Home » Headline » Hadiri Perayaan Natal 2025 Bersama Pemprov DKI Jakarta, Kardinal Ign Suharyo Sampaikan Pesan Persatuan & Perdamaian

Hadiri Perayaan Natal 2025 Bersama Pemprov DKI Jakarta, Kardinal Ign Suharyo Sampaikan Pesan Persatuan & Perdamaian

dito 09 Jan 2026 32

NasionalPos.com, Jakarta-

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wagub DKI Rano Karno menghadiri acara Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 Pemprov DKI di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026)

Pram dan Rano tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka kompak menggunakan batik cokelat. Begitu tiba, mereka mendapat sambutan hangat dari hadirin.

Pram mengaku terkejut dengan acara ini. Menurutnya, ini salah satu acara perayaan keagamaan paling meriah yang pernah ia hadiri.

“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala karunianya malam ini kita semua dapat hadir berkumpul dalam suasana bahagia pada acara aktualisasi Nilai-Nilai Natal Pemprov DKI tahun 2025,” kata Pram.

“Sebagai pribadi, terus terang saya belum pernah melihat acara Natal yang semeriah ini, hadir Bapak Menag saya dilaporkan kurang lebih 14 ribu,” tambah dia disambut tepuk tangan peserta.

Baca Juga :  Momen ASSET Sapa Warga Parit Aman Bicara Tenaga Kerja Honorer Berkelanjutan

Menag Nasaruddin Umar hadir dalam acara ini. Termasuk Kardinal Ign Suharyo.

Politisi PDIP ini juga menyampaikan selamat Natal dan tahun baru kepada seluruh jajaran Pemprov DKI dan seluruh umat Kristiani di Jakarta. Ia menekankan persatuan dan toleransi harus terus dijunjung.

“Natal tahun ini benar-benar berlangsung dengan sejuk, damai, nyaman dan menggembirakan,” tandas Pram.

Pada kesempatan itu, Kardinal Ignatius Suharyo memberikan pesan natalnya, Ia menggunakan perumpamaan mengenai seseorang dari kota yang bertanya kepada gembala yang memiliki seekor kambing dan domba.

Si kambing berwarna hitam, dan domba berwarna putih. Suharyo, dalam perumpamaan itu memainkan kata-katanya.

“Yang hitam, saya beri rumput satu hari satu keranjang. Yang putih saya beri rumput 2 kali setengah keranjang,” kata Suharyo.

Baca Juga :  Prajurit Marinir Tunjukkan Sikap Humanis di Tengah Aksi Massa

Begitupun perbedaan yang sebenarnya sama. Seperti kambing hanya digembalakan seminggu sekali, sementara domba digembalakan 7 hari sekali.

Dalam perumpamaan, orang kota itu marah. Ia melihat gembala yang punya kambing dan domba itu membeda-bedakan.

“Kawan, kenapa anda selalu membedakan kambing hitam putih? Sebenernya ini milik siapa?” tanya orang kota. Tanya lagi gembala, “yang mana?” “Yang hitam.” “Yang hitam itu milik saya. Yang putih kepunyaan saya,” kata Suharyo mengakhiri perumpamaannya.

“Inilah pesan kita semua. Allah itu mempersatukan, tetapi manusia memisah-misahkan. Maka dari itu ketika pemerintah menjabat untuk terus persatuan, persaudaraan, persamaan, kita membiarkan diri kita dikuasai Allah, karena itu kita akan terus berusaha untuk mempersatukan dan kebersamaan,” pungkas Kardinal Ign Suharyo.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Transparansi Dipertaruhkan, Anggaran Sewa Rumah DPRD Banyuwangi Tuai Kecurigaan.

Indra

16 Jan 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Anggaran sewa rumah dinas bagi anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi kian memanas. Sorotan tajam publik mencuat setelah beredarnya konten TikTok jurnalis muda bersama Pasopati Jatim yang membongkar Dugaan ketidak jelasan dasar anggaran dan mekanisme pencairannya. Konten tersebut menyinggung perbedaan tafsir antara tunjangan perumahan dan biaya sewa rumah dinas, yang hingga kini dinilai belum …

Pemilu Langsung dan Nasib Jenazah Koruptor

Dhio Justice Law

13 Jan 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia-LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Belakangan ini, publik disuguhkan wacana bertema mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pro kontra pun mencuat, bagi pemerintah termasuk partai-partai koalisi pendukungnya, Pilkada melalui DPRD itu adalah solusi untuk memangkas mahalnya ongkos pilkada langsung. Sementara, disisi oposisi dan masyarakat …

Jejak Panjang H. Amran Sidi : Dari Padang Panjang Ke Kota Padang, Perjuangan Cinta Hj Jusma Hingga Yayasan Baiturahmah

Primadoni,SH

11 Jan 2026

Padang, Nasionalpos .com — H. Amran Sidi lahir pada 20 September 1929 di Padang Panjang, Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sebuah kota kecil yang kelak menjadi saksi awal perjalanan hidupnya. Ia tumbuh dalam kesederhanaan, menjalani masa muda dengan tekad kuat untuk bekerja keras dan bertanggung jawab atas hidup serta keluarganya. Pada tahun 1952, …

Purna Tugas di Bumi Blambangan Kombes Pol Rama Samtama Putra: Banyuwangi Sangat Terkesan.

Indra

10 Jan 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Jajaran Polresta Banyuwangi menggelar tradisi Farewell Parade sebagai bentuk penghormatan atas purna tugas Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., yang resmi menyerahkan kepemimpinan kepada Kapolresta yang baru, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., Sabtu (10/1/2026). Dalam momen emosional tersebut, Rama mengungkapkan satu kata kunci untuk menggambarkan …

Berkaca Dari Penculikan Nicolas Maduro, Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah: Prabowo Harus Waspadai Fenomena “Kudeta Senyap” Di Circle Kekuasaan

dito

09 Jan 2026

Nasional pos.com, Jakarta- Peristiwa geopolitik yang mengguncang Venezuela menjadi alarm keras bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Kasus penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat, yang diikuti dengan cepatnya pengambilalihan kekuasaan oleh Wakil Presiden Delcy Rodríguez, memunculkan satu isu sensitif namun krusial: pengkhianatan elite dari dalam kekuasaan itu sendiri. Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah …

Pemerintah didesak untuk bubarkan Yayasan Trisakti versi bentukan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Untuk Selamatkan Keberlangsungan Satdik di bawah naungan Yayasan Trisakti yang Sah

dito

08 Jan 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait pemberitaan di beberapa media on-line tentang kisruhnya sengketa Yayasan Trisakti dengan pembentukan “Yayasan Trisakti” versi Menteri Pendidikan terdahulu (Nadiem Makarim), hal ini cukup mempengaruhi animo siswa yang ingin melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi di lingkungan Trisakti, juga menimbulkan keresahan bagi Dosen dan Karyawan yang ada. Menanggapi pemberitaan tersebut, kepada wartawan yang menghubunginya, …

x
x