Home / Nasional

Kamis, 7 Juli 2022 - 21:46 WIB

Jadikan Kekuatan Ekonomi Terbesar ke-5 Dunia, ASEAN Eratkan Kerja Sama Strategis dengan Italia

NasionalPos.com,Jakarta Pemerintah optimis terhadap kondisi dan outlook perekonomian di kawasan ASEAN. Hal tersebut berdasar pada PDB dari 10 negara ASEAN di tahun 2021 yang mencapai USD 3,36 triliun dan menjadikan ASEAN sebagai kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia. Capaian tersebut sejalan dengan visi ASEAN untuk menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada tahun 2030.

Sebagai upaya memperkuat perekonomian kawasan, ASEAN juga mempererat kerja sama dengan negara Italia. Untuk Indonesia, negara Italia juga merupakan mitra dagang utama yang masuk dalam 20 besar negara tujuan ekspor Indonesia sepanjang lima tahun terakhir.

Dalam penutupan acara “The 6th ASEAN-Italy High Level Dialogue”, Rabu (6/7/2022), secara virtual Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan closing remarks tentang pentingnya kerja sama ASEAN dan Italia sebagai salah satu mitra dialog.

Baca Juga  Update Data Corona (6/9/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 194.109 Orang dan Meninggal 8.025 Orang

“Perdagangan ASEAN dengan Italia hanya mengalami sedikit penurunan pada tahun 2020, ini menunjukkan eratnya hubungan antara keduanya,” jelas Menko Airlangga dalam keterangan yang dirilis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (7/7/2022).

Dialog ekonomi antara ASEAN dan Italia yang digelar pada tanggal 5-6 Juli 2022 tersebut diselenggarakan oleh Associazione Italia ASEAN. Sebagai informasi, Associazione Italia ASEAN merupakan platform interaksi bisnis kedua pihak sejak tahun 2015.

Associazione Italia ASEAN menyelenggarakan pertemuan “High Level Dialogue on ASEAN-Italy Economic Relations” setiap tahunnya sejak 2017 untuk mempromosikan peluang bisnis di antara negara-negara ASEAN dan Italia. Pertemuan tahun ini menjadi pertemuan fisik pertama yang dilaksanakan setelah pandemi Covid-19.

Selanjutnya dalam rangka memanfaatkan potensi serta mengoptimalkan pencapaian kemakmuran kawasan, Menko Airlangga dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan beberapa area kerja sama strategis untuk ASEAN dan Italia, yaitu pada transisi energi, konomi digital, revolusi industri, smart manufacturing, dan perdagangan.

Baca Juga  Buka Festival Sajian Kuliner Nusantara, Puan: Buku Mustika Rasa Bung Karno Komplit Banget

“Peningkatan kesejahteraan kawasan akan membuka peluang yang lebih besar bagi sektor bisnis untuk meningkatkan usahanya. Untuk membangun kembali kekuatan kawasan dan global, kita perlu fokus pada peningkatan produktivitas, daya saing, dan resiliensi sebagai
kunci strategi dalam merespon kondisi saat ini,” pungkas Menko Airlangga.

Pada kesempatan tersebut Menko Airlangga didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi Prio Pambudi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut President of the Associazione Italia-ASEAN, Romano Prodi (mantan Presiden Italia 1996-1998 dan mantan Presiden Komisi Eropa 1999-2004), Deputy Minister of Foreign Affairs and International Cooperation, Italia, Manlio Di Stefano, serta Partner and Responsible for International Development, The European House – Ambrosetti, Lorenzo Tavazzi.(*)

Share :

Baca Juga

pasien corona

Headline

Update Corona (4/6/2020) Jumlah Pasien Positif 28.818 Orang Dan Meninggal Menjadi 1.721 Orang
Habib Rizieg

Headline

HRS Sampaikan Lima Amanat Dalam Reuni 212
Nyoman Dhamantra PDIP

Headline

Tinggalkan Kongres Bali, Anggota DPR F-PDIP Diciduk KPK
peta corona

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Rabu (5/8/2020)
kaspersky dan dugaan penipuan edit

Ekonomi

Ditemukan Kejahatan Siber Baru Bermodus Penipuan dengan Janji Hadiah Bitcoin
158beb16 d527 412d 8776 e8be39909b9f

Headline

ITL Trisakti siap Bersinergi Dengan BPTJ ,Tingkatkan Kualitas Layanan Moda Transportasi berbasis Rel
YIM dan Yuri Kemal Fadlullah

Headline

Calon Millenial Menguat, ketum PBB YIM Diminta Mundur Sebelum Muktamar
Arsul Sani dari Fraksi PPP

Headline

Demokrat dan PKS Tidak Dilibatkan Dalam Satgas Lawan Corona DPR