Home » Nasional » Kisah Gerakan Pakel Damai dan Sejahtera Saat Kunjungan Busyro Muqoddas di Banyuwangi

Kisah Gerakan Pakel Damai dan Sejahtera Saat Kunjungan Busyro Muqoddas di Banyuwangi

Eni 23 Jun 2024 186

*Kisah Gerakan Pa

Nasionalpos.com l Banyuwangi – Kedatangan Ketua Bidang Hukum, HAM dan Hikmah, PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, di Banyuwangi, Jawa Timur, mendapat respon Presidium Gerakan Pakel Damai dan Sejahtera. Mereka menemui mantan Ketua KPK tersebut untuk mengadu tentang konflik sosial berkepanjangan yang dialami.

“Iya, hari ini kami bersama rekan-rekan menemui Bapak Busyro Muqoddas,” ucap Koordinator Presidium Gerakan Pakel Damai dan Sejahtera, Rohimin alias Ali, Sabtu (22/6/2024).

Untuk diketahui, Presidium Gerakan Pakel Damai dan Sejahtera merupakan Lembaga bentukan warga Desa Pakel, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Pembentukan dilatar belakangi persamaan keinginan dan harapan. Yakni mewujudkan Desa Pakel yang damai, maju dan sejahtera.
Sekaligus sebagai gerakan moral dan persamaan sikap menolak pihak-pihak luar daerah yang selama ini dinilai kerab menebar kebencian serta perpecahan antar warga di Desa Pakel.

Kedatangan Busro Muqoddas di Banyuwangi, dalam rangka menghadiri Launcing Al-Maun Goes to Village dan Dialog Ideologi Kepemimpinan Berkemajuan, yang digelar Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah, di Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah, Jalan Raya Jember No.25, Dusun Krajan, Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat.

Kegiatan itu mengusung tema ‘Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Terdampak Konflik Agraria dan SDA’.
Namun sayang, harapan Presidium Gerakan Pakel Damai dan Sejahtera yang didominasi masyarakat Nahdlatul Ulama (NU), tidak berujung manis. Busro Muqoddas enggan mendengar curhatan kalangan Wong Cilik tersebut. Padahal, warga Desa Pakel sangat ingin menceritakan tentang konflik sosial diwilayahnya.
Dimana terdapat oknum luar daerah yang diduga menjadi biang perpecahan dan permusuhan dengan dalih perjuangan. Membentuk kelompok masyarakat menjadi penebar rasa ketakutan hingga melakukan penebangan sekitar 225 hektar tanaman perkebunan.
Informasi yang diterima Presidium Gerakan Pakel Damai dan Sejahtera,

Baca Juga :  KORPRI Setjen DPR RI Sebagai Perekat Bangsa, Diharapkan Jaga Netralitas Jelang Pemilu

kehadiran Busro Muqoddas di Banyuwangi, disebut-sebut memiliki satu misi yakni menemui kelompok masyarakat di Desa Pakel. Tapi entah kenapa, Busro Muqoddas, malah tidak mau menerima warga NU Desa Pakel, yang tergabung dalam Presidium Gerakan Pakel Damai dan Sejahtera.

“Kami dapat informasi Bapak Busro Muqoddas akan menemui kelompok masyarakat di Pakel, desa kami. Tapi entah kenapa, beliau tidak mau mendengar aduan dari kami, padahal kami juga warga Pakel,” cetus Rohimin.

“Sebagai tokoh panutan, harusnya beliau bisa mendengarkan curhatan kami. Siapa tahu bisa menjadi informasi pembanding untuk beliau, sehingga beliau akan mendapatkan informasi yang lebih berimbang,” imbuh pria asal Dusun Taman Glugo, Desa Pakel ini.

Presidium Gerakan Pakel Damai dan Sejahtera yang menemui Busro Muqoddas di RSI Fatimah, sebenarnya berisi sejumlah tokoh Desa Pakel. Diantaranya, Syamsul Muarif, Dusun Durenan, Nur Aini, Dusun Krajan dan lainnya. Nama-nama tersebut sangat dikenal oleh warga Desa Pakel, khususnya kalangan warga NU.

Baca Juga :  SAR Gabungan TNI AL Berhasil Evakuasi Korban Kapal Pesiar

Sementara itu, saat berpidato dalam Launcing Al-Maun Goes to Village di RSI Fatimah, Busro Muqoddas, mengajak kader Muhammadiyah untuk lebih cerdas baik secara sepiritual dan intelektual dengan leadership yang kuat.

“Kita diajarkan melatih dan mengontrol pikiran untuk membaca situasi yang konkrit, jadi tidak hanya narasi-narasi saja yang tanpa di implementasikan maka sama saja dengan halusinasi pdan itu bukan watak Muhammaddiyah, karena karakter Muhammaddiyah itu, Iman, Ilmu, Amal,” katanya.

Didalam dan diluar Muhammadiyah, masih Busro, kader diharapkan melakukan kolaborasi untuk melakukan riset dan pengamatan. Misalnya yang berkaitan dengan tema ‘Pendididkan dan Pemberdayaan Masyarakat Terdampak Konflik Agraria dan SDA’, dia menyebut Muhammadiyah pernah mendampingi dan meminta penangguhan penahanan masyarakat Pakel.
“Kita turun langsung ke Polda dan meminta mereka tidak di tahan dan sebagai jaminannya adalah kita,” cetusnya.

Namun lagi-lagi sangat disayangkan. Walau dalam ceramah menyebutkan tentang masyarakat Desa Pakel, sungguh menimbulkan tanda tanya besar kepada Busro Muqoddas menolak untuk mendengar pengaduan dari warga Desa Pakel yang tergabung dalam Presidium Gerakan Pakel Damai dan Sejahtera.

Sebagai tindak lanjut, rencananya Presidium Gerakan Pakel Damai dan Sejahtera, yang mayoritas warga NU Desa Pakel, Kecamatan Licin, akan terus berupaya menyampaikan aduan kepada Busro Muqoddas. Termasuk akan bersilaturahmi dengan Pengurus Daerah Muhammadiyah Banyuwangi.

(FRN/tim)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Saat RUU Perampasan Aset Jadi Ancaman Ekosistem Kekuasaan

Dhio Justice Law

26 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI)   NasionalPos.com, Jakarta – Mengapa RUU Perampasan Aset tak kunjung disahkan? Jawaban yang paling sering terdengar adalah karena persoalan hukumnya rumit. DPR harus berhati-hati. Ada kekhawatiran penyalahgunaan kewenangan, perlindungan hak milik, pembuktian terbalik, hingga mekanisme perampasan aset tanpa putusan pidana. Terdengar semua alasan itu masuk akal. Tetapi …

Meneladani Akhlak Rosulullah SAW Sebagai Qudwah Berbangsa dan Bernegara

dito

25 Agu 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia memperingati kelahiran Rasulullah SAW dengan penuh cinta dan penghormatan.     Momen ini dikenal sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW, yang tidak hanya menjadi perayaan sejarah kelahiran manusia agung, tetapi juga momentum untuk merenungi nilai-nilai kehidupan yang beliau ajarkan, demikian di sampaikan oleh Dr KH Yusuf Aman …

Kabinet Gagal, Reshuffle Menjadi Keharusan

Dhio Justice Law

24 Agu 2026

Oleh: Ridwan Umar Direktur Lentera Keadilan Indonesia (LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Seiring perjalanan, masalah besar dan sulit diabaikan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto: semangat perubahan yang dijanjikan belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja kabinetnya. Publik mencatat, Prabowo datang dengan agenda besar  pemberantasan korupsi, kedaulatan ekonomi, efisiensi, penguasaan sumber daya alam, dan keberpihakan kepada rakyat. Namun visi …

Ojol jadi UMKM, ganti Istilah bukan Ganti nasib, Perpres no 27 tahun 2026 Rentan Di gugat Di batalkan

dito

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ojol bakal resmi menyandang status UMKM. Pemerintah bilang ini kabar baik. Tapi coba tanya: apa yang benar-benar berubah buat pengemudi di jalan?     Selama bertahun-tahun, status ojol ada di zona abu-abu, bukan buruh, bukan juga pengusaha. Sekarang lewat Perpres 27/2026, status itu “diselesaikan.” Jutaan pengemudi otomatis jadi pelaku usaha mikro. Tanpa daftar. …

TB Massa: Prabowo Pimpin Revolusi Atau Melanjutkan Pola Rezim Lama?

Dhio Justice Law

23 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Saatnya Presiden Prabowo Subianto memimpin revolusi untuk menjawab keraguan rakyat. Saat ini, ada sebagian masyarakat yang menilai Pemerintahan Prabowo hanya kelanjutan dari rezim Jokowi. Pengamat politik sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof. Dr. TB Massa Djafar, mengatakan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan nasional semakin meningkat. …

Menkumham Di desak Andi Darwin R Rangreng SH MH, Segera Tutup Celah Hukum Pembentukan Organisasi Advokat Lewat Jalur ORMAS

dito

22 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan semakin menjamurnya organisasi advokat baru yang terbentuk di duga adanya celah hukum selama ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk membentuk organisasi advokat melalui jalur pendaftaran Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) berbasis perkumpulan. Maka kepada wartawan, Sabtu, 22/8/2026 di Jakarta, Praktisi hukum Andi Darwin R Rangreng SH MH, ia mengatakan bahwa dirinya …

x
x