Home » Headline » Jelang Balapan Formula E, Gubernur Anies Hadiri Meet and Greet Jakarta E-Prix 2022 di Monas

Jelang Balapan Formula E, Gubernur Anies Hadiri Meet and Greet Jakarta E-Prix 2022 di Monas

dito 02 Jun 2022 157

Nasionalpos.com, Jakarta– Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria dan juga jajaran Pemprov DKI Jakarta, serta Formula E Chief Championship Officer and Co-Founder, Alberto Longo; CEO of Formula E, Jammie Reigle; Chairman of the Formula E Jakarta Organizing Committee, Ahmad Sahroni; Chairman of Ikatan Motor Indonesia, Bambang Soesatyo; Drivers of Mercedes-EQ Formula E-Team, Nyck de Vries; dan Dirut PT Jakarta Propertindo, Widi Amanasto dan para pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta menghadiri kegiatan meet and greet Jakarta E-Prix 2022 di Monas, Jakarta Pusat, pada Kamis, (2/6/2022).

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan seluruh pembalap Formula E yang akan bertanding di Jakarta, dalam lanjutan seri balap kesembilan untuk musim 2021/2022, pada 4 Juni mendatang.

Sebagai tuan rumah, Gubernur Anies  menyambut baik kedatangan para tamu dari berbagai mancanegara di acara tersebut. Pemprov DKI Jakarta ingin menunjukkan  bahwa Jakarta sebagai kota global, terutama dalam menyukseskan ajang Formula E ini.

“Selamat datang kami ucapkan kepada seluruh jajaran komite, pembalap, serta para official. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi Jakarta, karena berkesempatan menjadi tuan rumah dari ajang Formula E di seri balapan kesembilan untuk musim 2021-2022. Kita mengharapkan bisa menyaksikan sebuah pertandingan yang sengit dari para pembalap, khususnya yang akan disaksikan di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC),” ujar Gubernur Anies kepada awak media.

Baca Juga :  Komisi B Rapat Evaluasi TA 2021 dan Rencana Kerja 2022 Bersama Dua BUMD

Di samping itu, tujuan diadakannya ajang Formula E di Jakarta adalah untuk mewujudkan dan mendorong keberlangsungan eksistensi kendaraan listrik secara berkelanjutan. Gubernur Anies menyampaikan, hal ini sejalan dengan komitmen Jakarta untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 30% pada tahun 2030 dan mencapai zero emisi pada tahun 2050.

“Oleh karena itu, kita perlu secara kolektif menyosialisasikannya, agar upaya yang kita cita-citakan dalam mengurangi emisi di kota-kota global, khususnya di Jakarta bisa terlaksana,” tambah Gubernur Anies.

Gubernur Anies juga menilai, Jakarta siap dalam mewujudkan transportasi dan mobilitas berkelanjutan tersebut, melalui sistem transportasi terintegrasi. Jakarta berkomitmen untuk mengalihkan armada Transjakarta yang ada saat ini menjadi berbasis listrik secara berkala dan mampu menciptakan pengurangan emisi, agar kualitas udara lebih sehat.

Baca Juga :  Di Insiden Penembakan Massal di Kansas City, Kemenlu : Tak Ada Korban WNI

“Dengan penyelenggaraan Formula E di Jakarta, kami menunjukkan kepada dunia bahwa Jakarta siap menjadi kota global yang mengambil tindakan transformatif dalam mengatasi perubahan iklim, menciptakan lingkungan yang layak huni, dan memastikan mobilitas penduduknya bergantung pada transportasi umum listrik,” jelas Gubernur Anies.

Gubernur Anies juga berharap, ajang Formula E di Jakarta akan membawa pemerintah dan masyarakat ikut bertanggung jawab dalam menanggulangi krisis iklim yang timbul akibat pencemaran udara, dengan mengalihkan kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.

“Dampak yang diharapkan dari penyelenggaraan Formula E ini adalah dengan memperkuat tanggung jawab untuk mempercepat mobilitas yang berkelanjutan, serta menciptakan lingkungan hijau. Pada balapan Sabtu ini, kita semua memiliki harapan yang besar kepada seluruh pembalap dan semoga menyajikan pertandingan balapan yang menyenangkan saat bertanding,” pungkas Gubernur Anies. (* dit)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

x
x