Home » Headline » KON Dukung Aksi Unras Ojol 20/11/2025, Meskipun Di sayangkan Di Gelar Tanpa Koordinasi “

KON Dukung Aksi Unras Ojol 20/11/2025, Meskipun Di sayangkan Di Gelar Tanpa Koordinasi “

dito 20 Nov 2025 450

NasionalPos.com, Jakarta-

Hiruk pikuk seruan driver Ojol yang terus menggema dari jalanan sampai ke gedung dewan serta melipir ke gedung istana yang megah semestinya menghasilkan suatu jawaban pasti untuk kesejahteraan yang adil bagi Ojol, demikian di sampaikanJuwel Safriko Hutasoit Sekjen Koalisi Ojol Nasional (KON) kepada wartawan, Kamis, 20/11/2025 di Jakarta.

“Tetapi apalah daya semua itu seperti jauh panggang dari api. Hasil yang di doakan dan di impikan serta di perjuangkan Driver Ojol hingga saat ini tak kunjung datang.”ungkap Juwel Safriko Hutasoit

Meskipun demikian, lanjut Juwel, situasi tersebut justru memicu semakin banyaknya aksi unjuk rasa dari berbagai Aliansi terus hadir menyelimuti kehidupan driver ojol di Indonesia, hal ini pula yang mendorong di gelar nya aksi yang di lakukan oleh Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia ( FDTOI ), pada hari ini Kamis, 20 Nov 2025 dengan tajuk Konvoi Keadilan Menuju Istana Negara.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIA Jember Menggelar Apel Khusus Peringati Hari Santri Nasional

“FDTOI membawa beberapa tuntutan serta pertanyaan besar tentang Perpres Ojol yang akan di terbitkan, tentunya aksi ini mesti di apresiasi, untuk itulah kami Koalisi Ojol Nasional ( KON ), secara prinsip tentu mendukung semua yang namanya perjuangan untuk kesejahteraan dan keadilan bagi Driver Ojol. ” Tukas Juwel

Hanya saja, sambung Juwel, KON menyayangkan adanya  digelar nya aksi ini yang tanpa pemberitahuan kepada KON yang ada di Jabotabek, secara tajuk dari aksi FDTOI Kopdarnas Ojol dan Konvoi Keadilan. Setidaknya ada pemberitahuan, informasi dan komunikasi kepada KON perihal aksi yang berlangsung hari ini, .

” Oleh karena itu terkait dengan aksi tersebut, Perlu kami tegaskan bahwa tajuk aksi seolah mewakili seluruh Ojol, sedangkan kami tidak ada pemberitahuan resmi untuk aksi tersebut. Untuk itulah kami sangat menyayangkan kurang nya kordinasi dan informasi kepada KON sebelum di gelar nya aksi tersebut “tandas Juwel

Baca Juga :  Pelantikan Yogi Rusyogi Affandi Sebagai Ketua PDK 2 Kosgoro Jaksel, Diapresiasi Bang Moo Caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai Golkar no.10 Dapil Jakarta 9

Lebih lanjut Juwel menyampaikan untuk itu KOALISI OJOL NASIONAL akan tetap berjuang untuk keadilan dan kesejahteraan Ojol, namun KON tidak ikut turun dalam aksi tersebut. Akan tetapi hari ini Kamis 20/11/25, pihaknya akan lakukan Konsolidasi dengan berbagai Aliansi dan juga para ketua Komunitas Ojol di Sekretariat DPP Koalisi Ojol Nasional,

“Kami hendak duduk bersama untuk membicarakan perihal PerPres Ojol yang akan di terbitkan apakah isinya nanti memberi solusi atau menambah masalah baru bagi Ojol. KON tetap komitmen memperjuangkan Undang- Undang Transportasi Online dapat terealisasi, sehingga Ojol di negeri ini diakui keberadaannya secara hukum dan undang-undang.” Pungkas Juwel Safriko Hutasoit Sekjen Koalisi Ojol Nasional

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

Komisi IV DPR RI Terima Audensi Siap Perjuangkan Nasib Pembudidaya Benih Lobster

Admin Redaksi

29 Apr 2026

  Jakarta,Nasionalpis.com JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Melati, mengusulkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) khusus pengelolaan Benih Bening Lobster (BBL). Langkah ini diambil sebagai respons konkret terhadap berbagai persoalan di sektor kelautan yang berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan dan pembudidaya. Melati menegaskan, pembentukan Panja merupakan bentuk keseriusan Komisi IV dalam menampung serta menindaklanjuti aspirasi …

Tragedi Little Aresha Yogyakarta, Catatan Penting Bagi Orang Tua, Masyarakat dan Pemerintah

dito

29 Apr 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh Waspada,S. Ag, MM Dosen PG PAUD UNUSIA & Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor. Tragedi memilukan yang dilakukan oleh pengelola Daycare dan pekerjanya seperti di Daycare Little Aresha Yogjakarta, sesungguhnya bukan yang pertama kali. Sebelumnya telah terjadi hal serupa dibeberapa daerah, akan tetapi hal tersebut tidak membuat jera oleh oknum pengelola …

Negara di Era Perang Narasi: Disinformasi: Senjata Tak Kasat Mata Yang Melumpuhkan (2)

Dhio Justice Law

28 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Perang modern tidak selalu dimulai dengan serangan fisik. Ia sering kali dimulai dari sesuatu yang tampak sepele: informasi yang dipelintir. Di era digital, peluru pertama bukanlah rudal—melainkan narasi. Dan yang ditembak bukan tubuh, tetapi persepsi. Disinformasi bekerja tanpa suara, tanpa jejak yang kasat …

x
x