Home » Headline » Hadiri Perayaan Natal 2025 Bersama Pemprov DKI Jakarta, Kardinal Ign Suharyo Sampaikan Pesan Persatuan & Perdamaian

Hadiri Perayaan Natal 2025 Bersama Pemprov DKI Jakarta, Kardinal Ign Suharyo Sampaikan Pesan Persatuan & Perdamaian

dito 09 Jan 2026 130

NasionalPos.com, Jakarta-

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wagub DKI Rano Karno menghadiri acara Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 Pemprov DKI di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026)

Pram dan Rano tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka kompak menggunakan batik cokelat. Begitu tiba, mereka mendapat sambutan hangat dari hadirin.

Pram mengaku terkejut dengan acara ini. Menurutnya, ini salah satu acara perayaan keagamaan paling meriah yang pernah ia hadiri.

“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala karunianya malam ini kita semua dapat hadir berkumpul dalam suasana bahagia pada acara aktualisasi Nilai-Nilai Natal Pemprov DKI tahun 2025,” kata Pram.

“Sebagai pribadi, terus terang saya belum pernah melihat acara Natal yang semeriah ini, hadir Bapak Menag saya dilaporkan kurang lebih 14 ribu,” tambah dia disambut tepuk tangan peserta.

Baca Juga :  Gelar Kunjungan ke Lapas Banyuwangi, Dirjen HAM Pastikan Penerapan Layanan Berbasis HAM Berjalan dengan Baik

Menag Nasaruddin Umar hadir dalam acara ini. Termasuk Kardinal Ign Suharyo.

Politisi PDIP ini juga menyampaikan selamat Natal dan tahun baru kepada seluruh jajaran Pemprov DKI dan seluruh umat Kristiani di Jakarta. Ia menekankan persatuan dan toleransi harus terus dijunjung.

“Natal tahun ini benar-benar berlangsung dengan sejuk, damai, nyaman dan menggembirakan,” tandas Pram.

Pada kesempatan itu, Kardinal Ignatius Suharyo memberikan pesan natalnya, Ia menggunakan perumpamaan mengenai seseorang dari kota yang bertanya kepada gembala yang memiliki seekor kambing dan domba.

Si kambing berwarna hitam, dan domba berwarna putih. Suharyo, dalam perumpamaan itu memainkan kata-katanya.

“Yang hitam, saya beri rumput satu hari satu keranjang. Yang putih saya beri rumput 2 kali setengah keranjang,” kata Suharyo.

Baca Juga :  Negara Tidak Boleh Kalah Dengan Mafia Dalam Kasus Pemagaran Laut Misterius

Begitupun perbedaan yang sebenarnya sama. Seperti kambing hanya digembalakan seminggu sekali, sementara domba digembalakan 7 hari sekali.

Dalam perumpamaan, orang kota itu marah. Ia melihat gembala yang punya kambing dan domba itu membeda-bedakan.

“Kawan, kenapa anda selalu membedakan kambing hitam putih? Sebenernya ini milik siapa?” tanya orang kota. Tanya lagi gembala, “yang mana?” “Yang hitam.” “Yang hitam itu milik saya. Yang putih kepunyaan saya,” kata Suharyo mengakhiri perumpamaannya.

“Inilah pesan kita semua. Allah itu mempersatukan, tetapi manusia memisah-misahkan. Maka dari itu ketika pemerintah menjabat untuk terus persatuan, persaudaraan, persamaan, kita membiarkan diri kita dikuasai Allah, karena itu kita akan terus berusaha untuk mempersatukan dan kebersamaan,” pungkas Kardinal Ign Suharyo.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Ojol jadi UMKM, ganti Istilah bukan Ganti nasib, Perpres no 27 tahun 2026 Rentan Di gugat Di batalkan

dito

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan?     Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

Menkumham Di desak Andi Darwin R Rangreng SH MH, Segera Tutup Celah Hukum Pembentukan Organisasi Advokat Lewat Jalur ORMAS

dito

22 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan semakin menjamurnya organisasi advokat baru yang terbentuk di duga adanya celah hukum selama ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk membentuk organisasi advokat melalui jalur pendaftaran Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) berbasis perkumpulan. Maka kepada wartawan, Sabtu, 22/8/2026 di Jakarta, Praktisi hukum Andi Darwin R Rangreng SH MH, ia mengatakan bahwa dirinya …

Mukerda III MUI Provinsi Jakarta Sudah Sukses di Laksanakan, MUI Siap Siaga Menyongsong Lima Abad Jakarta

dito

21 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pada tanggal, 18-19 Agustus 2026 bertempat di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk Jakarta Barat, telah terselenggara Musyawarah Kerja Daerah ke 3 ( Mukerda III) MUI Provinsi DKI Jakarta dengan Mengusung tema “Khidmah Keumatan Menyongsong Lima Abad Jakarta”, acara ini menjadi agenda strategis untuk merumuskan program kerja dan memperkuat sinergi keumatan yang berada …

Dana USD 26 Juta Adalah Amanah Kemanusiaan Secara Hukum Terpisah dari Kasus Febrie Adrianyah,Harus di Kembalikan

dito

21 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Terkait dengan keberadaan dana sebesar USD 26.000.000 yang saat ini ikut menjadi barang bukti dalam penyidikan, kepada wartawan, Jumat , 21 Agustus 2026 di Masjid Almusyawaoroh Klapa Gading Jakarta Utara, Andi Darwin R. Ranreng, S.H. selaku kuasa hukum Agustino Boer, menjelaskan bahwa dana tersebut adalah dana amanah kemanusiaan murni yang secara hukum …

Pengamat: Target Pertumbuhan Ekonomi 6% Antara Harapan, Peluang dan Tantangannya

dito

20 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2027 sebagai target yang ambisius, tetapi masih realistis untuk dikejar. Namun, 6 persen tidak akan datang secara otomatis. Pemerintah harus menciptakan sumber pertumbuhan baru di luar konsumsi pemerintah dan belanja APBN, demikian di sampaikan oleh Jan Prince Permata seorang pengamat ekonomi, kepada NasionalPos.com, Kamis, 20/8/2026 di …

x
x