, begitu pula, lanjut Anne, para Pahlawan perjuangan dapat meraih kemenangan juga disebabkan karena mereka berjuang bersama dan menyampingkan perbedaan. Itulah, mengapa menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan juga penting untuk dilakukan, selain itu juga meneladani kepahlawanan melalui menjaga lingkungan hidup dengan baik, meningkatkan ketahanan pangan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lahan yang ada agar lebih produktif dan lestari, baik secara kuantitas maupun kualitas. Perluasan areal pertanian, misalnya dengan mengoptimalkan ekstensifikasi pertanian pada lahan potensial, serta terlibat dalam menjaga ketahanan pangan dengan menjadi petani milineal melalui kegiatan bisnis pertanian, maupun perkebunan.

“Dari semua yang saya sampaikan tersebut, yang terpenting adalah mengamalkan Pancasila atau memahami makna Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang merupakan cara untuk menghargai jasa para pahlawan, dan juga merupakan upaya meneladani nilai-nilai kepahlawanan. Jangan lupa juga menjalankan peraturan perundang-undangan yang berlaku, peraturan agama, maupun juga budaya yang ada dalam masyarakat secara baik dan benar, serta jangan ada lagi manipulasi sosok figur yang tidak patut menjadi Pahlawan dan tidak patut untuk diteladani. Mari kita jadikan peringatan Hari Pahlawan tahun ini menjadi momentum aktualisasi Pahlawanku Teladanku” pungkas Anne. (*dit)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Reshuffle Kabinet: Ujian Otoritas Prabowo Di Tengah Ancaman Delegitimasi

Dhio Justice Law

07 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Setiap pemimpin memiliki momentum untuk menentukan arah sejarahnya. Bagi Presiden Prabowo Subianto, momentum saat ini adalah reshuffle kabinet. Reshuffle bukan sekadar mengganti orang di kursi menteri, tapi sebuah pernyataan politik tentang standar kepemimpinan yang ingin dibangun seorang presiden. Saat itulah publik akan menilai, apakah …

PRAKTISI HUKUM ANDI DARWIN RANRENG, EKSEKUSI LAHAN 6.900 M² TERANCAM MERAMPAS HAK MILIK PIHAK KETIGA SELUAS 4,5 HEKTAR

dito

06 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Perkembangan sengketa tanah di kawasan Tallo, Makassar, yang kini digunakan sebagai Asrama Polisi (Aspol) Polda Sulsel, nampak menemukan titik terang benderang untuk membuktikan kebenaran dan keabsahan kliennya sebagai pemilik lahan tersebut, yang tidak di pindah tangan kan ke pihak manapun,demikian di sampaikan Andi Darwin R. Ranreng, Pimpinan DRR Associates Legal Consultants yang bertindak …

Kontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional

dito

04 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi diluncurkan oleh Nusantara Centre pada tanggal 4 Agustus 2026 di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta.   Acara ini dikemas bersama simposium nasional untuk menggali kedaulatan ekonomi nasional.   Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali pemikiran Prof. …

JDIH Kabupaten Pesisir Selatan Hadirkan Inovasi Layanan Hukum Digital untuk Wujudkan Pemerintahan Transparan

Primadoni,SH

04 Agu 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah terus memperkuat pelayanan informasi hukum kepada masyarakat dengan menghadirkan inovasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH). Layanan berbasis digital ini menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan akses cepat, akurat, dan terpercaya terhadap berbagai dokumen hukum resmi tanpa dipungut …

Viviannne Vernetta Wangsa Memukau Panggung Awarding Banyuwangi Ethno Carnival, Suara Emas Generasi Muda Gaungkan Pesona Budaya Blambangan

- Banyuwangi

03 Agu 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM  – Penampilan penyanyi muda berbakat Viviannne Vernetta Wangsa menjadi salah satu sajian paling memikat dalam malam Awarding Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Dengan membawakan lagu legendaris Banyuwangi “Grajagan Banyuwangi”, Viviannne sukses mencuri perhatian para tamu undangan, pegiat seni, pelaku budaya, serta masyarakat yang memadati lokasi acara. Di bawah sorotan lampu panggung, Viviannne tampil …

A.DARWIN R. RANRENG SH,MH : DUA LEMBAGA NEGARA BERSENGKETA ATAS TANAH YANG BUKAN MILIK MEREKA, TAPI TANAH ITU MILIK WARGA NEGARA YANG TIDAK PERNAH MENJUALNYA

dito

02 Agu 2026

NasionalPos.com, Makassar- Terkait sengketa tanah di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, yang sedang diperebutkan antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan tersebut.   Kepada wartawan yang menghubungi, Minggu, 2 Agustus 2026 di Makassar, Andi Darwin R. Ranreng SH, MH, selaku Kuasa Hukum dari Hj. Magdalena Demunic / …

x
x