- HeadlineReshuffle Kabinet: Ujian Otoritas Prabowo Di Tengah Ancaman Delegitimasi
- HeadlinePRAKTISI HUKUM ANDI DARWIN RANRENG, EKSEKUSI LAHAN 6.900 M² TERANCAM MERAMPAS HAK MILIK PIHAK KETIGA SELUAS 4,5 HEKTAR
- Top NewsUPERTIS Resmi Buka Dies Natalis ke-6, Usung Tema “Green Campus, Green Integrity”
- EkonomiKontribusi Pemikiran Anti Penjajahan Sumitro Djojohadikusumo Dalam Undang-Undang Perekonomian Nasional
- daerahJDIH Kabupaten Pesisir Selatan Hadirkan Inovasi Layanan Hukum Digital untuk Wujudkan Pemerintahan Transparan

FSAB : Peringatan Hari Pahlawan 2022 Momentum Aktualisasi Pahlawanku Teladanku
NasionalPos.com, Jakarta- Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 telah ditetapkan sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959. Kala itu Soekarno juga memutuskan bahwa Hari Pahlawan bukan hari libur, namun setiap tahun diperingati oleh bangsa Indonesia.
Untuk tahun 2022 ditetapkan tema Hari Pahlawan: ”Pahlawanku Teladanku”, yang dapat dimaknai bahwa tema tersebut merupakan jawaban terhadap realita bangsa Indonesia, terutama generasi milinealnya, yang dihadapkan pada masalah krisis keteladanan, demikian disampaikan Suryo Susilo Ketua Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) kepada awak media, Kamis, 10/11/2022 di Jakarta.
“Faktanya, hari ini, banyak ditemukan generasi milineal yang kurang memahami jejak sejarah kepahlawanan dari generasi terdahulu, yang bisa menjadi inspirasi dan juga keteladanan bagi mereka” ungkap Suryo Susilo.
Menurut Suryo Susilo, keteladanan sangat penting bagi generasi muda, sebagai panutan yang memicu semangat mereka untuk dapat menjadi seperti yang diteladani. Namun seiring berjalannya waktu, sosok teladan semakin menipis, hal ini menunjukan bahwa semakin kurangnya orang-orang yang dapat dijadikan sebagai teladan dan panutan, misalnya dari sekian banyak pahlawan nasional yang tercantum di buku sejarah, serta diajarkan di sekolah maupun di kampus, nampaknya hanya ditampilkan kisah perjuangan dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia, dan juga hanya menyajikan peristiwa heroiknya saja, tanpa mengaktualisasikan kepribadian, moralitas, gagasan, sikap maupun pola hidup, serta kepeloporannya yang dapat menginspirasi, maupun dapat diteladani oleh generasi sekarang.
“Jadi menurut saya, Tema Hari Pahlawan Tahun ini yakni “Pahlawanku Teladanku” sangat tepat, obyektif dan sesuai realitas, terutama bagi generasi milineal yang sedang dihadapkan pada krisis keteladanan” tukas Suryo Susilo.
Hal senada juga disampaikan oleh Aji Baskoro seorang anggota FSAB Muda kepada awak media yang menghubunginya, ia mengatakan tema dari Hari Pahlawan tahun ini sangat realitis dengan kondisi saat ini, dimana para generasi milenial kurang mengenal para Pahlawannya sendiri. Karena tidak mengenal, mereka tidak bisa menghargai dan menghormati para Pahlawan.
“Kejadian seorang oknum melakukan kegiatan vandalisme terhadap patung Jendral Soedirman adalah contoh terbarunya, karena mungkin si pelaku tidak memahami mengenai jejak sejarah yang dilakukan oleh seorang Jenderal Sudirman dalam memimpin perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan Belanda” ucap Aji Baskoro kepada awak media, Kamis, 10/11/2022 di Jakarta.
Menurut Aji, sesungguhnya hal tersebut tidak perlu terjadi atau tidak perlu dilakukan oleh generasi milineal, kalau saja pemerintah bisa mendekatkan diri kepada para milenial dengan cara yang kekinian dalam mengenalkan sejarah, yakni tidak saja menjadikan mata pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran wajib diajarkan di sekolah maupun di kampus dengan cara yang selama ini dilakukan, melainkan menjadikan mata pelajaran sejarah yang didalamnya juga mengaktualisasikan sosok Pahlawan, serta menjadikannya pelajaran yang asyik dan menarik bagi para milenial;
Nah mengenai peran generasi muda, lanjut Aji, peran generasi muda sangat penting. Bisa dimulai dari diri sendiri melakukan hal-hal yang simple dan sederhana, dengan tidak merugikan orang banyak seperti merusak fasilitas umum, menjaga kebersihan dan juga tertib aturan, menjadi netizen yang positif dan berpikiran terbuka, serta mengambil contoh sosok Pahlawan yang dapat menginspirasi dan dapat diteladani kepahlawanannya, misalnya para pejuang yang gugur di medan pertempuran pada peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Mereka dengan keberaniannya, kegigihannya dan ketegarannya melawan tentara sekutu demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Perjuangan mereka itu, harus bisa diteladani oleh generasi sekarang, dengan tetap menjaga kedaulatan NKRI, melalui upaya menjaga persatuan, kesatuan, menciptakan kemandirian, menguasai teknologi digital, inovatif, kreatif, serta menjaga kelestarian alam lingkungan hidup, ini semua dapat dilakukan sebagai upaya untuk mengimplementasikan tema hari Pahlawan tahun ini, yakni Pahlawanku teladanku” tegas Aji Baskoro.
Sementara itu, ketika dihubungi oleh awak media, Anne Sarjono yang juga anggota FSAB Muda, mengatakan bahwa saat ini krisis keteladaan dan krisis sosok kepemimpinan telah melanda generasi milineal, sehingga keberadaan sosok figur yang dikenal dan bisa menjadi contoh atau idola bagi kalangan milenial yang bisa di copy paste, itu sangat tidak banyak, bahkan boleh dikatakan sangat sedikit jumlah dan minim kualitasnya; ya, karena media untuk menampilkan sosok Pahlawan yang menginspirasi dan patut diteladani itupun nampak sangat pragmatis, mungkin juga kadang dibumbuhi dengan kepentingan politis, sehingga yang terjadi adalah manipulasi, sangat subyektif dan tendesius. Akibatnya generasi milineal pun enggan meneladani kepahlawanan sosok yang manipulatif tersebut.
“Menurut saya, dalam agama Islam, kita mengenal dengan istilah uswatun hasanah, yaitu konsep moralitas seorang pemimpin dalam pola interaksi dengan masyarakat, yang mengedepankan moralitas dan contoh teladan yang baik (uswatun hasanah), seharusnya sejarah juga mencantumkan sosok pahlawan dari sisi moralitas maupun juga uswatun hasanahnya, yang tidak bisa dimanipulasi, tidak subyektif, sehingga bisa diteladani oleh generasi milineal” ungkap Anne.
Lebih lanjut, Anne mengatakan bahwa generasi milineal sekarang ini membutuhkan sosok pahlawan yang bisa menjadi panutan, yang berintegritas, jujur, berani, cerdas dan iklas, tanpa embel-embel kepentingan politik apapun, serta tanpa kompromi dalam mempertahankan kedaulatan NKRI. Tentunya keberadaan sosok pahlawan tersebut dapat diterapkan dalam peran generasi kekinian untuk menjaga keutuhan NKRI, yaitu dengan saling menghormati dan menghargai satu sama lain merupakan yang pertama yang harus dilakukan, begitu pula, lanjut Anne, para Pahlawan perjuangan dapat meraih kemenangan juga disebabkan karena mereka berjuang bersama dan menyampingkan perbedaan. Itulah, mengapa menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan juga penting untuk dilakukan, selain itu juga meneladani kepahlawanan melalui menjaga lingkungan hidup dengan baik, meningkatkan ketahanan pangan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lahan yang ada agar lebih produktif dan lestari, baik secara kuantitas maupun kualitas. Perluasan areal pertanian, misalnya dengan mengoptimalkan ekstensifikasi pertanian pada lahan potensial, serta terlibat dalam menjaga ketahanan pangan dengan menjadi petani milineal melalui kegiatan bisnis pertanian, maupun perkebunan.
“Dari semua yang saya sampaikan tersebut, yang terpenting adalah mengamalkan Pancasila atau memahami makna Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang merupakan cara untuk menghargai jasa para pahlawan, dan juga merupakan upaya meneladani nilai-nilai kepahlawanan. Jangan lupa juga menjalankan peraturan perundang-undangan yang berlaku, peraturan agama, maupun juga budaya yang ada dalam masyarakat secara baik dan benar, serta jangan ada lagi manipulasi sosok figur yang tidak patut menjadi Pahlawan dan tidak patut untuk diteladani. Mari kita jadikan peringatan Hari Pahlawan tahun ini menjadi momentum aktualisasi Pahlawanku Teladanku” pungkas Anne. (*dit)
Dhio Justice Law
07 Agu 2026
Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Setiap pemimpin memiliki momentum untuk menentukan arah sejarahnya. Bagi Presiden Prabowo Subianto, momentum saat ini adalah reshuffle kabinet. Reshuffle bukan sekadar mengganti orang di kursi menteri, tapi sebuah pernyataan politik tentang standar kepemimpinan yang ingin dibangun seorang presiden. Saat itulah publik akan menilai, apakah …
dito
06 Agu 2026
NasionalPos.com, Makassar- Perkembangan sengketa tanah di kawasan Tallo, Makassar, yang kini digunakan sebagai Asrama Polisi (Aspol) Polda Sulsel, nampak menemukan titik terang benderang untuk membuktikan kebenaran dan keabsahan kliennya sebagai pemilik lahan tersebut, yang tidak di pindah tangan kan ke pihak manapun,demikian di sampaikan Andi Darwin R. Ranreng, Pimpinan DRR Associates Legal Consultants yang bertindak …
dito
04 Agu 2026
NasionalPos.com, Jakarta- Buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan: Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia karya Agus Rizal dan Dedi Setiadi diluncurkan oleh Nusantara Centre pada tanggal 4 Agustus 2026 di Auditorium Jusuf Ronodipuro, RRI Jakarta. Acara ini dikemas bersama simposium nasional untuk menggali kedaulatan ekonomi nasional. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengangkat kembali pemikiran Prof. …
Primadoni,SH
04 Agu 2026
Pessel, Nasionalpos.com — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah terus memperkuat pelayanan informasi hukum kepada masyarakat dengan menghadirkan inovasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH). Layanan berbasis digital ini menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan akses cepat, akurat, dan terpercaya terhadap berbagai dokumen hukum resmi tanpa dipungut …
- Banyuwangi
03 Agu 2026
BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Penampilan penyanyi muda berbakat Viviannne Vernetta Wangsa menjadi salah satu sajian paling memikat dalam malam Awarding Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Dengan membawakan lagu legendaris Banyuwangi “Grajagan Banyuwangi”, Viviannne sukses mencuri perhatian para tamu undangan, pegiat seni, pelaku budaya, serta masyarakat yang memadati lokasi acara. Di bawah sorotan lampu panggung, Viviannne tampil …
dito
02 Agu 2026
NasionalPos.com, Makassar- Terkait sengketa tanah di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, yang sedang diperebutkan antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan tersebut. Kepada wartawan yang menghubungi, Minggu, 2 Agustus 2026 di Makassar, Andi Darwin R. Ranreng SH, MH, selaku Kuasa Hukum dari Hj. Magdalena Demunic / …
21 Nov 2024 2.182 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.678 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.495 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
28 Jul 2025 1.452 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
23 Jul 2025 1.393 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.350 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.235 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.