Home / Headline / Infrastruktur / Megapolitan / Pemerintahan

Kamis, 24 November 2022 - 18:35 WIB

Isu Penting Setelah IKN Pindah Dibahas Dalam Pertemuan Pj Gubernur Heru-Menteri PPN/Kepala Bapenas Suharso

NasionalPos.com, Jakarta– Sebagai langkah untuk mempersiapkan diri, Jakarta pasca tidak menyandang status Daerah Khusus Ibukota Negara, maka Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menggelar pertemuan bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa, di Balai Kota DKI, Kamis,24/11/2022, dalam pertemuan tersebut terungkap membahas sejumlah hal di antaranya, Provinsi DKI Jakarta pasca-ditetapkan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, penataan kawasan dan rencana UU daerah khusus.

Pertemuan digelar untuk membahas beberapa hal di antaranya Jakarta ke depan, rancangan tata ruang wilayah serta sinergi bersama Bappenas sehingga Provinsi DKI Jakarta pasca-ditetapkan IKN tetap berjalan baik, ekonomi bertumbuh serta dinamis demikian disampaiakn Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono kepada pers.

“Menteri PPN/Bappenas juga memberikan arahan agar Pemprov DKI Jakarta membentuk tim kecil dengan Bappenas untuk membahas secara detail tata ruang,” ungkap Heru Budi Hartono.

Baca Juga  Pangkoarmada I Pimpin Rapat Staf dan Komando Tahun 2022

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa kepada pers, ia mengungkapkan bahwa pertemuan bersama dilakukan sesuai petunjuk Presiden Joko Widodo yang meminta Bappenas untuk memikirkan Provinsi DKI Jakarta setelah tidak menjadi ibu kota negara.

“Sejumlah isu penting yang dibahas di antaranya menjawab kekhawatiran saat ibu kota pindah, tidak berarti semua kegiatan di luar pemerintahan pusat juga berpindah. Bahkan harus ditumbuhkembangkan sehingga Jakarta menjadi pusat pertumbuhan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Bappenas mengusulkan dari sisi fisik Jakarta yakni tata ruang dengan melihat kembali masterplan sejak dahulu hingga saat ini. Serta bagaimana memperbaiki dengan perkembangan di masa depan sehingga Jakarta yang lebih baik akan dihadirkan.

Presiden Joko Widodo, imbuh Suharso, juga memberikan petunjuk bahwa sistem pemerintahan daerah di Jakarta tetap seperti hari ini sebagai Provinsi yang  dikepalai Gubernur.

Baca Juga  BPOM Tegaskan Penggunaan Klorokuin dan Hidroksiklorokuin Untuk Covid-19 Harus Pengawasan Dokter

“Bahkan, pemikiran kami di masa mendatang, bagaimana struktur organisasi pemerintahan yang lebih lincah sehingga menjadi panutan bagi pemerintahan daerah yang lain. Alhasil, Provinsi DKI Jakarta tidak kalah bersaing dengan korporasi besar,” tukasnya.

Selain itu, Suharso juga menyampaikan bahwa Bappenas memikirkan hal-hal yang semula tidak menjadi kewenangan Provinsi DKI Jakarta akan dituangkan dalam UU yang bersifat lex specialis sehingga Jakarta dapat mengambil kewenangan untuk kebutuhannya tanpa disibukkan dengan sesuatu yang tidak diperlukan. Kemudian yang terpenting bahwa Jakarta tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi.

“Itu tidak perlu diingkari dan dirisaukan, bahkan pemerintah pusat akan membangun lebih baik lagi. Bappenas dan Pemprov DKI juga setuju membentuk tim kecil untuk mendetailkan semua sebelum dimasukkan ke dalam UU yang baru bagi Provinsi DKI Jakarta ke depan,” pungkasnya. (*dit)

 

Share :

Baca Juga

dr Kristiya edit

Headline

Pencabutan Tap MPRS XXXIII/1967, Sudah Final & Tidak Ada Yang Dipersoalkan Lagi
peta corona

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Senin (15/6/2020)
putin

Headline

Putin Undang Taliban Dalam Dialog Internasional
ST Burhanuddin Jaksa Agung

Headline

Anak Buahnya Terjerat KPK, Jaksa Agung Kaji Pembubaran TP4
Jokowi

Headline

Presiden Perintahkan Menkes Atur Penempatan Pasien Corona
Anies Bangun rumah DP 0 Rupiah

Megapolitan

Anies Penuhi Janji Bangun Rumah DP 0 Rupiah
Moeldoko

Headline

Moeldoko Kembali Ultimatum ICW Untuk Minta Maaf
Ridwan Kamil

Headline

RK Khawatir Pelonggaran Moda Transportasi Berdampak Meluasnya Penyebaran Covid-19