Home » Headline » Kemensos Bangkitkan Jiwa Patriotisme Mahasiswa Mataram melalui Bedah Buku “Menghadang Kubilai Khan” karya AJ Susmana

Kemensos Bangkitkan Jiwa Patriotisme Mahasiswa Mataram melalui Bedah Buku “Menghadang Kubilai Khan” karya AJ Susmana

dito 28 Nov 2025 345

NasionalPos.com, Mataram-

Membangkitkan jiwa patriotisme merupakan salah satu kebutuhan bangsa saat ini. Oleh karena itu, Arif Rohman, S.ST. M.SIP, MAWG, Ph.D selaku Kepala Sentra Paramita Mataram Kementerian Sosial RI melalui program inovasi Gerakan Generasi Muda Peduli Cultural Awareness, Reading & Excursion (CARE) kembali menghadirkan kegiatan inspiratif melalui bedah buku “Menghadang Kubilai Khan” karya Antun Joko Susmana yang berlangsung di Gd. Layanan Perpustakaan Provinsi NTB, Kamis 27/11/2025

Kegiatan yang ditujukan bagi para mahasiswa ini, merupakan salah satu upaya guna meningkatkan semangat literasi.

“Acara Bedah Buku ini sangat strategis karena mendukung literasi khususnya di kalangan generasi muda. Hal ini merupakan investasi sosial bagi para pemuda untuk dapat menambah pengetahuan, wawasan dan meneladani nilai-nilai luhur di masa lalu, seperti menggelorakan semangat persatuan dan anti imperialisme. Ini sangat berguna bagi para generasi muda yang akan berperan dalam pembangunan di masa mendatang”, kata Arif.

Penulis buku Menghadang Kubilai Khan, Antun Joko Susmana yang biasa disapa Bung Mono dari Jakarta hadir langsung pada kegiatan tersebut, membagikan perspektif mendalam mengenai perjalanan sejarah Nusantara abad ke-13.

Baca Juga :  Update Data Corona (11/2/2022) Jumlah Pasien Positif 4.708.043 Orang dan Meninggal 144.958 Orang

Melalui novel sejarahnya “Menghadang Kubilai Khan” ia berharap agar generasi muda masa kini dapat terus membangkitkan jiwa patriotiknya, berani dalam mewujudkan nilai kebangsaan dan persatuan layaknya Jayakatwang dalam menghadang pasukan Mongol di bawah komando Kubilai Khan saat ingin menguasai dan menaklukkan tanah Jawa. Dengan cara menolak menjadi raja boneka kekuasaan Mongol, Jayakatwang lebih memilih dieksekusi mati.

“Oleh karenanya, generasi muda perlu bersatu dan selalu mawas diri menghadapi ancaman “Kubilai Khan Baru” berwujud imperialisme, birokrasi koruptif, dan oligarki internal yang disebut serakahnomic”, ucap Mono.

 

Selain aktif menulis dan berkecimpung pada isu-isu sosial serta budaya, A.J Susmana saat ini menduduki jabatan strategis sebagai Tenaga Ahli Menteri Sosial bidang Kerjasama dan Kemitraan Strategis.

Berkat kolaborasi yang baik antara Sentra Paramita Kementerian Sosial RI bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB dengan menggandeng Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) serta Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) kegiatan ini berjalan dengan sukses.

Baca Juga :  Peresmian Dapur Sehat Dan Sarana Olahraga Lapas Kelas I Tangerang

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Dr. H. Ashari, S.H., M.H. dan diramaikan dengan kehadiran para mahasiswa dari berbagai universitas sekitaran Kota Mataram yang mengikuti dengan antusias.

Diskusi semakin kaya dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. H. Nuriadi Sayip, S.S., M.Hum selaku budayawan sekaligus akademisi, serta Dedy Ahmad Hermansyah selaku pemerhati sejarah.

Mereka menyampaikan bahwa melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kesadaran berpikir kritis, taktis dan kreatif dalam berstrategi. Memperluas ruang-ruang dialog mengenai sejarah, kebudayaan leluhur dapat memperkuat fondasi karakter bangsa, identitas dan nasionalisme bangsa.

Persatuan yang dibangun atas dasar kesadaran sejarah menjadi fondasi kuat ketahanan bangsa.

Mari terus hidupkan semangat belajar dan menjaga warisan bangsa Indonesia.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang ia hadir lewat …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Rochendi Terpilih Ketua KAHMI Rayon Unas Periode 2026-2030

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Rochendi Suryadinata terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Korps Alummni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Rayon Universitas Nasional (Unas) periode 2026-2030 menggantikan Hamka, S.IP, M.si yang menjabat periode 2022-2026. Musyawarah KAHMI Rayon Unas yang digelar di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026) kali ini bertema Merajut Silaturahim, Meneguhkan Kiprah Menyongsong Kepemimpinan Baru …

x
x