Home » Headline » Hadiri Perayaan Natal 2025 Bersama Pemprov DKI Jakarta, Kardinal Ign Suharyo Sampaikan Pesan Persatuan & Perdamaian

Hadiri Perayaan Natal 2025 Bersama Pemprov DKI Jakarta, Kardinal Ign Suharyo Sampaikan Pesan Persatuan & Perdamaian

dito 09 Jan 2026 98

NasionalPos.com, Jakarta-

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wagub DKI Rano Karno menghadiri acara Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 Pemprov DKI di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026)

Pram dan Rano tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka kompak menggunakan batik cokelat. Begitu tiba, mereka mendapat sambutan hangat dari hadirin.

Pram mengaku terkejut dengan acara ini. Menurutnya, ini salah satu acara perayaan keagamaan paling meriah yang pernah ia hadiri.

“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala karunianya malam ini kita semua dapat hadir berkumpul dalam suasana bahagia pada acara aktualisasi Nilai-Nilai Natal Pemprov DKI tahun 2025,” kata Pram.

“Sebagai pribadi, terus terang saya belum pernah melihat acara Natal yang semeriah ini, hadir Bapak Menag saya dilaporkan kurang lebih 14 ribu,” tambah dia disambut tepuk tangan peserta.

Baca Juga :  Tegakkan Kode Etik di KPK Guna Penciptaan Penegakan Hukum yang Bersih

Menag Nasaruddin Umar hadir dalam acara ini. Termasuk Kardinal Ign Suharyo.

Politisi PDIP ini juga menyampaikan selamat Natal dan tahun baru kepada seluruh jajaran Pemprov DKI dan seluruh umat Kristiani di Jakarta. Ia menekankan persatuan dan toleransi harus terus dijunjung.

“Natal tahun ini benar-benar berlangsung dengan sejuk, damai, nyaman dan menggembirakan,” tandas Pram.

Pada kesempatan itu, Kardinal Ignatius Suharyo memberikan pesan natalnya, Ia menggunakan perumpamaan mengenai seseorang dari kota yang bertanya kepada gembala yang memiliki seekor kambing dan domba.

Si kambing berwarna hitam, dan domba berwarna putih. Suharyo, dalam perumpamaan itu memainkan kata-katanya.

“Yang hitam, saya beri rumput satu hari satu keranjang. Yang putih saya beri rumput 2 kali setengah keranjang,” kata Suharyo.

Baca Juga :  Polwan Polresta Banyuwangi Melaksanakan Donor Darah

Begitupun perbedaan yang sebenarnya sama. Seperti kambing hanya digembalakan seminggu sekali, sementara domba digembalakan 7 hari sekali.

Dalam perumpamaan, orang kota itu marah. Ia melihat gembala yang punya kambing dan domba itu membeda-bedakan.

“Kawan, kenapa anda selalu membedakan kambing hitam putih? Sebenernya ini milik siapa?” tanya orang kota. Tanya lagi gembala, “yang mana?” “Yang hitam.” “Yang hitam itu milik saya. Yang putih kepunyaan saya,” kata Suharyo mengakhiri perumpamaannya.

“Inilah pesan kita semua. Allah itu mempersatukan, tetapi manusia memisah-misahkan. Maka dari itu ketika pemerintah menjabat untuk terus persatuan, persaudaraan, persamaan, kita membiarkan diri kita dikuasai Allah, karena itu kita akan terus berusaha untuk mempersatukan dan kebersamaan,” pungkas Kardinal Ign Suharyo.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

Negara di Era Perang Narasi: Negara Kalah karena Kehilangan Narasi (1)

Dhio Justice Law

26 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia- LAKI)   NasionalPos. Com, Jakarta – Negara jarang runtuh karena kekurangan kekuatan. Ia runtuh ketika kehilangan kendali atas makna. Hari ini, kekuasaan tidak lagi semata ditentukan oleh siapa yang menguasai wilayah, sumber daya, atau aparat keamanan. Kekuasaan semakin ditentukan oleh siapa yang mampu mengendalikan persepsi publik—siapa yang dipercaya, …

Unjuk Rasa Terbesar? 5.000 Massa Siap Padati Kantor Bupati Banyuwangi

- Banyuwangi

25 Apr 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantor Bupati Banyuwangi. Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya. Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa …

x
x